Kumpulan Artikel

Umum, SHARING, REFLEKSI, ISLAMFebruary 28, 2009 6:04 am

Sesungguhnya segala puji hanyalah milik Allohu Ta’ala. kita memujiNya meminta pertolongan kepadaNya dan memohon ampunanNya, serta berlindung kepada Alloh dari kejelekan diri diri kita dan dari kejahatan amalan amalan kita. Barangsiapa yang Alloh beri petunjuk padanya, maka tiada yang dapat menyesatkannya. Dan barangsiapa yang Alloh sesatkan, maka tiada yang bisa menunjukkinya.
Dan aku bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Allohu Ta’alaa dan tiada sekutu bagiNya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan RasulNya.

Amma ba’du

:: 4 TIPE ORANG SEPUTAR HARTA & ILMU ::

Di negeri ini masih banyak orang mempunyai ilmu dan harta tapi mengapa negeri ini masih dilanda krisis ?!

Dari Abu Kabsyah Al-Anmari radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

"Dunia itu diberikan kepada empat golongan:

(1) Seorang hamba yang Allah anugerahi harta dan ilmu, maka dia pun bertakwa kepada Rabbnya dalam hal hartanya, menggunakan hartanya untuk menyambung tali kekerabatan dan mengetahui bahwa Allah memiliki hak dalam hartanya itu, maka dia berada pada derajat yang paling mulia di sisi Allah.

(2) Dan seorang hamba yang Allah karuniai ilmu namun tidak diberi harta, dia adalah seorang yang benar niatnya. Dia katakan, ‘Seandainya aku memiliki harta, aku akan beramal seperti amalan Fulan’, maka dengan niatnya itu pahala mereka berdua sama.

(3) Juga seorang hamba yang Allah beri harta namun tidak dikaruniai ilmu, sehingga dia gunakan hartanya tanpa ilmu. Dia tidak bertakwa kepada Rabbnya dalam hartanya itu, tidak menggunakannya untuk menyambung tali kekerabatan, dan tidak pula mengetahui ada hak Allah dalam hartanya, maka dia berada pada derajat yang paling hina di sisi Allah.

(4) Dan seorang hamba yang tidak Allah beri harta maupun ilmu, lalu dia mengatakan, ‘Seandainya aku memiliki harta aku akan berbuat seperti perbuatan Fulan’, maka dengan niatnya itu dosa mereka berdua sama."

(HR. At-Tirmidzi no. 2325, dikatakan oleh Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullahu dalam Shahih Sunan At-Tirmidzi: Shahih)

 dikutip dari mili daarut-tauhiid

REFLEKSI, ISLAM 6:00 am

Kesaksian dari tim Mer-C dalam acara Gaza Untold Story di Masjid Al Barkah Bekasi :

Selama
tim Mer-C berada di Gaza, mereka menemukan setidaknya ada 80 tank
israel yang hancur. 1 tank israel dioperasikan rata rata 4-5 tentara.
Ini berarti setidak-tidaknya 80×5 = 400 tentara israel mati atau
setidaknya luka parah. Kabar yang juga menggelikan, bahwa semua tentara
israel yang berada di tank memakai pampers …...... mereka amat sangat
takut keluar dari tank. Sehingga urusan buang air ya di pampers itu.

FPI
yang selama ini sering disikapi sinis oleh masyarakat Indonesia, bahkan
oleh sebagian umat Islam sendiri, ternyata juga telah mengirimkan
relawannya ke Gaza. Di sana mereka betemu dengan tim Mer-C.

Tim
FPI membawa langsung bantuan kemanusiaan ke Gaza. Sedang faktanya masuk
ke Gaza sendiri bukan urusan mudah dari segi perizinan, belum lagi dari
sisi siap mati kapanpun. Sehingga masyarakat Palestina, Gaza khususnya
sangat terharu dengan kepedulian umat Islam dari Indonesia. Nama
Indonesia sangat terkenal dan harum di mata rakyat Palestina.

 

 

Dikutip dari Milis daarut-tauhiid

Umum, REFLEKSI, ISLAMFebruary 18, 2009 4:35 am



                               There were no valentines
    for the kids in palestine
    no v-cards
    no valentines day there were no candy hearts
    for the old decripit ones
    no candy
    no cinnamon buns all you little boys and girls
    we’ll give you all our candy  pearls
    pearls pearls pearls pearls  pearls
    we’ll give you candy pearls where has all the candy gone?
    candy candy candy where has all the love gone?  

 

 

Pernah dengar lagu dari lirik di atas? Nggak usah minder kalo belum, karena
lagu ini memang bukan major label alias indie. Genrenya juga abstrak,
bukan termasuk pop, rock, rap apalagi dangdut. Bahkan si penyanyi yaitu
Tishomingo juga nggak jelas asal usulnya. Suaranya pun sangat cempreng
dan nggak asik untuk didengar. Tapi at least, kita jadi tahu
apa yang dia mau dari lirik lagu ciptaannya ini. Ia masih mau peduli
dengan nasib jutaan manusia di Palestina, yang bagi zionis Israel
dengan dukungan Amerika ingin dimusnahkan hingga akar-akarnya. Gimana
nggak, bila bayi merah pun mereka bunuh dengan tangan dingin.  Terlepas
dari sejarah asal-usul Valentine, hari ini diyakini oleh banyak orang
sebagai hari kasih sayang. Hari yang penuh dengan permen, coklat,
boneka, benda-benda berbentuk hati, dan warna pink. Budaya yang awal
mulanya dari Italia dan kemudian dikomersilkan oleh Amerika ini semakin
mendunia. Negeri-negeri muslim termasuk Indonesia pun jadi latah
ikut-ikutan. Seakan-akan bila belum ikut merayakan hari Valentine,
hidup serasa kurang pas, nggak gaul dan siap dicap kuno.  Amerika,
Eropa dan banyak negeri muslim pun jejingkrakan merayakan Valentine.
Memang sih ada beberapa orang yang merayakannya dengan syahdu tapi
tetep aja ujung-ujungnya juga mengarah ke gaul bebas dan konsumerisme.
Terus, apa dong hubungan antara hari Valentine dengan Palestine
terutama Gaza yang awal tahun ini diserang selama 22 hari nonstop itu?
Ikuti yuk, biar paham.  Valentine, Palestine

Wah…apa hubungannya antara Palestina dengan hari Valentine? Secara
langsung emang nggak ada hubungannya, tapi kalo dipaksa-paksain bisa
juga yaitu dengan tujuan sekadar tahu seberapa buruk wajah Valentine
dikaitkan dengan isu Palestina.  Bulan Februari
semua toko dan hampir semua pusat perbelanjaan menjajakan barang-barang
berlabel hari kasih sayang. Nggak cuma Amerika sebagai lokomotif
penjaja budaya ini, tapi termasuk Indonesia dan banyak negeri muslim
lainnya rela menjadi gerbong kayak sapi ompong yang ikut-ikutan
merayakannya.  Lagu di atas ditulis oleh anak
muda yang peduli tentang nasib bangsa Palestina. Dikaitkan dengan
Valentine yang katanya hari kasih sayang, fenomena ini sangat jauh dari
perlakuan dunia terhadap masalah Palestina. Nah, karena perayaan
Valentine ini masih dekat dengan luka Gaza sejumlah 1300 nyawa lebih
dibantai Zionis atas izin Amerika, maka kita patut untuk mengaitkannya
dan melihat kebobrokannya.  Lagu di atas tuh
kurang lebih terjemahan bebasnya gini neh: kalo emang Valentine itu
hari kasih sayang, trus kemana rasa cinta itu pergi bila sudah kena
masalah Palestina? Nah, bahkan anak muda yang nulis lirik ini aja punya
kesadaran kemanusiaan tinggi kayak gini, gimana dengan kamu-kamu yang
masih aja merayakan Valentine di saat sodara-sodara kita dibantai? Lagu
ini sebetulnya nyentil banget untuk melihat betapa bopengnya wajah
peradaban Barat yang suka bersembunyi atas nama cinta dan kasih sayang.
Ketika Israel penjajah dihujani roket dari wilayah Gaza aja, mereka
teriak-teriak seakan dunia runtuh. Padahal para zionis itulah yang
datang tak diundang untuk merampok wilayah Palestina. Namun ketika
Penduduk Palestina mempertahankan diri, eh…malah dibilang teroris dan
dibantai. 1300 jiwa melayang dengan mayoritas anak-anak dan wanita jadi
korban. Namun apa kata pemerintah Amerika dan PBB yang katanya badan
perdamaian? Mereka sepakat mendukung Israel dan meneruskan pembantaian
atas rakyat Gaza.   Kedua pemerintah negara ini
memang saling bantu dalam hal melemahkan kaum muslimin dari segala
aspeknya, terutama dari segi budaya. Bahkan, bila ditelusuri, ternyata
negeri penjajah semacam Israel pun, mempunyai tradisi yang tak jauh
beda dengan perayaan Valentine ala Barat. Kita tak perlu heran Israel
ikut-ikutan perayaan Valentine ini karena bukankah yang mempunyai ide
adalah Israel besar? (baca: Amerika= Israel besar, Israel= Amerika
kecil).   Valentine ala Yahudi

Hadirnya hari Valentine, tidak begitu asing bagi komunitas Yahudi
terutama dalam lingkup negara yang dirampas dari Palestina, yaitu
Israel. Hari tersebut disebut Tu B’Av yang artinya adalah tanggal lima
belas bulan Av (bulan orang Yahudi), kira-kira kalau dalam penanggalan
masehi, tanggal ini jatuh sekitar akhir bulan Juli.
 Tu B’Av ini
adalah hari untuk merayakan cinta bagi orang Yahudi yang kurang lebih
seperti hari Valentine. Para gadis yang dalam agama Yahudi begitu
banyak larangan untuk bergaul dengan lawan jenis, pada Tu B’Av mereka
keluar rumah dan memakai baju putih hasil dari meminjam serta
berdansa-dansi di kebun anggur. Mereka berdansa untuk menarik lawan
jenis dengan mengucapkan kata-kata “Hai para pemuda, bukalah mata
kalian dan lihatlah kami. Pilihlah kami sebagai pasanganmu.” Tak
jauh beda dengan Valentine, mereka pun saling memberi bunga, permen,
coklat, boneka, dan benda-benda lainnya dengan bentuk hati. Kapitalisme
pun mengintip dan dimanfaatkanlah momen ini untuk meraup untung
sebanyak mungkin dengan persewaan hotel, restoran dirancang dengan
romantis dan lain sebagainya. Bahkan tradisi berpakaian putih itu pun
ditinggalkan dan diganti dengan kaos nanggung yang (maaf) kelihatan
pusarnya. Jadilah ajang ini tempat untuk melampiaskan nafsu dengan
berzina atas nama hari kasih sayang. So,
bila Valentine yang notebene berasal dari budaya Romawi yang dipoles
oleh budaya Kristiani lalu nyambung dengan budaya Yahudi, kita nggak
perlu heran. Mereka tidak mengenal dosa, karena bagi mereka yang
penting hidup ini having fun. Surga neraka itu urusan
belakangan. Sangat khas sekulerisme (memisahkan agama dari kehidupan)
yang itu bertentangan dengan Islam. Yang pantas kita herankan adalah
apabila ada kaum muslimin yang masih mau turut serta berpartisipasi
dalam ajang yang jelas-jelas maksiat ini.  Tengoklah Palestina

Dari uraian di atas, marilah kita tengok Palestina yang baru saja
dihancur-leburkan oleh Israel laknatullah. Nyambung nggak sih kasih
sayang yang mereka gembar-gemborkan itu dengan kenyataan? Ada yang
nggak nyambung dengan teori mereka tentang cinta dan kasih sayang bila
dikaitkan dengan fakta pembunuhan keji anak-anak dan wanita atas nama
memerangi terorisme. Teori mereka basi. Masa iya sih yang kayak begini
masih aja kalian percaya untuk mengikuti yang namanya Valentine atau
apa pun dengan menyalahgunakan cinta dan kasih sayang? Di
saat anak-anak dan remaja Palestina hidup di pengungsian tanpa rumah,
tanpa makanan, tanpa selimut di musim dingin, masa iya kamu tega
menghamburkan uangmu untuk sekedar candle light dinner dengan
sang pacar? Ketika tiap saat hidup mereka terancam bom kimia Israel
yang membuat mereka cacat seumur hidup dan merasakan sakit tak
tertahankan, masih kamu tega befoya-foya dan berpesta atas nama hari
kasih sayang? Coklat, permen dan boneka yang
merupakan bagian dari dunia anak-anak adalah barang mahal untuk
dinikmati. Ketapel dan batu adalah mainan dan senjata bagi anak-anak
dan remaja Palestina untuk melawan Israel yang diperlengkapi dengan
senjata modern sokongan dari Amerika.  Bila
ingin belajar cinta dan kasih sayang, layangkan pandanganmu ke tempat
konflik ini. Seorang ibu yang rela melepas putra tersayangnya untuk
berjihad demi cinta kepada Allah dan rasulNya. Seorang pengantin baru
yang rela meninggalkan istri demi seruan jihad melawan Israel. Seorang
anak, baik laki-laki maupun perempuan usia 10 tahun menggendong adiknya
yang balita dengan sayang karena orang tuanya sudah syahid. Lalu,
bentuk cinta yang seperti apa lagi yang kita inginkan?

  Kita memang beda

Menjadi seorang muslim itu berbeda. Kita tidak butuh cinta semu
berbalut nafsu atas nama maksiat. Kita butuh bukti bukan janji. Kita
tidak butuh slogan-slogan cinta bila faktanya tak ada. Cinta dan kasih
sayang yang diobral dalam acara bertajuk Valentine, ibarat baju yang
diobral seribu tiga. Cinta dan kasih sayang itu jadi murahan dan
kehilangan nilai serta rasanya. Nggak asik, gitu lho. Cinta
dalam Islam diperlakukan dengan agung. Cara memperoleh pasangan juga
sudah diatur sedemikian rupa agar tidak melanggar harkat dan martabat
manusia sebagai manusia. Harga diri masing-masing individu juga dijaga,
bukan untuk diobral dengan genit sambil berdansa-dansi. Memberi coklat,
bunga, dan kado pun boleh untuk mempererat ukhuwah dan selama tidak
menimbulkan fitnah. Apalagi dalam kehidupan suami istri, wah…sangat
dianjurkan itu.   Tidak ikut-ikutan acara
Valentine bukan berarti kuno. Kuno atau tidaknya seseorang itu bukan
dilihat dari ikutan ajang maksiat tersebut atau tidak. Tapi kuno
tidaknya seseorang itu dilihat dari pola pikir dan perilakunya. Israel
itu kuno, karena beraninya cuma bila didukung Amerika di persenjataan
dalam melawan perlawanan Palestine. Israel itu kuno dan kejam karena
beraninya cuma membunuh anak-anak dan wanita. Israel itu kuno ketika ia
tidak berani face to face dalam bertempur dengan musuhnya.
Jadi semua tentang zionis Israel itu kuno, kejam dan tak
berperikemanusiaan. Masa iya, udah tahu begini kamu masih mau
ikut-ikutan? Tidak mem-beo acara Valentine bukan
berarti anti Barat. Hal-hal yang bersifat netral dan tidak merusak
akidah, bisa kita terima dengan tangan terbuka. Misalnya saja teknologi
seperti komputer, pesawat terbang bahkan belajar bahasa Inggris. Itu
sah-sah aja kok untuk dipelajari dan dimanfaatkan bagi kemaslahatan
manusia. Tapi bila sudah pada tataran pemikiran dan peradaban semisal
perayaan Valentine, natalan, demokrasi, hedonisme, permisifisme (paham
serba boleh), atau isme lainnya, wah…nanti dulu. Seorang
muslim itu punya prinsip. Dia tidak akan pernah terombang-ambing oleh
serbuan budaya yang nggak jelas asal-usulnya. Yang nggak jelas aja
nggak mau apalagi yang jelas-jelas bukan budaya Islam dan tujuannya
adalah merusak generasi muda muslim semisal Valentine’s Day ini. Jadi
mulai saat ini, detik ini, tanamkan dalam diri kamu bahwa Valentine’s
Day NO, tapi Islam YES, okay?

 

Dikutip dari Milis daarut-tauhiid

 

 

Umum, SHARING, REFLEKSI 4:26 am

Adab adalah satu istilah bahasa Arab yang berarti adat kebiasaan. Kata ini menunjuk pada suatu kebiasaan, etiket, pola tingkah laku yang dianggap sebagai model.

Selama dua abad petama setelah kemunculan Islam, istilah adab membawa implikasi makna etika dan sosial. Kata dasar Ad mempunyai arti sesuatu yang mentakjubkan, atau persiapan atau pesta. Adab dalam pengertian ini sama dengan kata latin urbanitas, kesopanan, keramahan, kehalusan budi pekerti masyarakat kota sebagai kebalikan dari sikap kasar orang badui.

Dengan demikian adab sesuatu berarti sikap yang baik dari sesuatu tersebut. Bentuk jamaknya adalah Âdâb al-Islam, dengan begitu, berarti pola perilaku yang baik yang ditetapkan oleh Islam berdasarkan pada ajaran-ajarannya. Dalam pengertian seperti inilah kata adab.

Sumber Adab
Adat kebiasaan di dalam banyak kebudayaan selain kebudayaan Islam sangat ditentukan oleh kondisi-kondisi lokal dan oleh karena itu tunduk pada perubahan-perubahan yang terjadi di dalam kondisi-kondisi tersebut. Menurut W.G. Summer, dari berbagai kebutuhan yang timbul secara berulang-ulang pada satu waktu tertentu tumbuh kebiasaan-kebiasaan individual dan adat kebiasaan kelompok. Tetapi kebiasaan-kebiasaan yang muncul ini adalah konsekuensi-konsekuensi yang timbul secara tidak disadari, dan tidak diperkirakan lebih dulu atau tidak direncanakan.

Ahlak dan adab Islam tidaklah bersifat “tanpa sadar” seperti dalam pengertian di atas. Adab dan kebiasaan-kebiasaan Islam itu berasal dari dua sumber utama Islam, yaitu al-Qur’an dan Sunnah, perbuatan-perbuatan dan kata-kata Nabi serta perintah-perintahnya yang tidak langsung. Oleh karena itu akhlak Islam itu jelas berdasarkan pada wahyu Alloh SWT.

 

Dikutip dari Milis daarut-tauhiid

Umum, SHARING, REFLEKSI, ISLAM, WACANA 4:20 am

Ada beberapa persiapan harus dilakukan bagi para calon mempelai.
 Pertama,
soft ware-nya, yakni qolbu kita yang harus selalu yakin kepada Alloh.
Karena yang bisa menimbulkan orang stress, tidak menerima kenyataan,
sekali-kali bukan karena masalahnya. Melainkan karena keyakinan dia
yang lemah kepada Alloh. Kita harus sadar sesadar-sadarnya bahwa diri
kita ini milik alloh. Calon istri kita milik Alloh. Yang mengetahui
segala perasaan yang ada pada diri kita adalah Alloh. Yang
memerintahkan kita menikah adalah Alloh. Pernikahan terjadi juga dengan
ijin Alloh. Bahkan kebahagiaan yang kita raih pun adalah karena
pertolongan Alloh .

Jadi,
kuncinya adalah Alloh. Kalau kita tidak yakin kepada Alloh, kita tidak
akan mendapatkan kuncinya. Alloh-lah yang menjanjikan kita
berpasang-pasangan. Alloh-lah yang menyuruh kita menikah. Dan nikah itu
ibadah, sedang Alloh menyuruh kita ibadah. Kita tidak usah merasa
ragu-ragu lagi. Maka kembalikan segalanya kepada Alloh. Kita tidak
boleh suudzan . Sedikit pun. Tidak boleh merasa rendah diri karena
penampilan kita yang kurang menarik orang tua miskin, pendidikan
rendah. Kalau kita merasa demikian, berarti kita telah menghina Alloh,
sebab wajah kita bukan milik kita, semuanya milik Alloh.

 Kedua,tingkatkan
kepribadian kita supaya disukai Alloh. Perbaikilah apapun yang dapat
kita lakukan ; akhlak kita, perbuatan kita , tingkah laku kita. Jagalah
pandangan, bergaulah dengan lawan jenis dengan cara yang disukai Alloh.
Tidak usah sibuk dengan penampilan yang dibuat-buat seperti, mejeng dan ngeceng. Sebab,
sesungguhnya tidak ada yang luput dari pandangan Alloh. Apa pun yang
kita perbuat pastilah disaksikan-Nya.

Maka,meningkatkan kualitas diri
supaya disukai Alloh adalah hal paling penting.     
Kemudian
yang tidak kalah pentingnya, kita harus latihan meningkatkan
kedewasaan. Karena untuk membangun rumah tangga tidak cukup hanya
dengan keemauan, keinginan dan uang. Rumah tangga adalah samudera
masalah. Kadang-kadang kita merasa bahwa dialah yang paling cantik di
dunia. Tapi setelah menikah, tidak jarang orang merasa betapa dunia
banyak yang cantik, kecuali istrinya. Hal ini harus dikendalikan dengan
kedewasaan. Jangan sampai kita tergelincir dan jatuh ke jurang maksiat
hanya karena masalah seperti ini. Belum lagi dengan masalah lain yang
sangat berpotensi untuk menimbulkan sengketa.
Mertua kita, adik ipar
kita yang tinggal serumah dengan kita, bahkan anak kita sendiri yang
masih bayi, misalnya semua bisa berpotensi untuk bermasalah kalau kita
tidak dewasa dan arif menghadapinya. Hanya dengan kedewasaan dan
kearifanlah semua masalah bisa diselesaikan. Seorang suami yang tidak
matang tidak dewasa, tidak arif, ia lebih banyak menambah masalah
daripada menyelesaikan masalah.     

Ketiga, persiapan
ilmu, terutama ilmu agama, kita akan bisa beribadah dan beramal dengan
benar. Dan Alloh pun siap menolong kita, kalau kita beribadah dan
beramal dengan benar Ilmu agama penting dikuasai supaya kit tahu
standar yang benar. Kita pelajari rumah tangga Rasulullah SAW. Karena
memang hanya rumah tangga beliaulah yang menjadi acuan yang tepat
dalammenegakan menegakan keluarga Islami. Kita dapat bercermin dari
sejarah rumah tangga beliau. Ketika ia pulang ke rumah malam hari, lalu
ketika pintunya diketuk tidak ada juga yang menyahut karena istrinya
tertidur. Rasulullah tidak berani membangunkan. Akhirnya ia berbaring
di depan pintu. Kita mungkin belum bisa seperti itu. Tetapi paling
tidak kita memiliki standar yang jelas        

Keempat, belajarlah
ilmu umum, seperti ilmu kesehatan, ilmu merawat tubuh, cara memahami
wanita (bagi suami). Bagaimana menghadapi istri saat menjalani ngidam,
saat kehamilan, saat melahirkan dan lain sebagainya. Begitu pun istri
harus memahami bagaimana prilaku suami, bagaimana emosinya, bagaimana
karakternya. Maka, belajar ilmu psikologi yang banyak berkaitan dengan
hal-hal seperti ini sangat diperlukan.       

Kelima, persiapkan
dan tingkatkanlah keterampilan. Seperti keterampilan menata rumah,
mencari tambahan penghasilan, memasak, keterampilan menekan biaya hidup
dan lain-lain. Hal ini perlu sdilakukan baik oleh calon suami , maupun
oleh calon istri. Sebab setelah menikah bagi keduanya masingmasing
berpeluang berpisah. Suami harus berpikir misalnya bahwa ajal siap
datang menjemput kapan saja. Maka ketika istrinya meninggal duluan
jangan sampai kelabakan karean tidak bisa menggantikan peran istrinya.
Begitu pun bagi istri ia harus ditinggal suaminya. Maka ia harus siap
memberi nafkah keluarga dengan meningkatkan keterampilan menambah
penghasilan  

Begitulah
persiapan-persiapan yang harus ditempuh bagi kaum laki-laki dan
perempuan yang sudah berniat berumah tangga. Bagi mereka yang telah
maksimal mempersiapkannya, insya Alloh masalh apa pun yang dihadapi
tidak akan membuat mereka goyah. Mereka akan tetap tegar dan yakin
bahwa Alloh akan menolongnya. Ingat firman Alloh berikut ini : “ Dan
nikahkanlah orang-orang yang sendirian diantara kamu dan orang-orang
yang layak (nikah) dari hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika
mereka miskin, Alloh akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan
Alloh Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. An-Nuur
ayat 32). Nah, sudah seperti itulah persiapan anda. Wallahu a`lam.
sumber:cyberMQ.com
Jadikanlah Sabar dan Shalat Sebagai Penolongmu. Dan Sesungguhnya Yang Demikian itu Sungguh Berat, Kecuali Bagi Orang-Orang yang Khusyu [ Al Baqarah : 45 ]

Dikutip dari Milis daarut-tauhiid