Sumber: http://orangemood.wordpress.com/
Masih ingatkah Anda, masa-masa setelah lulus kuliah dulu? beberapa ada yang memikirkan mencari pekerjaan, tentu saja yang berhubungan dengan ilmu yang baru saja diperolehnya kalau bisa, selain itu ada beberapa pertimbangan lain seperti besar kecilnya perusahaan. Dulu saya sendiri masih idealis dan perfeksionis, maunya perusahaan yang besar dengan harapan jenjang karir yang menjamin.
Tapi apakah hal itu cocok untuk semua orang? kebetulan saya merasakan 4 macam perusahaan yang skalanya berbeda-beda, dari skala yang jumlah pegawainya ribuan, puluhan besar, puluhan kecil, dan dibawah sepuluh untuk sekarang. Dari sana Anda juga bisa menarik kesimpulan, perusahaan kecil belum tentu “duit”nya kecil…
Jadi mana yang lebih bagus sebenarnya perusahaan besar atau perusahaan kecil? banyak faktor sebenarnya yang menentukan perusahaan di kategorikan perusahaan yang bagus dan tidak, Anda bisa membaca 32 perusahaan paling dikagumi di Indonesia di majalah Business Week minggu ini 25 july 2007 (saya tidak promosi lho…) disana dipecah-pecah ke dalam masing2 kategori seperti misalnya :
Makanan dan Minuman
PT.Indofod Sukses Makmur Tbk.
PT. Nestle Indonesia
PT. Garuda Putra-Putri Jaya
Rokok
PT. HM Sampoerna Tbk.
PT. Gudang Garam Tbk.
PT. Djarum Kudus
dll dll (maaf daftarnya panjang… silahkan baca sendiri… )
Kalau dari pengalaman pribadi saya saja, saya ada beberapa kesimpulan kelebihan dan kekurangan perusahaan besar vs perusahaan kecil, yaitu :
Big Company
Kelebihan
Stable & Strong, perusahaan besar lebih terjamin keberadaannya terutama bagi Anda yang sudah berkeluarga dan tidak ingin dipusingkan dengan masalah perusahaan yang bangkrut.
Training & Mentor, perusahaan besar biasanya sadar akan pentingnya sebuah program pelatihan dan mentor untuk meningkatkan performa karyawannya.
Facilities & Services, perusahaan besar biasanya menyediakan sarana seperti fasilitas yang cukup lengkap untuk karyawannya.
Fixed Management, perusahaan besar biasanya sudah menentukan peraturan / manajemen yang jelas, tertulis dan pasti.
More Experience, perusahaan besar biasa mempunyai masalah yang lebih kompleks untuk dihadapi, hal itu bisa memperkaya pengalaman kita.
High Motivation, perusahaan besar biasanya pAndai memotivasi karyawannya.
Kekurangan
Birokrasi yang panjang dan “ruwet”, perusahaan besar biasanya mempunyai birokrasi yang panjang untuk suatu hal, baik itu besar atau kecil, misalnya Anda ingin menggunakan mobil kantor harus booking 3 hari sebelum hari h, ingin cuti harus booking 2 minggu sebelum hari h, dsb.
Office politic yang banyak, perusahaan besar biasanya juga lebih banyak memiliki konflik, baik itu internal maupun eksternal.
Jenjang karir yang panjang dan lama, perusahaan besar biasanya mempunyai daftar tingkatan karir yang panjang, misal : Junior, Supervisor, Senior, Assistan Manager, Manager, Assistant Director, Director, Head of Director, Assistant Vice General Manager, Vice General Manager, General Manager, Assistant Director, Director, Vice President, CEO, Share Holder, dsb. (berapa lapis?… ratusan! )
Terlalu banyak campur tangan, perusahaan besar ketika ada suatu kepentingan biasanya akan melibatkan banyak pihak, yang bisa mengakibatkan lebih lamanya proses kepentingan tersebut berjalan atau bahkan tidak berjalan.
Your bos maybe say “Who the hell are u?”, bayangkan Anda bekerja di Microsoft, apakah Anda yakin bisa bertemu Bill Gates setiap saat? setiap hari? setiap minggu? setiap bulan? bahkan setiap tahun?
Hello… I’m Invisible, jika Anda termasuk orang yang didalam “rata2″ didalam sebuah perusahaan, maka jika Anda berada didalam perusahaan yang besar, maka Anda tidak akan terlihat bahkan dikenal, bahkan ketika Anda keluar, mungkin ada beberapa karyawan yang tidak mengetahui Anda pernah bekerja di sana.
No casual style please! biasanya perusahaan besar cukup ketat dalam aturan-aturan termasuk dalam hal berpakaian.
Sebaliknya small company juga ada kelebihan dan kekurangan seperti :
Small Company
Kelebihan
Birokrasi yang lebih simple, what do you need? go ahead!
Minim office politik, biasanya hubungan antar sesama staff atau bos lebih dekat dan kekeluargaan.
Jenjang karir yang cepat. (biasanya hanya staff, manager, general manager, director, owner/shareholder.)
Pengambilan keputusan yang cepat, karena sedikitnya campur tangan, saat akan melakukan sesuatu bisa segera di proses.
Jadi “anak kesayangan” bos , hubungan bos dan Anda mungkin bisa seperti sahabat (bahkan kadang disuruh jaga rumahnya saat bos pergi berlibur…)
“Manuver” Anda akan terlihat jelas, apa yang Anda lakukan untuk perusahaan akan terlihat langsung efeknya baik oleh staff maupun bos Anda.
Go have fun or work? casual style dress code!
Flexible time, biasanya ngga ada mesin absent!
Big /fun rewards, jika perusahaan sedang untung besar dan bos Anda baik, biasanya akan mendapat rewards yang lebih “berasa” baik individual atau keseluruhan seperti jalan2 ke luar negeri satu kantor karena jumlah karyawan hanya 5 misalnya.
Kekurangan
Tidak stabil / dinamik, perusahaan memiliki resiko bangkrut lebih besar.
Learn & do it yourself, biasanya Anda tidak mempunyai mentor / tidak ada training2 khusus.
Fasilitas apa adanya, jangan harap ada mesin kopi automatis yah…
Pengalaman yang stAndar, karena perusahaan kecil biasanya tidak terlalu banyak masalah yang timbul.
Bos seenak jidat, bos = teman, teman = kadang minta tolong terus sampe urusan pribadi seperti jaga rumah…
Atmosfer kerja yang santai, lebih relaks terkadang cenderung lamban.
Diluar itu semua, sebenarnya bekerja dimana2 sama, kita yang mengendalikan, ikutilah “wave” yang ada, dan “tembus” lah saat ada celah dengan “skill” dan “brain” Anda, dengan cara yang “gentleman” dan profesional. Anda bisa sukses dimanapun Anda berada, hanya saja ada beberapa kondisi yang membutuhkan trik-trik khusus agar bisa mem-”boost” karir Anda, dan tentunya penghasilan Anda.