Kumpulan Artikel

Umum, keseharian, ISLAM, inspirasiAugust 28, 2008 4:25 am

Pengertian

Secara etimologis, shiyam (atau shaum) berarti menahan diri. Adapun secara terminologis, shiyam adalah menahan diri dari hal-hal yang membatalkannya, sejak terbitnya fajar sampai terbenamnya matahari, disertai dengan niat.

Keutamaan Puasa

  1. Diantara keutamaan puasa adalah sebagai berikut :
  2. Puasa merupakan perisai dari berbagai hawa nafsu.
  3. Puasa sangat istimewa dihadapan Allah, karena setiap ibadah adalah untuk kepentingan seorang hamba kecuali puasa, sehingga Dia sendiri yang akan membalasnya.
  4. Orang-orang yang gemar berpuasa akan masuk surga melalui pintu khusus yang bernama Al-Rayyaan.
  5. Diantara doa yang mudah dikabulkan oleh Allah adalah doa orang yang sedang berpuasa sampai dia berbuka, atau pada saat berbuka.
  6. Dari sisi jasmaniyah, puasa bisa menjaga kesehatan tubuh.

Macam-macam Puasa

Puasa dibedakan atas yang fardhu, yang tathawwu’, yang diharamkan, dan yang makruh. Puasa yang fardhu adalah puasa ramadhan, puasa kaffarat, dan puasa nadzar. Puasa yang tathawwu’ adalah puasa Dawud (yakni puasa sehari dan berbuka sehari), puasa Senin dan Kamis, puasa tiga hari setiap bulan (yakni pada Ayyamul Biidh : tanggal 13, 14, 15 setiap bulan qamariyah), puasa enam hari di bulan Syawwal, puasa pada hari Arafah bagi yang tidak berhaji, puasa delapan hari di bulan Dzulhijjah, puasa Taasuu-aa’ (9 Muharram) dan puasa ‘Aasyuuraa’ (10 Muharram), puasa pada bulan-bulan haram yaitu Muharram, Rajab, Dzulqa’dah, dan Dzulhijjah, puasa pada bulan Sya’ban, puasa pada hari dimana tidak punya makanan.

Puasa yang dilarang (haram) adalah  puasa sunnah seorang wanita tanpa seijin suaminya sementara suaminya itu hadir, puasa pada hari syakk (yang diragukan), puasa pada hari ‘Id (baik ‘Idul Fithri maupun ‘Idul Adhha), puasa pada hari-hari Tasyriq (yakni 11, 12, dan 13 Dzulhijjah), puasa wanita yang sedang haidh atau nifas, puasa wishal (siang dan malam sekaligus), puasa yang sangat dikhawatirkan akan menyebabkan kebinasaan bagi pelakunya. Sedangkan puasa yang makruh adalah puasa khusus hari Jum’at atau Sabtu dan puasa dahr (puasa setiap hari).

Syarat-syarat Puasa

Syarat wajibnya puasa adalah :

  1. Islam
  2. Baligh
  3. Berakal
  4. Mampu
  5. Muqim

Adapun syarat sahnya puasa adalah :

  1. Berniat
  2. Tidak sedang haidh atau nifas (bagi wanita)
  3. Pada waktu yang diperbolehkan berpuasa

Sunnah-sunnah Puasa

  1. Makan sahur (antara tengah malam sampai terbitnya fajar) dan mengakhirkannya lebih utama
  2. Menyegerakan berbuka
  3. Berdoa selama berpuasa dan pada saat berbuka
  4. Memberi makan orang yang berpuasa
  5. Menjaga semua anggota tubuh dari dosa
  6. Banyak bershadaqah dan berbuat baik kepada sesama
  7. Mandi besar (karena junub, suci dari haidh, suci dari nifas) sebelum terbitnya fajar
  8. Banyak membaca Al-Qur’an dengan disertai tadabbur, dan banyak mempelajari ilmu-ilmu agama selama bulan Ramadhan
  9. Giat dalam beribadah, terutama dengan beriktikaf pada sepuluh hari yang terakhir bulan Ramadhan
  10. Melakukan qiyamul lail (qiyam Ramadhan) selama bulan Ramadhan

Batalnya Puasa

  1. Makan dan minum
  2. Masuknya sesuatu yang zhahir kedalam perut melalui rongga tubuh
  3. Muntah secara sengaja
  4. Haidh , nifas, atau melahirkan
  5. Onani (istimna’)
  6. Murtad
  7. Jima’ (berhubungan kelamin) : Kafarahnya adalah membebaskan budak, atau berpuasa dua bulan berturut-turut, atau memberi makan 60 orang miskin.

Hal-hal yang Diperbolehkan Selama Berpuasa

  1. Mengguyurkan air ke tubuhnya atau membenamkan diri kedalam air
  2. Bercelak, mencuci mata dengan air, atau memasukkan apapun ke kelopak mata
  3. Mencium isteri atau memeluknya bagi yang sanggup menahan dirinya
  4. Berbekam (suatu bentuk pengobatan dengan cara mengambil darah pada bagian-bagian tubuh tertentu), kecuali jika akan melemahkan yang dibekam maka hukumnya makruh.
  5. Berkumur-kumur (madhmadhah) atau membersihkan hidung dengan air (istinsyaq), kecuali jika berlebihan maka hukumnya makruh.
  6. Mencicipi makanan sekedarnya, sepanjang tidak sampai ke kerongkongan.
  7. Mendapati waktu shubuh dalam keadaan junub
  8. Wanita yang terputus darah haidh atau nifasnya sebelum shubuh boleh mengakhirkan mandinya pada waktu shubuh.

Sebab-sebab Diperbolehkannya Berbuka

Pertama. Safar (perjalanan jauh) : wajib qadha’
Kedua. Sakit : wajib qadha’. Jika sakitnya tidak bisa diharapkan kesembuhannya maka ia tidak usah meng-qadha’ tetapi cukup bayar fidyah.
Ketiga. Hamil : diperselisihkan penggantiannya
Keempat. Menyusui : diperselisihkan penggantiannya

Untuk wanita yang hamil atau menyusui :

Jika khawatir terhadap dirinya sendiri saja : wajib qadha’ saja

Jika khawatir terhadap anaknya saja :

  • menurut jumhur  : wajib qadha’ saja
  • menurut Imam Syafi’i   : wajib qadha dan juga fidyah

Jika khawatir terhadap dirinya dan juga anaknya :

  • menurut Ibnu Umar dan Ibnu Abbas : wajib bayar fidyah saja
  • menurut Imam Syafi’i  : wajib qadha’ saja

Jika seorang wanita berturut-turut melahirkan dan menyusui, Dr. Yusuf Al-Qaradhawi mengatakan bahwa ia hanya wajib membayar fidyah, tanpa meng-qadha’.

Kelima. Lanjut usia : wajib bayar fidyah
Keenam. Lapar atau haus yang sangat hebat  : wajib qadha’
Ketujuh. Paksaan : wajib qadha’

Keterangan : Membayar fidyah artinya memberi makan satu orang miskin sebanyak hari dimana seseorang meninggalkan puasa. Besarnya fidyah menurut jumhur adalah satu mudd, sedangkan menurut Hanafiyah adalah setengah sha’.

 

Bulan Ramadhan

Menurut bahasa, Ramadhan artinya yang membakar dan sangat panas menyengat. Dengan demikian, diharapkan pada bulan Ramadhan dosa-dosa kita bisa terbakar dengan amal ibadah kita. Adapun menurut istilah, bulan Ramadhan adalah nama bulan ke-9 dalam tahun qamariyah, sesudah Sya’ban dan sebelum Syawwal.

Bulan Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al-Qur’an (QS Al-Baqarah : 185) sebagai petunjuk bagi manusia, penjelasan dan keterangan tentang petunjuk itu, dan juga pembeda antara yang benar dan yang bathil.

Bulan Ramadhan merupakan bulan diwajibkannya berpuasa dalam rangka tarbiyah:

  • Tarbiyah ruhiyah : menguatkan iman, ketaatan, dan kedekatan diri kepada Allah.
  • Tarbiyah akhlaqiyah : melatih kejujuran, kesabaran, kerja keras, dan kasih-sayang serta persaudaraan.
  • Tarbiyah jismiyah : melatih kesiapan berjihad

Bulan Ramadhan merupakan bulan diutusnya Muhammad sebagai Rasulullah, dimana beliau merupakan rujukan syariat sekaligus teladan bagi umat manusia.

Bulan Ramadhan sangat kondusif untuk banyak beribadah dan beramal shalih.

  • Pada bulan ini, pintu-pintu surga dibuka lebar-lebar, pintu-pintu neraka ditutup rapat-rapat, dan syetan-syetan dibelenggu.
  • Pada bulan ini, pahala-pahala amal baik dilipatgandakan berlipat-lipat. Amalan sunnah pada bulan ini berpahala seperti amalan wajib pada bulan-bulan yang lain. Amalan wajib dilipatgandakan berlipat-lipat tidak seperti bulan-bulan yang lain.
  • Pada bulan ini terdapat satu malam yang lebih baik daripada seribu bula, yakni malam lailatul qadar.
  • Bulan ini merupakan bulan penghapusan dosa bagi yang berpuasa dengan ikhlas dan sungguh-sungguh.

Kapan Bulan Ramadhan Tiba ?

Tibanya bulan Ramadhan diketahui dengan melihat bulan baru (ru’yatul hilal) setelah bulan Sya’ban. Jika setelah malam ke-29 Sya’ban kita tidak bisa melihat bulan maka kita genapkan bulan Sya’ban menjadi 30 hari. Rasulullah saw bersabda,”Berpuasalah kalian karena melihat bulan dan berbukalah kalian (ber-Idul Fithri) karena melihat bulan, jika mendung menghalangi pandangan kalian maka genapkanlah hitungan Sya’ban menjadi tiga puluh hari”.

Terkait dengan masalah hisab (perhitungan), kesaksian melihat bulan tidak boleh bertentangan dengan hasil hisab.

Ancaman Bagi yang Tidak Berpuasa pada Bulan Ramadhan Tanpa Udzur

Dari Ibnu Abbas ra : Rasulullah saw bersabda,”Simpul-simpul Islam dan landasan agama ada tiga, dimana prinsip-prinsip Islam dibangun diatas ketiganya. Barangsiapa meninggalkan salah satu dari ketiganya maka dia telah kafir dan halal darahnya : 1)Syahadat Laa Ilaaha Illallah, 2)Sholat-sholat wajib, 3)Puasa Ramadhan”. [HR Abu Ya’laa dan Ad-Dailami, dishahihkan oleh Imam Adz-Dzahabi]

Dari Abu Hurairah ra : Nabi saw bersabda,”Barangsiapa tidak berpuasa sehari saja pada bulan Ramadhan, tidak karena rukhshah yang diberikan oleh Allah kepadanya, maka tidak akan dapat menggantikannya puasa seumur hidup seandainya ia melakukannya”. [HR Abu Dawud, Ibnu Majah, dan At-Tirmidzi ]. Dalam riwayat Bukhari, disebutkan bahwa Abu Hurairah berkata : Nabi saw bersabda,” Barangsiapa tidak berpuasa sehari saja pada bulan Ramadhan, tidak karena udzur dan tidak pula karena sakit, maka tidak akan dapat menggantikannya puasa seumur hidup seandainya ia melakukannya”...........Selengkapnya>>

Umum 4:24 am

Bulan Ramadhan, paling nggak bikin kita seneng ati. Rasanya kita jadi semangat banget untuk melakukan berbagai kegiatan yang baik-baik. Paling utama bagaimana kita suka-cita melaksanakan puasa yang emang diwajibkan di bulan ramadhan ini. Bagi orang-orang yang beriman, rasanya nggak ada alasan deh untuk tidak gembira dengan datangnya bulan ramadhan ini. Tul nggak?

Namun sayangnya, seperti tahun-tahun sebelumnya, ramadhan tahun ini pun terpaksa harus kurang gereget. Kurang seru karena kok kayaknya secara umum biasa-biasa aja. Sepertinya nggak ada yang beda. Kalo secara pribadi mungkin masing-masing orang bisa merasakan perbedaannya. Tapi masalahnya, kita kan pengen suasana ini mengimbas juga buat kehidupan sosial kita. Bener apa bener?

Yup, ramadhan yang seharusnya bisa memberi kita warna berbeda dan bikin tentrem ati, tapi akhirnya hanya jadi sekadar pelengkap bulan yang ada aja. Kita sedih banget deh. Sebab, meski kegiatan keislaman marak digelar, tapi kegiatan yang nyerempet-nyerempet dosa juga tetep digeber abis. Coba deh kalo kamu jalan-jalan ke sudut-sudut kota. Ke terminal misalnya, kamu mungkin akan memergoki orang-orang yang lagi asyik judi di tengah hari bulan ramadhan. Duh, apa nggak membangkang sama Allah tuh?

Terus, beberapa warung makan juga sigap beraksi lagi, setelah cuma sehari di awal ramadhan tutup. Sekarang, pada pertengahan ramadhan, yang tidak puasa juga kian berani menampakkan identitasnya. Cuek abis makan di sembarang tempat. Atau paling nggak sekadar merokok di sana-sini. Ah, rasanya kok kayak nggak berada di bulan ramadhan.

Belum lagi kalo ngeliat tayangan di tele-visi. Seperti bulan lalu, para pengusaha televisi tetep getol memberi persetujuan kepada para pimpinan programnya untuk menyiarkan tayangan miskin manfaat. Maka, tayangan sekelas Bidadut pun tetep digeber meski di bulan ramadhan. Lengkap dengan tiga penyanyi yang menjadi maskot tayangan dangdut itu. Katanya sih, goyangnya aja yang dikurangi, plus kostum penari dangdutnya yang dibuat sedikit sopan. Bila perlu pakai kerudung! Gubrak!

Acara infotainment yang menguliti kehidupan para seleb pun nggak absen meski ramadhan. Bahkan kesannya makin gencar aja, karena baأ¢â‚¬â„¢da shubuh pun joss terus ditayang-kan. Sssttt.. yang mau tadarus al-Quran aja jadi tergoda melototin tayangan tersebut. Mungkin bagi yang nggak suka pasti sebel deh. Tapi kita prihatin karena sangat boleh jadi kalangan yang terbius dengan tayangan seperti itu jumlahnya mungkin banyak banget.

Yup, sepertinya para pengusaha televisi dan gerombolannya sedang menertawakan kita-kita yang puasa. Atauأ¢â‚¬آ¦ apa mungkin kalo mereka ingin menghibur kaum muslimin setelah seharian lelah dan letih menahan diri untuk tidak makan dan minum?

Walah, kalo niatnya pengen menghibur harusnya memberikan tayangan yang oke punya ya? Misalnya memberikan informasi yang menarik tentang Islam. Menyampaikan pesan-pesan yang bermutu dan berilmu. Kita?آ  jadi tambah wawasan. Ilmu dapat, takwa meningkat. Pokoknya kita bisa mendapatkan nilai lebih dari bulan ramadhan ini.

Jangan jadi badut
Idih, emangnya jadi badut nggak boleh? Hehehe.. maksudnya kita jangan cuma bisa nyenengin ati orang lain aja, meski harus dengan menipu diri. Kalo jadi badut kan jual tampang aja. Kita berlindung di balik kedok yang bisa menghibur orang yang melihat kita.

Duh, jangan sampe deh, kita bermanis-manis di depan orang untuk menghibur mereka. Bisa jadi lho mereka seneng melihat kita berubah jadi alim. Boleh jadi mereka ngacungin 4 jempol sekaligus sebagai tanda salut ama perubahan kita pas ramadhan.

Tapi jangan salah lho, kalo kita pas ramadhan aja jadi alim, begitu selesai ramadhan malah kembali ke habitat awal yang jelek. Kan jadinya selain menipu orang, juga menipu diri sendiri. Yuk kita perbaiki amalan kita. Sayang lho, kalo sampe angus en puasa kita cuma dapetin lapar dan haus aja.

Sobat muda muslim, hal yang sama kita sampaikan juga kepada mbak-mbak dan mas-mas yang kadung menjelma jadi seleb di dunia entertainment. Mereka udah biasa menghibur kita-kita para penggemarnya. Bahkan ada yang bulan lalu jor-joran dengan gaya menghiburnya yang dahsyat bikin kelenger siapa saja yang lihat. Karena full aurat dan erotis. Kini, banyak kalangan seleb berubah jadi alim. Meski sayangnya, ini baru tampak kulitnya aja. Isinya sih, jangan-jangan masih seperti dulu.

Sekadar gambaran aja, Inul yang tampil berkerudung di sebuah tabloid hiburan mengaku akan mengerem goyang ngebornya selama bulan puasa. Setelah selesai ramadhan? Ngebor lagi bo..! Waduh!

Kita nggak bermaksud bikin ricuh suasana karena mungkin ada yang bilang kita kok kayaknya nggak rela ada orang berubah meski sedikit saja. Kita-kita senang kok kalo ramadhan ini mampu memberikan perubahan pada seseorang untuk menjadi lebih baik. Tapi kita lebih seneng lagi kalo perubahan-nya itu benar-benar nyata. Nggak palsu. Nggak cuma selama ramadhan aja. Tapi seterusnya kan jauh lebih baik. Tul nggak?

Sayangnya, banyak dari kita juga yang berubah seketika, untuk kemudian balik lagi ke kondisi awal yang agak-agak error gitu. Oya, kadang kasihan juga ngeliat kalangan seleb dunia hiburan, banyak dari mereka juga berubah pas ramadhan aja. Setelah itu mah, ya joss lagi nggak bener.

Sobat, ini sekadar taushiyah kecil buat kita semua tentang ramadhan. Nggak ada maksud menyebarkan permusuhan, kita sekadar mengajak untuk lebih baik. Dan perlu dicatat bahwa yang ngajak belum tentu lebih baik. Itu artinya, kita sama-sama belajar untuk berubah menjadi baik. Tul nggak?

Agar puasa berbuah takwa
Oke deh pertanyaan kita sekarang, gimana supaya puasa kita ada bekasnya? Pertama, luruskan niat. Yup, pastikan niat kita melaksanakan puasa ramadhan benar-benar hanya karena Allah semata. Bukan karena paksaan ortu, atau sekadar menutupi rasa malu sama teman. Suer. Kayaknya malu deh kalo udah gede kayak kita-kita ini niat puasanya karena ingin mendapatkan jatah jajan dari ortu en sodara-sodara waktu lebaran nanti. Jadi, luruskan dan mantapkan niat, karena puasa ini pahalanya gede lho. Bener.

Dalam sebuah hadis qudsiy Rasulullah saw. bersabda: Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, bau mulut orang berpuasa benar-benar lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kesturi. Dia meninggalkan makanannya, minumannya, syahwatnya semata-mata karena Aku. Puasa itu adalah bagi-Ku. Dan Aku sendirilah yang akan memberikan pahalanya. Dan kebajikan (pada bulan Ramadhan) diberi pahala dengan sepuluh kali lipat kebajikan yang semisalnya. (HR Bukhari dari Abu Hurayrah)

Kedua, kuasai ilmunya. Benar. Karena puasa bukan semata menahan diri dari rasa lapar dan haus. Tapi juga sekaligus menahan hawa nafsu. Boleh dibilang tutup mulut, tutup mata, en tutup telinga dari segala aktivitas yang bisa nguras pahala puasa kita. Kamu boleh jadi kuat nahan mulut untuk tidak makan dan minum, tapi banyak yang tergoda untuk ngebusa ngegosipin kejelekan teman. Tahan pandangan dari melihat hal-hal yang nggak boleh dilihat. Juga tutup telinga dari dengerin gosip supaya nggak tergoda pengen nimbrung.

Itu sebabnya, kamu juga kudu ngeh ilmunya. Biar puasa kita mantep. Kalo tahu ilmunya, insya Allah akan membekas dalam diri kita bahwa puasa adalah kewa-jiban dan ladang amal yang luas. Maka, nggak bakalan disia-siakan tuh kesem-patan emas ini untuk ibadah mendulang pahala. Terus, kita juga nggak bakalan gegabah balik ke أ¢â‚¬?habitatأ¢â‚¬â„¢ awal perbuatan kita agak-agak error itu, karena kita tahu bahwa perbuatan maksiat haram dilaksanakan di bulan mana pun, apalagi di bulan ramadhan. Insya Allah nantinya kamu bisa jaga diri untuk tidak kembali jadi senewen pascapuasa. Kita jadi orang-orang yang bertakwa. Lagian kita nggak mau dong berbuat dosa yang buahnya nanti neraka. Naudzubillahi min dzalik. Jadi, belajar adalah kuncinya. Baca en ikuti kajian Islam yang marak selama bulan ramadhan ini. Ayo, kamu bisa!

Ketiga, kondusifkan suasana. Nah, suasana ramadhan mampu memberikan warna tersendiri dalam hidup kita. Warna yang ten-tunya sedap dipandang mata. Di bulan ini, rasanya kita jadi getol baca al-Quran, jadi giat sholat wajib dan sunnah, juga sregep ikut kajian Islam tanpa disuruh-suruh lagi. Kita melakukannya dengan penuh semangat dan insya Allah ikhlas. Nggak heran, sebab hampir semua orang-orang terdekat kita juga giat melakukan ibadah. Saling mengingatkan, saling menasihati, juga saling menolong tumbuh saat ramadhan. Rasa kebersamaan kita terwujud karena individu lain pun memberi dukungan. Salah satunya dengan melakukan aktivitas yang sama. Enak bukan? Tanpa sadar kita pun kebawa. Suasana kondusif seperti ini tentunya bikin enak ati kita.

Nah, supaya ketika ramadhan berlalu tapi kegiatan seperti ini bisa bertahan, buatlah suasana yang juga mirip dengan ramadhan. Minimal di keluarga kita dulu. Kita kondisikan misalnya dengan melaksanakan shaum 6 hari di bulan syawal. Seterusnya, seluruh anggota, bila perlu teman-teman di sekolah membia-sakan diri untuk melakukan ibadah puasa sunnah senin-kamis. Dengan harapan, puasa tersebut bisa menahan kita untuk tidak berbuat maksiat. Baca al-Quran setiap hari, insya Allah bisa menghidupkan kembali أ¢â‚¬?ruhأ¢â‚¬â„¢ ramadhan.

Keempat, pahami Islam sebagai ideologi. Oya, supaya lebih mantap lagi dan insya Allah berta-han lebih lama tanpa efek samping (obat kalii..?), kita juga kudu memahami Islam sebagai ideologi. Dengan kata lain, kita kudu ngeh dan memahami bahwa Islam adalah akidah dan syariat. Kegagalan yang banyak dilakukan saudara-saudara kita dalam memahami Islam adalah karena Islam dipahami sebatas ibadah ritual saja. Nggak utuh jadinya.

Faktanya? Hmmأ¢â‚¬آ¦ bisa kita saksikan sendiri saat ini. Ramadhan tahun lalu begitu khusyu ibadah. Begitu ramadhan berlalu, semua aktivitas mulia yang biasa dilakukan di ramadhan nguap entah kemana. Balik lagi deh jadi amburadul (backsound: Kasihan deh luh!)

Insya Allah jika kita memahami Islam sebagai jalan hidup, maka seluruh aktivitas kita, baik di bulan ramadhan maupun di bulan lain, selalu menyandarkan kepada syariat Islam. Bukan yang lain

 

Sumber : http://www.gaulislam.com/puasa-kita-dan-selebritis

 

Umum, keseharian, ISLAM, inspirasi 4:22 am

Secara praktis puasa Ramadhan sangat mudah dilakasanakan, yakni hanya menahan diri dari hal-hal yang dapat membatalkan puasa. Akan tetapi jika dilihat lebih jauh, banyak hal yang mesti dihindari baik secara makro dan mikro untuk mencegah batalnya puasa tersebut. Sebahagian kalangan menilai bahwa puasa itu batal dikarenakan makan dan minum atau mengkonsumsi segala makanan malalui rongga mulut dan tidak melaksanakan hubungan suami istri di siang hari bulan Ramadhan. Jika demikian halnya timbul suatu pertanyaan yang bernuansa sedikit kritis, yaitu hanya sebatas itukah nilai-nilai puasa yang terkandung dalam perintahkan Allah SWT yang termaktub dalam surah al-Baqarah ayat 183 atau ada hal lain yang sangat signifikan dibalik perintah itu dan sejauhmana kesakralan bulan Ramadhan tersebut.

Secara filosofis, semua ajaran dan perintah yang dibebankan Allah SWT. kepada umat manusia mempunyai nilai-nilai yang sangat penting dan urgen serta punya efek positif bagi yang mentaatinya. Sebaliknya akan menuai kesengsaraan dan azab bagi umat yang tidak menjalankan perintah-Nya. Janji Allah, baik yang berbentuk ganjaran pahala dan azab senantiasa ditepati-Nya bila waktunya telah tiba. Untuk itu, momen puasa Ramadhan saat ini mari sama-sama melaksanakan perintah puasa dengan penuh keikhlasan dan keimanan yang kokoh kiranya mandapat gelar takwa, sebagaimana yang disebutkan dalam Al-Qur’an yaitu: la’allakum tattakuun (Q.S. al-Baqarah: 183).

Nilai Filosofis dalam Puasa Ramadhan
Jika dicermati dengan baik apa yang termaktub dalam surah al-Baqarah ayat: 183 tersebut, di dalamnya akan terungkap apa sebenarnya nilai-nilai filosofis tujuan dari puasa Ramadhan tersebut, di antaranya adalah; untuk mencapai sebuah gelar atau derajat yang paling tinggi yakni  gelar takwa. Gelar itu diperoleh bagi umat yang beriman dan melaksanakan puasa Ramadhan. Puasa Ramadhan hanya diwajibkan bagi orang yang beriman, meskipun dia mengaku orang Islam tapi tidak merasa beriman, dia tidak termasuk kategori orang yang dipanggil untuk wajib melaksanakan puasa Ramadhan jika diamati dengan baik serta teliti makna dari perintah yang terdapat pada surah al-Baqarah di atas.

Selanjutnya, nilai filosofis yang lain adalah memupuk rasa kasih sayang antar sesama, dengan merasakan lapar dengan cara berpuasa itu hati kita akan tersentuh betapa sengsaranya kaum fakir miskin yang senantiasa merasa kelaparan serta serba kekurangan dalam segala hal. Para kaum dhu’afa senantiasa menanti uluran tangan kaum dermawan agar menyisihkan sebahagian hartanya untu didermakannya. Orang yang beriman dan melaksanakan ibadah puasa Ramadhan dengan penuh keimanan, pasti akan tersentuh hatinya untuk menolong kaum fakir miskin yang selalu hidup dalam keadaan serba kepapaan. Kemudian, nilai filosofis yang terdapat dalam puasa itu yakni, membina dan menata diri kaum mukmin agar senantiasa hidup dengan teratur, utamanya dalam mengkonsumsi makanan. Jika seseorang mengkonsumsi makanan dengan cara yang tidak teratur akan mengakibatkan kesehatannya kurang baik, karena perut manusia butuh waktu untuk mengolah makanan yang telah dikonsumsi.

Maka dengan mengatur pola makan yang baik dan teratur akan menjadikannya seorang manusia yang sehat, hal ini sejalan dengan hadis Nabi SAW. dari Abu Hurairah yang artinya: "Berpauasalah kamu agar kamu sehat." Nilai filosofis yang tidak kalah pentingnya adalah, puasa Ramadhan akan menata atau memanajemen hati seorang yang berpuasa agar lebih suci dan bersih, sehingga terhindar dari sifat-sifat yang jelek atau tercela, seperti sifat dengki, iri hati, riya’ atau suka dipuji dan dilihat orang lain, dan lain sebagainya yang tergolong pada hal-hal yang mengotori hati manusia. Jika sifat yang disebutkan di atas, tumbuh subur di hati seseorang maka nilai puasanya dalam pandangan Allah sangat buruk dan tidak akan mendapatkan ganjaran selain lapar dan haus. Bulan Ramadhan sebagai bulan yang awalnya rahmah, pertengahannya merupakan ma’firah dan akhir bulan Ramadhan merupakan momen terlepas dari api neraka, maka secara tidak langsung akan memberikan motivasi yang sangat bererti bagi umat Islam untuk lebih giat dalam beribadah untuk mencapai ridha Allah SWT. Selanjutnya Allah telah memberikan malam yang sangat mulia di sepuluh akhir Ramadhan, malam itu dikanal dengan malam kemuliaan atau "Lailat al-Qadr" (malam yang lebih baik dari seribu bulan). Secara tidak langsung malam kemuliaan atau Lailat al-Qadr itu termasuk dari nilai filosafis yang terkadung dalam bulan Ramadhan itu sendiri.

Keutamaan BulanRamadhan
Bulan Ramadhan sangat jauh berbeda dengan bulan lainnya, bulan Ramadhan terkenal dengan bulan "Bursa Pahala" (reward). Segala amal ibadah hamba Allah di bulan itu akan dilipat gandakan, sebagaimana sabda Nabi SAW yang artinya: "Setiap amal anak Adam (manusia) diberi ganjaran 700 kali lipat (di bulan Ramadhan), kecuali puasa. Sesungguhnya puasa untuk-Ku dan Akulah yang memberi ganjarannya" (H.R. Mutta’alaihi). Bulan Ramdhan penuh dengan bulan keampunan, hal ini sejalan dengan hadis Nabi yang disampaikan oleh Abu Abdillah bin al-Hafiz dan Muhammad bin Musa yang artinya: "Barangsiapa yang berpuasa dengan penuh keimanan dan keikhlasan, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. Dan barang siapa yang beribadah di malam bulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan keikhlasan maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu (H.R. Muttafa’alaihi). Demikianlah Allah memberikan sugesti dan dorongan kepada hambanya agar selalu melaksanakan ibadah di bulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan keikhlasan kepada Allah SWT.

Penuh keimanan yang disebutkan dalam hadis di atas, sangat erat kaitannya dengan apa yang terdapat dalam surah al-Baqarah ayat 183, dimana dalam ayat tersebut yang diwajibkan untuk berpuasa Ramadhan adalah orang yang beriman. Selajutnya setelah tuntutan beriman dipenuhi baru diwajibkan berpuasa dengan penuh keikhlasan, karena nilai puasa yang dipersembahkan hanya untuk Allah SWT semata. Sejalan dengan informasi yang telah disebutkan di atas, bahwa di bulan Ramadhan penuh dengan "Bursa pahala" dan seharusnya memperbanyak amal ibadah, di antaranya seperti, shalat tarawih, shalat witir, shalat malam atau tahajjud, tadarusan Al-Qur’an atau membaca Al-Qur’an, memperbanyak sedekah, iktikaf dan amalan lainnya yang dikategorikan kepada amal yang shaleh. Mari tingkatkan amal ibadah lebih baik dari tahun yang lalu, sebab kehadiran bulan Ramahan sekali dalam setahun. Bekalilah hidup untuk kehidupan yang hakiki, gunakanlah hidupmu sebelum datang matimu agar tidak terjadi penyesalan yang tidak berarti
 
 
Sumber: http://www.waspada.co.id/Mimbar-Jumat/Artikel-Jumat/Nilai-Filosofis-Dalam-Ibadah-Puasa-Ramadhan.html

keseharian, ISLAM, inspirasi 4:14 am

Suatu hari di zaman Rasulullah SAW ada dua orang pemuda yang sedang dalam perjalanan. Pemuda yang pertama bernama Wongso dan kedua bernama Ngadul. Mereka melintasi padang pasir yang sangat panas. Setelah menempuh perjalanan panjang, akhirnya mereka menemukan sebuah kota. Namun sesampainya di sebuah patung yang besar sekali, mereka dicegat oleh beberapa orang.

" Wahai anak muda !!..Ada keperluan apa kalian datang ke kota ini ??" sambut mereka.

" Ee..e..kami dari negeri seberang yang sedang dalam perjalanan dan kebetulan kami melewati kota Anda. " Sahut Wongso.

" Kalian tahu peraturan di kota ini ??,Siapa saja yang melewati patung ini harus meletakkan sesajen !! " kata penduduk kota.

Suasana di tempat itu makin menegangkan karena salah seorang dari penduduk kota membawa sebilah pedang. Si Wongso dan Ngadul semakin ngeri melihat tingkah mereka yang sangar.

" Tapi kami tak ada barang apapun yang berharga untuk persembahan patung ini "jawab Ngadul.

" Berilah sesuatu pada patung ini meskipun dengan seekor lalat. "kata penduduk kota.

Lalu si Ngadul mencari-cari seekor lalat dan menemukannya kemudian meletakkannya di bawah patung besar tersebut. Kemudian Ngadul berhasil melewati sekumpulan orang yang mengerikan itu. Namun, Si Wongso terlihat diam saja tak melakukan apapun.

" Hai anak muda, kenapa kau tak memberi apa-apa pada patung ini?! " salah seorang penduduk kota terlihat kesal.

" Aku tak akan memberikan persembahan apapun kecuali pada Allah SWT. "jawab Wongso.

Mendengar jawaban itu penduduk kota marah dan langsung memenggal kepala Wongso di tempat.

Dalam perjalanannya, Ngadul kehabisan bekal makanan dan akhirnya meninggal juga.

Kemudian Rasulullah SAW berkata pada sahabat-sahabatnya, yang seorang tersebut masuk surga dan yang satu lagi masuk neraka. 

 

REFLEKSI, keseharian, ISLAM, inspirasi 4:11 am

Diriwayatkan oleh Imam Ali kw., Rasulullah saw. berkhutbah menjelang bulan Ramadhan: "Wahai manusia, sungguh telah datang kepada kalian bulan Allah yang membawa berkah, rahmat, dan ampunan. Bulan yang paling mulia di sisi Allah. Hari-harinya adalah hari-hari paling utama. Malam-malamnya adalah malam paling utama. Waktu demi waktunya adalah waktu paling utama. Inilah bulan di mana engkau diundang menjadi tamu Allah, dan dimulikan oleh-Nya. Nafas-nafasmu menjadi tasbih, tidurmu menjadi ibadah, amal-amalmu diterima, dan doa-doamu diijabah. Bermohonlah kepada Allah dengan niat yang tulus dan hati yang suci agar Allah membimbingmu untuk melakukan shaum dan membaca kitab-Nya. Sungguh celakalah orang yang tidak mendapatkan ampunan Allah pada bulan yang agung ini. Kenanglah rasa lapar dan hausmu, kelaparan dan kehausan pada hari kiamat. Bersedekahlah kepada kaum fakir dan miskin. Muliakan orangtuamu. Sayangilah yang muda, sambungkan tali persaudaraan, jaga lidahmu, tahan pandanganmu dari hal yang tidak halal kamu pandang. Dan tahan pula pendengaranmu dari yang tidak halal kamu dengar. Kasihilah anak-anak yatim, niscaya anak-anak yatimmu akan dikasihi manusia. Bertobatlah kepada Allah dari dosa-dosamu. Angkatlah tangan-tanganmu untuk berdoa di waktu shalatmu, karena saat itulah saat yang paling utama, ketika Allah memandang hamba-hamba-Nya dengan penuh kasih. Dia menjawab ketika mereka menyerunya. Dia menyambut ketika mereka memanggilnya. Dan, Dia mengabulkan doa-doa ketika mereka bermunajat kepadanya. Wahai manusia, sesungguhnya diri-diri kalian tergadai karena amal-amal kalian. Maka bebaskanlah dengan istighfar. Punggung-punggungmu berat karena dosa-dosa, maka ringankanlah dengan memperpanjang sujudmu. Ketahuilah bahwa Allah bersumpah dengan segala kebesaran-Nya bahwa ia tidak akan mengadzab orang-orang yang shalat dan sujud. Tidak akan mengancam mereka dengan neraka, pada hari manusia berdiri di hadapan Rabbul ‘Alamin. Wahai manusia, barang siapa di antara kalian memberi makan orang yang berbuka, maka di sisi Allah ia bagaikan membebaskan seorang budak dan akan dibebaskan dari dosa-dosa yang telah lalu. Para sahabat bertanya, ‘Ya Rasulullah kami tidak akan mampu berbuat demikian.’ Lalu beliau melanjutkan khutbahnya, Jagalah diri kalian dari api neraka walau hanya dengan sebiji kurma. Jagalah diri kalian dari api neraka walau dengan seteguk air. Wahai manusia, barang siapa membaguskan akhlaknya, dia akan berhasil melewati shiratal mustaqiim pada hari ketika kaki-kaki tergelincir. Barangsiapa meringankan pekerjaan orang-orang di yang dimiliki tangan kanan pembantunya, maka Allah akan meringankan hisabnya di hari kiamat. Barangsiapa menahan kejelekannya, Allah akan menahan murkanya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barangsiapa memuliakan anak yatim, maka Allah akan memuliakannya di saat perjumpaan dengan-Nya. Barangsiapa yang menyambungkan tali silaturahmi, maka Allah akan menghubungkan dengan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Dan, barangsiapa memutuskan silaturahmi, maka Allah akan memutuskan ia dari rahmat-Nya. Barangsiapa yang melakukan shalat, maka Ia akan membebaskannya dari api neraka. Barangsiapa melakukan shalat fardhu, maka ganjarannya seperti melakukan 70 kali shalat fardhu. Barangsiapa memperbanyak shalawat kepadaku, maka Allah akan memberatkan timbangannya ketika banyak timbangan menjadi ringan. Barangsiapa yang membaca satu ayat Alquran, maka nilainya sama dengan mengkhatamkan Alquran. Wahai manusia, sesungguhnya pintu surga dibukakan untukmu, maka mintalah kepada Allah agar Ia tidak menutupnya lagi untukmu. Pintu-pintu neraka ditutup, maka mintalah agar ia tidak dibukakan lagi untukmu. Setan-setan dibelenggu, maka mintalah kepada Tuhanmu, agar ia tidak lagi menguasaimu. Lalu Ali kw. berdiri dan berkata, ‘Ya Rasulullah, amal apa yang paling utama di bulan ini?’ Rasulullah menjawab, ‘Ya Abul Hasan amal yang paling utama di bulan ini adalah menjaga diri dari yang diharamkan Allah Swt.’"