Seperti telah kita ketahui bersama bahwa splash screen adl. semacam window yg muncul sebelum kita memasuki desktop KDE maupun GNOME. Splash screen memuat informasi services apa yg sedang di-load dalam bentuk grafik yg disertai tulisan yg dinamis.
Sering kali splash screen yg kita miliki memiliki tampilan yg lumayan menarik dan kita ingin agar teman-teman atau orang lain dpt melihatnya. Cara termudah adalah mengajak teman kita tersebut ke rumah kita dan disuruh melihatnya sendiri ketika splash screen tsb sedang “beraksi”. Itu klo teman kita adalah orang yg tinggalnya dekat dengan kediaman kita. Lalu bgmn klo teman kita berada jauh di luar kota bahkan di luar pulau. Apakah kita juga akan memintanya datang ke rumah kita hanya utk melihat splash screen? Tentu saja tdk bukan!
Untuk itulah kita bisa memanfaatkan fasilitas di window manager KDE yaitu KSnapshot , yg bisa kita pergunakan utk men-capture apa yg ada di layar desktop kita, termasuk splash screen sekalipun. Lho, gmn cara meng-capture splash screen? Bukankah saat splash screen beraksi, kita belum berada di lingkungan desktop KDE? Nah, untuk itulah penulis akan membeberkan sedikit tips utk melakukan hal itu. Kesempatan kali ini penulis menggunakan distro PCLinuxOS 2006 sebagai kelinci percobaan.
Berikut ini langkah-langkahnya yg bisa ditempuh:
1. Aktifkanlah KDE Control Center dengan menelusuri KMenu> Configuration> KDE Control Center. Tiap distro mungkin memiliki urutan yg berbeda.
2. Klik LookNFeel pilih Splash Screen atau ketik “splash sc” (tdk perlu lengkap jg tdk apa-apa) pd kotak Search lalu double klik pd Result.
3. Manapun pilihan yg anda lakukan, hasilnya akan sama saja jadi tdk usah bingung.
4. Stlh itu klik splash screen yg ingin anda tangkap dgn KSnapshot.
5. Segera aktifkan KSnapshot melalui KMenu> Multimedia> Graphics> KSnapshot.
6. Setting KSnapshot agar meng-capture stlh 5 detik (atau berapapun terserah anda asalkan jangan terlalu lama krn splash screen-nya nanti keburu selesai) pd bagian Snapshot Delay dan segera klik New Snapshot.
7. Kembali lagi ke KDE Control Center kmdn klik Test.
8. Tunggulah bbrp saat sesuai dengan pilihan yg telah anda tentukan tadi.
9. Utk menghentikan preview splash screen anda bisa mengklik sembarang tempat di layar.
10. Setelah KSnapshot berhasil menangkap splash screen, anda bisa menyimpannya sebagi file PNG, JPEG, BMP atau yg lainnya.
Setelah berhasil, kini anda bisa mengirimkannya kpd teman atau saudara anda yg berada di belahan bumi manapun tanpa perlu mengundangnya ke rumah (lewat email tentunya). Kirimi saya jg dong klo anda berkenan:)
Hari-hari Sebelum Minggu Tenang
Minggu tenang untuk ujian akhir semester kali ini didahului dengan dua hari yang lumayan melelahkan. Seperti biasa, kegiatan kuliah banyak diwarnai dengan berbagai hal, baik itu yang menyenangkan terlebih pula hal yang tak menyenangkan. Satu hal yang mungkin paling sering dialami oleh sebagian besar mahasiswa adalah dosen yang tak hadir, entah karena suatu urusan yang tak bisa ditunda atau karena “urusan lainnya”.
Kalau Si Dosen mampu memberikan seluruh materi kuliahnya sebelum minggu tenang sih ga masalah. Hanya saja kalau terlalu banyak jam kuliah yang kosong kan kuliahnya jadi ‘anyep’ meskipun kadang-kadang menyenangkan juga sih!
Adalah kalkulus dan praktikum basis data yang kebetulan mengalami beberapa kekosongan menjelang berkhirnya semester II ini. Padahal dari awal semester, kedua mata kuliah ini jarang banget lho mengalami kekosongan. Akibatnya ada beberapa materi kuliah yang belom selesai. Dua hari terakhir menjadi ajang untuk merampungkan semua materi.
Hari Jum’at sore, praktikum basis data menambah jam praktikumnya satu jam hingga aku baru bisa sampai ke rumah jam 7 malam. Lumayan capek juga sih but tidur malamnya jadi lebih awal daripada biasanya. Keesokan harinya yaitu hari Sabtu yang mestinya menjadi ‘hari libur nasional’ malah menjadi hari kalkulus karena hari itu merupakan hari belajar kalkulus yang paling lama dalam sejarah (wualah) yaitu kuliah kalkulus tiga jam nonstop (bahkan lebih). Wualah….mantap
Memang sungguh hal yang menyenangkan bukan? Hari-hari menjelang minggu tenang diakhiri dengan 3_jam_kalkulus…
Berawal dari permintaan seorang teman yang menginginkan saya untuk mengiriminya tata cara tentang bagaimana membuat blog di blogsome maka saya buat blog ini. Semoga blog ini dapat memberikan manfaat bagi siapapun yang membacanya. Bukannya bermaksud menggurui tetapi memang banyak pengguna internet yang belum tahu tentang bagaimana membuat [mendaftar] blog. Berikut ini adalah cara simpel membuat blog [di blogsome, untuk blog yang lain insya 4JJl caranya hampir sama ].
1. Arahkan browser Anda ke alamat www.blogsome.com
2. Lalu ketikkan nama blog sesuai keinginan Anda. Nama blog-nya nantinya memiliki format NAMAAnda.blogsome.com
3. Setelah itu klik Get your free blog now. Tunggu beberapa saat.
4. Akan muncul form page yang harus diisi dengan berbagai informasi layaknya ketika kita mendaftar email. Setelah terisi semua, jangan lupa mencentang l have read and agree to the Terms of Service. Lalu klik Get your free blog now.
5. Berikutnya Anda akan disuguhi halaman tentang alamat blog milik Anda. Tentang bagaimana Anda bisa login [alamat login Anda] dan informasi lainnya.
6. Jangan lupa untuk mengecek email Anda karena userrname dan password untuk blog dikirimkan via email. Password yang
7. Buka email dari blogsome dan copy-lah passwordnya [atau dihafal juga boleh] . Anda bisa login dengan mengklik kanan link di bawah The login page is lalu pilih open in new tab atau open in new window.
8. Anda bisa langsung login dengan user name Anda dan copy-lah [ketiklah] password ke tempat yang ada.
9. Setelah masuk ke blog administration, carilah link yang bernama User dan ubahlah password Anda tadi dengan mengetik password baru pada form new password(leave blank to stay the same). Kalau udah selesai, klik Update profile>>.
10. Lain kali kalau Anda ingin login, Anda hanya perlu mengetikkan alamat blog Anda [NAMAAnda.blogsome.com] lalu pada bagian kiri layar carilah link yang bernama login. Klik link tersebut kemudian loginlah dan Anda pun siap untuk mengisi blog dengan berbagai informasi.
11. Cara mengisi blog sangat mudah, Anda tinggal mengklik link bernama Write lalu beri judul blog pada tittle dan ketik isi blog Anda. Terakhir klik Publish.
Aksi Dukun Menutup Semburan Lumpur
Pakar geologi Universitas Oslo, Norwegia, Adriano Mazzini, yang meneliti bencana lumpur di Sidoharjo, seperti dilansir koran Inggris The Guardian 28 September 2006, meramalkan semburan lumpur bisa berlangsung 10 hingga 100 tahun. Skala bencana lumpur panas itu disetarakan dengan tragedi tenggelamnya tanker minyak Exxon Valdez di Alaska, 1989, yang menumpahkan sekitar 11 juta galon minyak mentah ke laut.
Benarlah firman Allah: “Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang lurus).” (QS Ar-Rum, 41)
MUSIBAH lumpur panas yang menyembur sejak 29 Mei 2006 dari sumur Banjar Panji-1 milik PT Lapindo Brantas di desa Renokenongo, kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo provinsi Jawa Timur, hingga kini pemerintah tidak saja belum mampu mengatasinya tapi juga ancaman bahaya traumatis penduduk sangat mencekam.
Kecelakaan yang dialami Lapindo sangat jarang terjadi. Dalam kasus Lapindo, diduga mereka tidak memenuhi prosedur eksplorasi. Ternyata, Lapindo tidak memakai casing dalam pengeboran. Juga, merupakan kelalaian drilling yang dilakukan subkontraktor. Lapindo sendiri saat ini tengah mengupayakan langkah darurat (contingency plan) untuk mengantisipasi kegagalan relief well yang merupakan bagian dari skenario penanganan lumpur. Selain itu, akan ditempuh langkah kreatif berupa pemanfaatan lumpur untuk alternatif bahan bangunan. Konon, dengan menambahkan sedikit semen, ternyata lumpur Lapindo bisa untuk bahan bangunan.
Reaksi masyarakat sekitar lokasi di dalam menyikapi musibah ini, cukup beragam. Warga desa Kedungbendo kecamatan Tanggulangin Sidoarjo pada 17 Agustus 2006 memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia ke-61 di atas tanggul depan balai desa. Hal ini dilakukan sebagai bentuk ekspresi warga yang merasa belum merdeka. Mereka merasa masih terjajah lumpur dan terjajah Lapindo. Upacara tujuhbelasan itu dilakukan oleh lebih dari 100 orang warga Kedungbendo yang menempati perumahan Perumnas Tanggulangin.
Selain upacara tujuhbelasan, ada juga sebagian masyarakat yang menggelar doa bersama. Sebagaimana diberitakan Surya online, sekitar seribu warga Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Kota Probolinggo menggelar Istighotsah Akbar dan manaqib bersama di depan Masjid Agung Raudlatul Jannah, Minggu, 17 September 2006. Nyai Karimah yang memimpin doa dalam Istighotsah Akbar tersebut, meminta kepada Allah SWT, agar masyarakat Sidoarjo yang terkena luberan lumpur panas hasil pengeboran PT Lapindo Brantas Inc diberi ketabahan.
Dari kasus semburan lumpur panas yang tak kunjung henti ini, menurut catatan beberapa media hingga September 2006, setidaknya 13 pabrik harus tutup, sekitar 200 hektar sawah dan pemukiman penduduk tak bisa digunakan dan ditempati lagi. Sebanyak 5.800 penduduk mengungsi, beberapa wilayah berpotensi terkontaminasi, demikian juga dengan tambak-tambak bandeng milik warga serta lumpuhnya aktivitas sosial, pendidikan serta jalur transportasi tol Surabaya-Gempol.
Aksi Dukun
Pada umumnya, masyarakat Indonesia doyan klenik, perdukunan, syirik, bid’ah dan khurafat. Lia Aminuddin, memanfaatkan situasi yang tidak terkendali ini dengan menerbitkan ramalan. Pencetus sekte sesat Salamullah yang konon bisa “menerawang” ini, serta-merta meramalkan bahwa Jawa Timur bakal tenggelam oleh lumpur. Sejumlah dukun, orang pinter, ahli spiritual, tak mau ketinggalan turun ke lokasi untuk mencari solusi, termasuk mencari makna atau “hikmah” di balik terjadinya kasus ini. Pada 2004 lalu, sejumlah paranormal mengadakan upacara sesaji di Surabaya, Jawa Timur. Mereka menancapkan keris pusaka yang disebut pasak bumi, dengan maksud supaya Surabaya tidak dilanda gempa. Bagi mereka yang waras, kasus lumpur Lapindo ini sudah jelas, yaitu merupakan kesalahan manusia (human error) dan mismanagement. Naluri mencari untung besar dengan menekan operational cost serendah mungkin, menjadi salah satu penyebab utama lahirnya kasus ini. Sebagian masyarakat Jawa Timur, bahkan ada yang menyebut lumpur panas yang menyembur tanpa henti ini dengan sebutan Lumpur Marsinah. Pengkait-kaitan lumpur dengan Marsinah (korban kekejian aparat Kodim Sidoarjo), pertama kali dilansir oleh seorang dukun dari Jawa Timur.
Kebetulan, tempat kerja almarhumah Marsinah dulu, pabrik arloji PT Catur Putra Surya, hingga tanggal 25 September 2006 semakin tenggelam, dan tinggal tersisa atap sengnya saja. Kasus Marsinah terjadi Mei 1993, dalam hal ini baik Marsinah dan PT Catur Putra Surya (termasuk jajaran manajemen dan pemiliknya antara lain Yudi Susanto), berada dalam posisi yang sama, yaitu korban arogansi aparat kodim Sidoarjo, kala itu.
Marsinah adalah sosok buruh pemberani yang baik hati. Ia tampil sebagai pembela kawan-kawannya yang karena menggelar demo menuntut kenaikan upah, ditahan oleh oknum aparat Kodim. Padahal saat itu PT CPS sudah pula memenuhi tuntutan yang diajukan para buruh. Maka, Marsinah pun ikut turun tangan berusaha membebaskan kawan-kawannya. Namun, ia harus berhadapan dengan sekelompok orang yang tergolong pengecut, dan Marsinah gadis malang yang ketika itu berusia 24 tahun, tewas akibat penganiayaan berat. Parahnya, kematian Marsinah ini diskenariokan menjadi beban Yudi Susanto dan seluruh manajemen PT CPS. Alhamdulillah skenario busuk itu gagal.
[colo=blue]Kalau toh Marsinah bisa menjelma menjadi “hantu” tentu yang akan dilakukan sang “hantu” bukanlah menyemburkan lumpur panas, menenggelamkan rumah, sawah, pabrik (termasuk PT CPS), karena itu semua pasti merugikan rakyat[/color]. Kalau Marsinah bisa muncul sebagai “hantu” pastilah yang akan ia lakukan justru menghentikan semburan lumpur. Setelah itu barulah ia mencekik pengusaha dan keluarga Bakrie, mencekik aparat yang seharusnya bertanggung jawab atas kasus lumpur ini namun tidak becus.
Solusi
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyetujui pembuangan lumpur panas Sidoarjo ke laut melalui sungai Porong, sekalipun ada juga yang berkeberatan karena pembuangan Lumpur akan menjadikan laut tercemar, tentu akan mengancam mata-pencaharian nelayan. Padahal, membiarkan genangan lumpur terus bertambah akan mengancam keselamatan jiwa rakyat, sementara menghentikan sumber semburan belum bisa dilakukan. Bahkan sebagian pakar mengatakan ibarat menghentikan lava gunung berapi, tidak mungkin. Pemerintah harus bertindak bijaksana dan serius dalam mengatasi problem sosial masyarakat. Perlu dilakukan inventarisasi alternatif, pilihan langkah dan kemungkinan-kemungkinan dampak yang akan terjadi dari pengambilan keputusan. Dalam kasus adanya dua pilihan yang sama-sama merugikan, bukan karena dosa yang disengaja, maka dipilih resiko yang paling kecil, dengan melakukan tindakan yang melibatkan semua pihak terkait (pemerintah, rakyat korban, masyarakat yang mungkin terkena dampak pembuangan lumpur ke laut).
Sebagai pelajaran, perhatikanlah nasihat Al-Qur’an ini: “Apakah mereka tidak mengadakan perjalanan di muka bumi dan memperhatikan bagaimana akibat (yang diderita) oleh orang-orang yang sebelum mereka? Orang-orang itu adalah lebih kuat dari mereka (sendiri) dan telah mengolah bumi (tanah) serta memakmurkannya lebih banyak dari apa yang telah mereka makmurkan. Dan telah datang kepada mereka rasul-rasul mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata. Maka Allah sekali-kali tidak berlaku zalim kepada mereka, akan tetapi merekalah yang berlaku zalim kepada diri sendiri. Kemudian, akibat orang-orang yang mengerjakan kejahatan adalah (azab) yang lebih buruk, karena mereka mendustakan ayat-ayat Allah dan mereka selalu memperolok-oloknya.” (QS Ar-Ruum, 9-10).
Majalah RISALAH Mujahidin Edisi 2 Th I Syawal 1427 H / November 2006, hal. 42-44.
