Kumpulan Artikel

KOMPUTER DAN INTERNET, SHARINGAugust 12, 2007 12:18 am

sumber: http://www.mediaindo.co.id/cetak/berita.asp?id=2005031004024903

SEBAGAI satu aktivitas di internet, blogging atau mengelola jurnal online (blog) terus berkembang dari hari ke hari. Aktivitas ini di luar negeri malah sudah bisa berimbas kepada pengawasan lebih ketat terhadap isi berita media tradisional. Bagaimana dengan blogging di Tanah Air?

Blog yang merupakan singkatan istilah web log (catatan di situs internet) dipopulerkan pertama kali oleh Jorn Barger pada 1997. Semula halaman blog digunakan semata-mata untuk menulis pengalaman sehari-hari dari blogger atau penulis blog. Namun sekarang pengisi blog bukan hanya individual saja, tapi juga perusahaan besar, politisi sampai para calon presiden di luar negeri.

Belakangan blog malah digunakan untuk merespons pemberitaan yang dinilai para blogger kurang akurat. Ini terlihat pada kasus stasiun televisi CBS di Amerika Serikat (AS) yang diprotes para blogger dalam pemberitaan perang Irak sampai akhirnya stasiun tersebut meminta maaf dan penyiar terkenalnya, Dan Rather, mengundurkan diri.

Popularitas blog di luar negeri juga terlihat dari hasil survei Pew Internet dan American Life Project beberapa waktu lalu. Dari data yang dikumpulkan dari para pengakses internet di AS, terlihat kenaikan cukup besar dari jumlah pembaca blog. Tercatat 27% pengakses internet itu, atau sekitar 32 juta orang, mengaku pernah membaca blog.

Jumlah blog juga meningkat. Masih dari survei yang sama, dikatakan bahwa pada akhir 2004 terdapat 7% orang dewasa di AS, atau sekitar 8 juta orang, yang menulis jurnal online.

Peran blog biasanya terasa pada saat terjadi peristiwa penting. Kejadian 11 September misalnya telah menumbuhkan aktivitas blog sayap kanan di AS yang mendukung pemerintahnya memerangi terorisme. Blog yang bermuatan politik juga sering dibaca menjelang pemilu presiden. Survei Pew Internet misalnya menyebutkan, 9% pengakses internet di AS rajin membaca blog politik selama masa kampanye presiden 2004 lalu.

Lalu bagaimana dengan blogger Indonesia? Meski belum ada survei resmi, jumlah pengisi jurnal online tersebut terlihat cukup banyak. Menurut Enda Nasution, seorang blogger yang aktif menulis blog sejak 2001, aktivitas blogging di Indonesia menunjukkan indikasi maju. Bukan saja jumlahnya tapi juga kualitas dan intensitasnya. Ini terlihat dari pertumbuhan blog yang tidak lagi sekadar blog pribadi saja.

"Mereka yang sudah comfortable dengan media ini, sekarang mulai bereksperimen menggunakan format blog untuk kepentingan lain yang sifatnya lebih informational atau istilah saya dengan tema khusus, sehingga sudah umum sekarang teman-teman blogger Indonesia yang memiliki blog lebih dari satu buah," ungkap Enda melalui e-mail kepada Media pekan lalu.

Pria yang kini bekerja sebagai manajer pemasaran di sebuah perusahaan internet di Bangkok, Thailand ini lantas mencontohkan beberapa blog lokal yang sering diakses pembaca. Antara lain http://www.sembarang.com, yaitu blog tentang lifestyle milik blogger Benny Chandra, kemudian http://direktif.web.id berisi blog Small Office Home Office milik Ikhlasul Amal.

Pembaca yang ingin tahu tentang beasiswa bisa melongok blog kumpulan informasi beasiswa di http://beasiswaindonesia.blogspot.com. Enda sendiri menulis soal pemilu 2004 di http://pemilu2004.goblogmedia.com.

Menurut Enda, dengan makin familiarnya orang Indonesia terhadap format blog, maka perannya sebagai suplemen informasi di media massa menjadi tidak terhindari. Meski demikian blog lokal memang masih kalah dibanding mailing list dalam menyebarkan informasi. "Masalahnya adalah di milis sulit untuk merujuk pada sebuah berita, atau mencarinya lagi. Sistem pengarsipannya juga tidak ter-index oleh search engine. Sedang jika kita mem-posting-kan informasi itu dalam blog maka akan mudah bagi orang lain merujuknya," ungkap Enda.

Aktivitas blogger lokal sendiri sempat dikecam pengamat multimedia Roy Suryo. Dosen Universitas Gadjah Mada ini menilai masih banyak blog lokal yang sifatnya main-main, tidak serius, sehingga sulit menyamai kualitas blog di luar negeri.

Kecaman ini dibantah Enda yang menyebut kualitas blog Indonesia tidak berbeda jauh dari dunia blog (blogsphere) di luar negeri. "Kita sekarang berada pada tahap memperbesar populasi blogger dan mengenalkan format serta teknologi ini pada orang banyak," kata Enda. Ia memprediksi kemajuan blog lokal tinggal menunggu waktu karena keunggulan-keunggulan blog itu sendiri yaitu murah, cepat, mudah, partisipatif dan aksesibilitas. (War/B-2)

SHARING, REFLEKSI 12:16 am

Sumber: http://orangemood.wordpress.com/

Masih ingatkah Anda, masa-masa setelah lulus kuliah dulu? beberapa ada yang memikirkan mencari pekerjaan, tentu saja yang berhubungan dengan ilmu yang baru saja diperolehnya kalau bisa, selain itu ada beberapa pertimbangan lain seperti besar kecilnya perusahaan. Dulu saya sendiri masih idealis dan perfeksionis, maunya perusahaan yang besar dengan harapan jenjang karir yang menjamin.

Tapi apakah hal itu cocok untuk semua orang? kebetulan saya merasakan 4 macam perusahaan yang skalanya berbeda-beda, dari skala yang jumlah pegawainya ribuan, puluhan besar, puluhan kecil, dan dibawah sepuluh untuk sekarang. Dari sana Anda juga bisa menarik kesimpulan, perusahaan kecil belum tentu “duit”nya kecil…

Jadi mana yang lebih bagus sebenarnya perusahaan besar atau perusahaan kecil? banyak faktor sebenarnya yang menentukan perusahaan di kategorikan perusahaan yang bagus dan tidak, Anda bisa membaca 32 perusahaan paling dikagumi di Indonesia di majalah Business Week minggu ini 25 july 2007 (saya tidak promosi lho…) disana dipecah-pecah ke dalam masing2 kategori seperti misalnya :

Makanan dan Minuman
PT.Indofod Sukses Makmur Tbk.
PT. Nestle Indonesia
PT. Garuda Putra-Putri Jaya

Rokok
PT. HM Sampoerna Tbk.
PT. Gudang Garam Tbk.
PT. Djarum Kudus

dll dll (maaf daftarnya panjang… silahkan baca sendiri… )

Kalau dari pengalaman pribadi saya saja, saya ada beberapa kesimpulan kelebihan dan kekurangan perusahaan besar vs perusahaan kecil, yaitu :

Big Company
Kelebihan

  • Stable & Strong, perusahaan besar lebih terjamin keberadaannya terutama bagi Anda yang sudah berkeluarga dan tidak ingin dipusingkan dengan masalah perusahaan yang bangkrut.

  • Training & Mentor, perusahaan besar biasanya sadar akan pentingnya sebuah program pelatihan dan mentor untuk meningkatkan performa karyawannya.

  • Facilities & Services, perusahaan besar biasanya menyediakan sarana seperti fasilitas yang cukup lengkap untuk karyawannya.

  • Fixed Management, perusahaan besar biasanya sudah menentukan peraturan / manajemen yang jelas, tertulis dan pasti.

  • More Experience, perusahaan besar biasa mempunyai masalah yang lebih kompleks untuk dihadapi, hal itu bisa memperkaya pengalaman kita.

  • High Motivation, perusahaan besar biasanya pAndai memotivasi karyawannya.

Kekurangan

  • Birokrasi yang panjang dan “ruwet”, perusahaan besar biasanya mempunyai birokrasi yang panjang untuk suatu hal, baik itu besar atau kecil, misalnya Anda ingin menggunakan mobil kantor harus booking 3 hari sebelum hari h, ingin cuti harus booking 2 minggu sebelum hari h, dsb.

  • Office politic yang banyak, perusahaan besar biasanya juga lebih banyak memiliki konflik, baik itu internal maupun eksternal.

  • Jenjang karir yang panjang dan lama, perusahaan besar biasanya mempunyai daftar tingkatan karir yang panjang, misal : Junior, Supervisor, Senior, Assistan Manager, Manager, Assistant Director, Director, Head of Director, Assistant Vice General Manager, Vice General Manager, General Manager, Assistant Director, Director, Vice President, CEO, Share Holder, dsb. (berapa lapis?… ratusan! )

  • Terlalu banyak campur tangan, perusahaan besar ketika ada suatu kepentingan biasanya akan melibatkan banyak pihak, yang bisa mengakibatkan lebih lamanya proses kepentingan tersebut berjalan atau bahkan tidak berjalan.

  • Your bos maybe say “Who the hell are u?”, bayangkan Anda bekerja di Microsoft, apakah Anda yakin bisa bertemu Bill Gates setiap saat? setiap hari? setiap minggu? setiap bulan? bahkan setiap tahun?

  • Hello… I’m Invisible, jika Anda termasuk orang yang didalam “rata2″ didalam sebuah perusahaan, maka jika Anda berada didalam perusahaan yang besar, maka Anda tidak akan terlihat bahkan dikenal, bahkan ketika Anda keluar, mungkin ada beberapa karyawan yang tidak mengetahui Anda pernah bekerja di sana.

  • No casual style please! biasanya perusahaan besar cukup ketat dalam aturan-aturan termasuk dalam hal berpakaian.

Sebaliknya small company juga ada kelebihan dan kekurangan seperti :

Small Company
Kelebihan

  • Birokrasi yang lebih simple, what do you need? go ahead!

  • Minim office politik, biasanya hubungan antar sesama staff atau bos lebih dekat dan kekeluargaan.

  • Jenjang karir yang cepat. (biasanya hanya staff, manager, general manager, director, owner/shareholder.)

  • Pengambilan keputusan yang cepat, karena sedikitnya campur tangan, saat akan melakukan sesuatu bisa segera di proses.

  • Jadi “anak kesayangan” bos , hubungan bos dan Anda mungkin bisa seperti sahabat (bahkan kadang disuruh jaga rumahnya saat bos pergi berlibur…)

  • “Manuver” Anda akan terlihat jelas, apa yang Anda lakukan untuk perusahaan akan terlihat langsung efeknya baik oleh staff maupun bos Anda.

  • Go have fun or work? casual style dress code!

  • Flexible time, biasanya ngga ada mesin absent!

  • Big /fun rewards, jika perusahaan sedang untung besar dan bos Anda baik, biasanya akan mendapat rewards yang lebih “berasa” baik individual atau keseluruhan seperti jalan2 ke luar negeri satu kantor karena jumlah karyawan hanya 5 misalnya.

Kekurangan

  • Tidak stabil / dinamik, perusahaan memiliki resiko bangkrut lebih besar.

  • Learn & do it yourself, biasanya Anda tidak mempunyai mentor / tidak ada training2 khusus.

  • Fasilitas apa adanya, jangan harap ada mesin kopi automatis yah…

  • Pengalaman yang stAndar, karena perusahaan kecil biasanya tidak terlalu banyak masalah yang timbul.

  • Bos seenak jidat, bos = teman, teman = kadang minta tolong terus sampe urusan pribadi seperti jaga rumah…

  • Atmosfer kerja yang santai, lebih relaks terkadang cenderung lamban.

Diluar itu semua, sebenarnya bekerja dimana2 sama, kita yang mengendalikan, ikutilah “wave” yang ada, dan “tembus” lah saat ada celah dengan “skill” dan “brain” Anda, dengan cara yang “gentleman” dan profesional. Anda bisa sukses dimanapun Anda berada, hanya saja ada beberapa kondisi yang membutuhkan trik-trik khusus agar bisa mem-”boost” karir Anda, dan tentunya penghasilan Anda.

SHARING, REFLEKSI 12:10 am

Ga tahu disengaja ato tidak, tiap kali Panda nggantiin Desta di acara Putuss, sering banget salah nyebut tag line sponsor-nya Absen Pagi bersama …..
Hampir dapat dipastikan kalo Panda yang nyebut, tag line-nya pasti berubah jadi ‘’kalau ada yang extra, ngapain pilih yang lain”.
Tag line yang bener pasti semuanya udah tahu kan?
Saya sendiri juga ga gitu mempermasalahkan hal itu. Akan tetapi, jika dilihat dari sisi yang lain akan tampak adanya suatu ‘ketidakprofesionalan’ untuk radio sekelas prambors yang cabangnya ada di berbgai kota. Gimana menurut Anda?