Kumpulan Artikel

Umum, REFLEKSI, ISLAMMarch 18, 2009 3:18 am

Ibnu Abbas ra. adalah salah seorang sahabat Nabi SAW yang sangat
telaten dalam menjaga dan melayani Rasulullah SAW, dimana ia pernah
secara khusus didoakan Rasulullah SAW, selain itu pada usia 9 tahun
Ibnu Abbas telah hafal Al-Quran dan telah menjadi imam di mesjid. Suatu
hari ia ditanya oleh para Tabi’in (generasi sesudah wafatnya Rasulullah
SAW) mengenai apa yang dimaksud dengan kebahagiaan dunia. Jawab Ibnu
Abbas ada 7 (tujuh) indikator kebahagiaan dunia, yaitu :

Pertama, Qalbun syakirun atau hati yang selalu bersyukur.

Memiliki jiwa syukur berarti selalu menerima apa adanya (qona’ah),
sehingga tidak ada ambisi yang berlebihan, tidak ada stress, inilah
nikmat bagi hati yang selalu bersyukur. Seorang yang pandai bersyukur
sangatlah cerdas memahami sifat-sifat Allah SWT, sehingga apapun yang
diberikan Allah ia malah terpesona dengan pemberian dan keputusan
Allah. Bila sedang kesulitan maka ia segera ingat sabda Rasulullah SAW
yaitu : "Kalau kita sedang sulit perhatikanlah orang yang lebih sulit
dari kita". Bila sedang diberi kemudahan, ia bersyukur dengan
memperbanyak amal ibadahnya, kemudian Allah pun akan mengujinya dengan
kemudahan yang lebih besar lagi. Bila ia tetap “bandel” dengan terus
bersyukur maka Allah akan mengujinya lagi dengan kemudahan yang lebih
besar lagi. Maka berbahagialah orang yang pandai bersyukur!

Kedua. Al azwaju shalihah, yaitu pasangan hidup yang sholeh.

Pasangan hidup yang sholeh akan menciptakan suasana rumah dan keluarga
yang sholeh pula. Di akhirat kelak seorang suami (sebagai imam
keluarga) akan diminta pertanggungjawaban dalam mengajak istri dan
anaknya kepada kesholehan. Berbahagialah menjadi seorang istri bila
memiliki suami yang sholeh, yang pasti akan bekerja keras untuk
mengajak istri dan anaknya menjadi muslim yang sholeh. Demikian pula
seorang istri yang sholeh, akan memiliki kesabaran dan keikhlasan yang
luar biasa dalam melayani suaminya, walau seberapa buruknya kelakuan
suaminya. Maka berbahagialah menjadi seorang suami yang memiliki
seorang istri yang sholeh.

Ketiga, al auladun abrar, yaitu anak yang soleh.

Saat Rasulullah SAW lagi thawaf. Rasulullah SAW bertemu dengan seorang
anak muda yang pundaknya lecet-lecet. Setelah selesai thawaf Rasulullah
SAW bertanya kepada anak muda itu : "Kenapa pundakmu itu ?" Jawab anak
muda itu : "Ya Rasulullah, saya dari Yaman, saya mempunyai seorang ibu
yang sudah udzur. Saya sangat mencintai dia dan saya tidak pernah
melepaskan dia. Saya melepaskan ibu saya hanya ketika buang hajat,
ketika sholat, atau ketika istirahat, selain itu sisanya saya selalu
menggendongnya". Lalu anak muda itu bertanya: " Ya Rasulullah, apakah
aku sudah termasuk kedalam orang yang sudah berbakti kepada orang tua
?" Nabi SAW sambil memeluk anak muda itu dan mengatakan: "Sungguh Allah
ridho kepadamu, kamu anak yang soleh, anak yang berbakti, tapi anakku
ketahuilah, cinta orangtuamu tidak akan terbalaskan olehmu". Dari
hadist tersebut kita mendapat gambaran bahwa amal ibadah kita ternyata
tidak cukup untuk membalas cinta dan kebaikan orang tua kita, namun
minimal kita bisa memulainya dengan menjadi anak yang soleh, dimana doa
anak yang sholeh kepada orang tuanya dijamin dikabulkan Allah.
Berbahagialah kita bila memiliki anak yang sholeh.

Keempat, albiatu sholihah, yaitu lingkungan yang kondusif untuk iman kita.

Yang dimaksud dengan lingkungan yang kondusif ialah, kita boleh
mengenal siapapun tetapi untuk menjadikannya sebagai sahabat karib
kita, haruslah orang-orang yang mempunyai nilai tambah terhadap
keimanan kita. Dalam sebuah haditsnya, Rasulullah menganjurkan kita
untuk selalu bergaul dengan orang-orang yang sholeh. Orang-orang yang
sholeh akan selalu mengajak kepada kebaikan dan mengingatkan kita bila
kita berbuat salah. Orang-orang sholeh adalah orang-orang yang bahagia
karena nikmat iman dan nikmat Islam yang selalu terpancar pada cahaya
wajahnya. Insya Allah cahaya tersebut akan ikut menyinari orang-orang
yang ada disekitarnya. Berbahagialah orang-orang yang selalu
dikelilingi oleh orang-orang yang sholeh.

Kelima, al malul halal, atau harta yang halal.

Paradigma dalam Islam mengenai harta bukanlah banyaknya harta tetapi
halalnya. Ini tidak berarti Islam tidak menyuruh umatnya untuk kaya.
Dalam riwayat Imam Muslim di dalam bab sadaqoh, Rasulullah SAW pernah
bertemu dengan seorang sahabat yang berdoa mengangkat tangan. "Kamu
berdoa sudah bagus", kata Nabi SAW, "Namun sayang makanan, minuman dan
pakaian dan tempat tinggalnya didapat secara haram, bagaimana doanya
dikabulkan”. Berbahagialah menjadi orang yang hartanya halal karena
doanya sangat mudah dikabulkan Allah. Harta yang halal juga akan
menjauhkan setan dari hatinya, maka hatinya semakin bersih, suci dan
kokoh, sehingga memberi ketenangan dalam hidupnya. Maka berbahagialah
orang-orang yang selalu dengan teliti menjaga kehalalan hartanya.

Keenam, Tafakuh fi dien, atau semangat untuk memahami agama.

Semangat memahami agama diwujudkan dalam semangat memahami ilmu-ilmu
agama Islam. Semakin ia belajar, maka semakin ia terangsang untuk
belajar lebih jauh lagi ilmu mengenai sifat-sifat Allah dan
ciptaan-Nya. Allah menjanjikan nikmat bagi umat-Nya yang menuntut ilmu,
semakin ia belajar semakin cinta ia kepada agamanya, semakin tinggi
cintanya kepada Allah dan rasul-Nya. Cinta inilah yang akan memberi
cahaya bagi hatinya. Semangat memahami agama akan meng ”hidup” kan
hatinya, hati yang “hidup” adalah hati yang selalu dipenuhi cahaya
nikmat Islam dan nikmat iman. Maka berbahagialah orang yang penuh
semangat memahami ilmu agama Islam.

Ketujuh, yaitu umur yang baroqah.

Umur yang baroqah itu artinya umur yang semakin tua semakin sholeh,
yang setiap detiknya diisi dengan amal ibadah. Seseorang yang mengisi
hidupnya untuk kebahagiaan dunia semata, maka hari tuanya akan diisi
dengan banyak bernostalgia (berangan-angan) tentang masa mudanya, iapun
cenderung kecewa dengan ketuaannya (post-power syndrome). Disamping itu
pikirannya terfokus pada bagaimana caranya menikmati sisa hidupnya,
maka iapun sibuk berangan-angan terhadap kenikmatan dunia yang belum ia
sempat rasakan, hatinya kecewa bila ia tidak mampu menikmati kenikmatan
yang diangankannya. Sedangkan orang yang mengisi umurnya dengan banyak
mempersiapkan diri untuk akhirat (melalui amal ibadah) maka semakin tua
semakin rindu ia untuk bertemu dengan Sang Penciptanya. Hari tuanya
diisi dengan bermesraan dengan Sang Maha Pengasih. Tidak ada rasa
takutnya untuk meninggalkan dunia ini, bahkan ia penuh harap untuk
segera merasakan keindahan alam kehidupan berikutnya seperti yang
dijanjikan Allah. Inilah semangat “hidup” orang-orang yang baroqah
umurnya, maka berbahagialah orang-orang yang umurnya baroqah.

Demikianlah pesan-pesan dari Ibnu Abbas ra. mengenai 7 indikator kebahagiaan dunia.

Bagaimana caranya agar kita dikaruniakan Allah ke tujuh buah indikator
kebahagiaan dunia tersebut ? Selain usaha keras kita untuk memperbaiki
diri, maka mohonlah kepada Allah SWT dengan sesering dan se-khusyu’
mungkin membaca doa ‘sapu jagat’ , yaitu doa yang paling sering dibaca
oleh Rasulullah SAW. Dimana baris pertama doa tersebut “Rabbanaa aatina
fid dun-yaa hasanaw” (yang artinya “Ya Allah karuniakanlah aku
kebahagiaan dunia ”), mempunyai makna bahwa kita sedang meminta kepada
Allah ke tujuh indikator kebahagiaan dunia yang disebutkan Ibnu Abbas
ra, yaitu hati yang selalu syukur, pasangan hidup yang soleh, anak yang
soleh, teman-teman atau lingkungan yang soleh, harta yang halal,
semangat untuk memahami ajaran agama, dan umur yang baroqah.

Walaupun kita akui sulit mendapatkan ketujuh hal itu ada di dalam
genggaman kita, setidak-tidaknya kalau kita mendapat sebagian saja
sudah patut kita syukuri.

Sedangkan mengenai kelanjutan doa sapu jagat tersebut yaitu “wa fil
aakhirati hasanaw” (yang artinya “dan juga kebahagiaan akhirat”), untuk
memperolehnya hanyalah dengan rahmat Allah. Kebahagiaan akhirat itu
bukan surga tetapi rahmat Allah, kasih sayang Allah. Surga itu hanyalah
sebagian kecil dari rahmat Allah, kita masuk surga bukan karena amal
soleh kita, tetapi karena rahmat Allah.

Amal soleh yang kita lakukan sepanjang hidup kita (walau setiap hari
puasa dan sholat malam) tidaklah cukup untuk mendapatkan tiket masuk
surga. Amal soleh sesempurna apapun yang kita lakukan seumur hidup kita
tidaklah sebanding dengan nikmat surga yang dijanjikan Allah.

Kata Nabi SAW, “Amal soleh yang kalian lakukan tidak bisa memasukkan kalian ke surga”. Lalu para sahabat bertanya: “Bagaimana dengan Engkau ya Rasulullah ?”. Jawab Rasulullah SAW : “Amal soleh saya pun juga tidak cukup”. Lalu para sahabat kembali bertanya : “Kalau begitu dengan apa kita masuk surga?”. Nabi SAW kembali menjawab : “Kita dapat masuk surga hanya karena rahmat dan kebaikan Allah semata”.

Jadi sholat kita, puasa kita, taqarub kita kepada Allah sebenarnya
bukan untuk surga tetapi untuk mendapatkan rahmat Allah. Dengan rahmat
Allah itulah kita mendapatkan surga Allah (Insya Allah, Amiin).

(Sumber tulisan: ceramah Ustad Aam Aminudin, Lc. di Sapporo, Jepang,
disarikan secara bebas oleh Sdr. Asep Tata Permana, sedikit diedit oleh
Penjaga Kebun Hikmah)

Umum, REFLEKSI, ISLAM, SELINGAN 3:16 am

Muhammad SAW: The Super Leader and Super Manager
Oleh : Dito Anurogo, S. Ked.

20-Apr-2008, 14:45:04 WIB - [*www.kabarindonesia.com*]

KabarIndonesia – Resensi Buku dengan judul: Teladan Sukses dalam Hidup &
Bisnis, Muhammad SAW: The Super Leader Super Manager. Buku itu dikarang oleh
Dr. Muhammad Syafii Antonio, M.Ec (Nio Gwan Chung). Penerbitnya adalah
Tazkia Multimedia & ProLM Centre dan kini beredar pada Cetaka III Oktober
Tahun 2007 dengan tebal 318 Halaman + xvi, berikut resensi saya.

Penilaian: secara umum ISTIMEWA dan LUAR BIASA Enak dibaca, gaya
bahasanya mudah dipahami oleh berbagai kalangan, mulai dari cendekiawan,
politikus, seniman, orang awam hinggaanak kecil sekalipun. Bagi para
orangtua (muslim), buku ini amat cocok, misalnya sebagai cerita pengantar
(dongeng) sebelum tidur agar putra-putrinya dapat meneladani Rasulullah SAW
sejak dini.

Kelebihan: buku ini memiliki pembahasan dan uraian yang amat lengkap dan
menyentuh sisi keteladanan Rasulullah SAW di (hampir) semua aspek kehidupan,
dapat memperkaya perbendaharaan kata (vocabulary) Anda karena di bagian
tertentu ada kutipan-kutipan dalam bahasa Inggris, menggunakan 88 referensi
yang amat lengkap termasuk software hadits dan internet, edisi Lux, Full
Colour, Hard Cover, dilengkapi dengan apendix (piagam madinah dan meluruskan
riwayat pernikahan Rasulullah SAW dengan Aisyah ra), index, tabel, grafik,
peta yang warna-warni, dan pita pembatas halaman.

Kekurangan: harga relatif mahal, namun jika dibandingkan dengan manfaatnya
... harga ini "terlalu murah"

Pujian untuk buku ini:
Buku pertama yang ditulis cendekiawan Indonesia yang mengkaitkan secara padu
dan sistematis antara suri tauladan Muhammad SAW dengan disiplin leadership
dan manajemen modern. Satu pencerahan yang dinanti Indonesia dan dunia.
(DR. Hidayat Nur Wahid, Ketua MPR-RI)

Buku ini harus dibaca oleh Umat Muslim dan Tionghoa di Indonesia, karena
bisa memberikan inspirasi Kebangsaan Nasional. Indonesia dengan penduduk
Muslim terbesar di dunia dan suku Tionghoa terbesar diluar "Greater China"
sudah seharusnya merajut kembali Jalan Sutera di Tanah Air tercinta. Karena
itulah, buku ini menjadi penting sekali. (Hermawan Kartajaya, Mark Plus.
Inc.)

"*Muhammad is* THE MOST successful of all Prophets and religious
personalities
" (*The Encyclopaedia Britanica*)

Buku yang istimewa dan spesial ini mengkaji perjalanan hidup Rasulullah SAW
dalam 8 bidang utama:
1. self development atau personal leadership
2. bisnis dan kewirausahaan
3. kepemimpinan keluarga
4. dakwah
5. sosial dan politik
6. sistem hukum
7. pendidikan
8. strategi militer

Di dalam buku ini, Dr. Muhammad Syafii Antonio, M.Ec, selaku penulis,
mencoba melihat Rasulullah SAW dengan kaca mata baru yang lebih luas yaitu
bukan saja mengakui Rasulullah SAW sebagai Nabi dan Rasul tetapi juga
menempatkannya sebagai pemilik traits of leadership dan models of
management. Untuk mudahnya, traits of leadership Rasulullah SAW dibuat dalam
satu model berbentuk cakram yang terdiri dari 8 bidang utama, yaitu: self
development atau personal leadership, bisnis dan kewirausahaan, kepemimpinan
keluarga, dakwah, . sosial dan politik, sistem hukum, pendidikan, dan
strategi militer.

Secara umum, buku ini dibagi menjadi 4 bagian utama yang terdiri dari 12
bab. Bagian I terdiri dari 2 bab yaitu bab 1 sebagai Mukaddimah dan bab 2
berisi pembacaan terhadap konsep-konsep manajemen dan leadership modern.
Bagian II memuat satu bab yakni tentang bab 3 berupa survey of literature
terhadap berbagai tulisan dan kajian klasik tentang Muhammad SAW. Tujuan
utama dari bagian II adalah untuk menunjukkan betapa banyaknya suri teladan
dari Nabi Muhammad SAW yang selama ini belum tergali atau tersentuh oleh
literatur, baik dari luar maupun dari dalam negeri.

Bagian III berisi 8 bab yang merupakan isi pokok dari buku ini.

Bagian IV terdiri dari 12 bab yang merupakan bab penutup berupa epilog. Di
bagian akhir buku disertakan pula appendix, index, dan daftar pustaka.

Mari kita sedikit "menyelami" buku ini dari bab 1 hingga bab 12.

Bab 1: Belajar Kepemimpinan dan Manajemen dari Teladan Terbaik
*
Disini terungkap bahwa krisis terbesar dunia saat ini adalah krisis
keteladanan (hlm 3). Dunia (Islam), terutama Indonesia, sangat merindukan
pemimpin politik yang memiliki visi, kompetensi, dan compassionate untuk
memajukan dirinya (hlm 5).

Diungkap pula tentang rabun jauh orientalis, dintaranya adalah pernyataan
Dante Alighieri (1265-1321): "Muhammad adalah pemuka dari jiwa-jiwa terkutuk
yang membangkitkan perpecahan dalam agama dan mengembangkan agama-agama
palsu." (hlm 8) Satu di antara sebab ketidakmampuan kita mengambil suri
tuladan Rasulullah SAW secara holistik dan komprehensif adalah karena adanya
distorsi image yang muncul dari ekses studi para orientalis. Tidak dapat
dipungkiri bahwa orientalis memiliki etos kajian dengan kedalaman dan
disiplin metodologi yang tinggi (hlm 6).

Dibahas pula tentang rabun dekat kaum muslim.
Banyak di antara kita yang memposisikan Rasulullah SAW terlalu melangit,
tinggi, dan jauh di atas sehingga mendekati posisi dewa atau anak dewa.
Akibatnya beliau menjadi "asing" bagi kita dan tidak bisa ditiru dan
dijadikan suri tauladan lagi. Karena dengan demikian dimensinya menjadi
berbeda antara dimensi kita manusia biasa dan beliau sebagai "manusia
langit" (hlm 9).

Terungkap pula fakta tentang banyaknya ekonom Islam yang telah dilupakan
Barat dan umat Islam sendiri (hlm 11), antara lain:

1. Ibn Khaldun (1332-1404 M)
2. Al-Maqrizi (1364-1441 M)
3. Abu Ubaid (838 H)
4. Abu Yusuf (731-798 H)
5. Muhammad Ibn Hasan al-Saybani (750-804 H)
6. Nidzam al-Mulk al-Tusi (1018-1099 H)
7. Ibn Taymiyah (1263-1329 M)
8. Ibn Qayyim al-Jawziyah (1292-1350 M)
9. Al-Ghazali (1055-1111 M)
10. Kahn al-Dahlawi (1703-1762 M)

Oleh karena itu, tidaklah mengherankan jika traits of leadership dan
management models Muhammad SAW masih asing bagi umatnya apalagi umat
beragama lain.

*Bab 2: Jejak-jejak Muhammad SAW dalam Teori Leadership dan Management
Modern


Disini diungkapkan fakta bahwa hampir semua teori kepemimpinan ada pada
Muhammad SAW (hlm 19-25). Misalnya: empat fungsi kepemimpinan yang
dikembangkan oleh Stephen Covey:
1. perintis (*pathfinding*)
2. penyelaras (*aligning*)
3. pemberdaya (*empowering*)
4. panutan (*modeling*)

Begitu pula karakteristik Muhammad SAW dapat ditemukan pula di dalam
sifat-sifat dasar kepemimpinan menurut Warren Bennis (1994) dalam "*On
Becoming a Leader*", antara lain:
1. Visioner (*guiding vision*)
2. Berkemauan kuat (*passion*)
3. Integritas (*integrity*)
4. Amanah (*trust*)
5. Rasa ingin tahu (*curiosity*)
6. Berani (*courage*)

Muhammad SAW juga mempunyai keterampilan-keterampilan (*skills*) yang
dirumuskan oleh Burt Nanus dan James O’Toole berikut ini:

Megaskills of Leadership by Burt Nanus:
1. Berpandangan jauh ke depan
2. Menguasai perubahan
3. Disain organisasi
4. Pembelajaran antisipatoris
5. Inisiatif
6. Penguasaan interdependensi
7. Standar integritas yang tinggi

James O’Toole’s Characteristics of Values-Based Leaders:
1. Integrity
2. Trust
3. Listening

Bab 3: Khazanah Biografi Muhammad SAW

Disini disebutkan sumber-sumber penulisan sejarah Rasulullah SAW, yaitu:
1. Al-Quran Al-Karim
2. Kitab tafsir dan hadits Rasulullah
3. Buku-buku al-maghazi wa al-siyar
4. Kitab-kitab al-dala’il
5. Buku-buku syama’il
6. Buku-buku sejarah umum
7. Buku-buku al-haramayn
8. Buku-buku sastra dan bahasa

Bab 4: Self Development & Personal Leadership

Disini dikemukakan tentang pembentukan self leadership Rasulullah SAW di
waktu kecil hingga dewasa, pentingnya self leadership, self leadership dan
self discipline, hubungan self leadership dan orgnizational leadership, self
leadership
dan stress management, dan ditutup dengan mulailah dari dirimu
sendiri (hlm 63-73).

Dikemukakan pula tentang esensi dari leadership (hlm 71) adalah:
1. mengenali (*recognizing*),
2. menemukan (*discovering*),
3. dan mengidentifikasi diri yang sesungguhnya.

Leadership adalah bagaimana seseorang mempunyai 1. kebiasaan proaktif dan
kreatif,
2. suatu cara berpikir (*way of thinking*),
3. merasakan (*feeling*), dan
4. memfungsikan (*positioning*) sebuah cara hidup (*way of life*), dan cara
menjadi (*way of being*) yang transformatif (hlm 71-72).

Disini (hlm 72) dikemukakan pula tentang tahapan pengelolaan kinerja
diri (*self
performance*):
1. Asma al-Husna, Zikir, Shalat, Tafakur, Puasa, I’tikaf, Muhasabah
2. Self Discovering
3. Self Motivation
4. Self Energizing
5. Peak Performance

Bab 5: Muhammad SAW sebagai Pemimpin Bisnis dan Entrepreneurship

"*Money is not number one capital in business,
the number one capital is trust*"

Disini diceritakan masa kecil Muhammad SAW dalam membentuk jiwa wirausaha,
fungsi leadership penggembala, perjalanan dagang Muhammad SAW, peta
pasar-pasar Arab yang pernah disinggahi Muhammad SAW, 13 pusat perdagangan
Arab di masa Jahiliyah, bisnis Muhammad SAW setelah menikah, perkembangan
karir bisnis Muhammad SAW, contoh perdagangan oleh Muhammad SAW, kekayaan
Muhammad SAW, posisi kehidupan ekonomi Muhammad SAW, sikap Muhammad SAW
terhadap harta, dan wafat Muhammad SAW dengan penuh kesederhanaan (hlm
77-96).

Bab 6: Muhammad SAW sebagai Pemimpin Keluarga yang Harmonis

Disini diungkapkan fakta yang jarang disentuh buku-buku Islam kebanyakan,
yaitu tentang maskawin Muhammad SAW (hlm 100).

Muhammad SAW menikahi Khadijah pada tahun 595 M dengan 20 ekor unta muda
sebagai maskawin (sumber lain menyebutkan ditambah dengan emas 12,5 ons dari
harta Muhammad SAW sendiri).

Adapun putra-putri Rasulullah dengan Khadijah (hlm 101) adalah:
1. Qasim
2. Zainab
3. Abdullah
4. Ruqayah
5. Ummu Kultsum
6. Fathimah

Mengapa tidak ada putra Muhammad SAW yang dapat bertahan hidup hingga
dewasa? Apa hikmahnya? Ini dapat pembaca temukan uraiannya di halaman 102.

Yang menarik lagi, ada penjelasan yang rasional disertai grafik tentang usia
Rasulullah SAW saat monogami dan poligami (hlm 105-106). Juga dua belas
istri beliau yang diterangkan dengan tabel yang warna-warni (hlm 108-109)
sehingga para pembaca pastilah tertarik untuk membaca buku ini hingga
selesai.

Rasulullah SAW seorang ayah teladan, mertua yang pengertian, kakek
penyayang, juga suami teladan yang amat mesra dan romantis dengan para
istrinya. Mandi bersama hanyalah salah satu contoh dari 23 bentuk kemesraan
dan romantisnya Rasulullah SAW dengan para istrinya (hlm 111-121).

Bab 7: Kepemimpinan Dakwah Muhammad SAW

Yang menarik dari bab 7 adalah sifat-sifat kepemimpinan keagamaan Muhammad
SAW (hlm 138-142):
1. Disiplin wahyu
2. Memberikan teladan
3. Komunikasi yang efektif
4. Dekat dengan umatnya
5. Pengkaderan dan pendelegasian wewenang

Bab 8: Muhammad sebagai Pemimpin Sosial-Politik

Disini dijelaskan tentang keunikan politik Muhammad SAW di zamannya,
strategi Muhammad SAW dalam membidik Madinah sebagai pusat Islam, saat
hijrah Muhammad SAW, kondisi awal Madinah, segmentasi warga Madinah,
pergantian nama dari Yatsrib ke Madinah, Tahapan Pengembangan negara
Madinah, juga keadaan muslim di Makkah dan Madinah.

Kebijakan Sosial Politik yang Dilakukan Muhammad SAW pada periode Madinah
antara lain: mempersaudarakan muhajirin dan anshar, membuat kesepakatan
antarberbagai faksi yang ada di madinah. Kesepakatan ini disebut sebagai
Piagam Madinah. Adanya kesetaraan bagi semua warga, persoalan pendidikan,
lima makna kemenangan perjanjian Hudaibiyah (hlm 152-160). Disebutkan pula
delapan utusan diplomatik Muhammad SAW beserta misi mereka (hlm 161-2).

Di bidang Politik Ekonomi, Muhammad SAW telah melarang riba, gharar,
ihtikar, tadlis, dan market inefficiency (hlm 163-164). Beliau juga sangat
memperhatikan sistem upah (hlm 164) dan memiliki sistem kebijakan fiskal
yang unik di zamannya (hlm 164-177).

Diuraikan pula tentang penerimaan negara Madinah antara lain berasal dari:
1. zakat
(berbentuk uang tunai, hasil pertanian, dan binatang ternak)
2. khums (harta rampasan perang)
3. jizyah (dibayarkan oleh warga non-Muslim khususnya ahli Kitab
untuk jaminan perlindungan jiwa, properti, ibadah, dan bebas
dari kewajiban militer. Kelompok non-Muslim yang pertama kali
setuju membayar jizyah kepada Rasulullah SAW adalah kaum
Kristen Najran)
4. Kharaj (pajak tanah)
5. Sumber Penerimaan Lain, misalnya:
a. ‘Usyr: bea impor yang dikenakan kepada semua pedagang,
dibayar hanya sekali dalam setahun dan hanya berlaku
terhadap barang yang nilainya lebih dari 200 dirham.
b. pembayaran tebusan atas tawanan perang.
c. sumber penerimaan sekunder lainnya:
c.1. pinjaman-pinjaman
c.2. rikaz: harta karun yang ditemukan pada periode sebelum
Islam.
c.3. amwal al-fadhla: harta yang berasal dari kaum Muslim yang
meninggal tanpa ahli waris atau berasal dari barang-barang
seorang Muslim yang meninggalakan negerinya.
c.4. wakaf: harta benda yang didedikasikan kepada umat Islam
ikhlas semata karena Allah SWT.
c.5. nawa’ib: pajak yang jumlahnya cukup besar yang
dibebankan kepada kaum Muslim yang kaya untuk
menutupi pengeluaran negara selama masa darurat.
Hal ini pernah terjadi di masa perang Tabuk.
c.6. Bentuk lain shadaqah seperti qurban dan kaffarat.

Bab 9: Muhammad SAW sebagai Pemimpin Sistem Pendidikan Holistik

Dalam bab ini (hlm 181-213) dibahas tentang: perhatian Rasulullah SAW
terhadap pendidikan, Rasulullah SAW sebagai Living Model, lembaga-lembaga
pendidikan di masa Rasulullah SAW, lembaga-lembaga pendidikan pasca
Rasulullah SAW, tuntunan Rasul tentang sifat-sifat guru, dua puluh metode
dan teknik pengajaran.

Sebelas sifat mulia yang patut diamalkan oleh para guru (hlm187-193) yaitu:
ikhlas, jujur, walk the talk (melakukan semua yang dikatakan), adil dan
egaliter, berakhlak mulia, tawadhu, berani (dalam mengakui kesalahan dan
kekurangan diri, mengungkapkan kebenaran, menegur perilaku siswa yang
bermoral rendah atau berakhlak buruk), berjiwa humor (tidak berlebihan dalam
bergurau), sabar dan menahan amarah, menjaga lisan, mampu bersinergi dan
bermusyawarah.

Diuraikan secra lengkap dan terperinci pula disini (hlm 194-213) tentang 20
metode dan teknik pengajaran "*Holistic Learning Methods*" yaitu:
1. Learning Conditioning
2. Active Interaction
3. Applied-Learning Method
4. Scanning and Levelling
5. Discussion and Feed Back
6. Story Telling
7. Analogy and Case Study
8. Teaching and Motivating
9. Body Language
10. Picture and Graph Technology
11. Reasoning and Argumentation
12. Self Reflection
13. Affirmation and Repetition
14. Focus and Point Basis
15. Question and Answer Method
16. Guessing with Question
17. Encouraging Students to Ask
18. Wisdom in Answering Question
19. Commenting on Students Question
20. Honesty


Bab 10: Muhammad SAW sebagai Pemimpin Hukum

Dalam bab ini (hlm 217-252) dikemukakan tentang penghargaan dunia terhadap
Muhammad SAW di bidang hukum, peran Rasulullah SAW dalam pembentukan Legal
Jurisprudence
, "karir hukum" Rasulullah SAW, peranan Rasulullah SAW dalam
pembinaan hukum, karakteristik hukum Islam, periode pembentukan hukum Islam,
Madinah kota peradaban berlandaskan hukum dan keadilan, metode pembentukan
hukum Islam, keistimewaan hukum pada masa Rasulullah SAW, berijtihad dalam
menetapkan hukum pada masa Rasulullah SAW, kesatuan hukum, kodifikasi hukum,
perkembangan periode selanjutnya.

Ada beberapa hal yang menarik, yaitu: Nabi Muhammad SAW termasuk sebagai
salah satu tokoh hukum dunia sepanjang masa (hlm 219), juga sebelas
karakteristik hukum Islam (hlm 227-236):
1. Rabbaniyah (bersumber dari Allah)
2. Tadarruj (bertahap)
3. Umum (general)
4. Ideal dan Relistis
5. Wasathiyah/moderate (seimbang dan proporsional)
6. Murunah (fleksibel)
7. Al’Adalah (adil)
8. Raf’u al-Haraj (tidak sukar)
9. Qillatu al-Taklif (meminimalkan kewajiban hukum)
10. Jalbu al-Mashalih (sesuai dengan kemaslahatan umat manusia)
11. Takamul/Syumul (komprehensif, maksudnya: lengkap, sempurna, dan
berkumpul padanya berbagai macam pandangan hidup)

Bab 11: Kepemimpinan Militer Muhammad SAW

"*Seratus kemenangan dalam seratus pertempuran bukanlah keterampilan militer
yang luar biasa. tetapi menundukkan kekuatan lawan tanpa pertempuran itulah
keterampilan militer yang paling hebat*." (Sun Tzu)

Dalam bab ini (hlm 255-282) diuraikan tentang: Perang Fijar, ancaman dari
luar madinah, strategi pertahanan Madinah, Perang Badar al-Kubra, Ekspedisi
antara Badr dan Uhud, Perang Uhud, Ekspedisi-ekspedisi antara perang Uhud
dan Ahzab (Khandaq), Perang Ahzab (Khandaq), operasi militer sesudah Perang
Ahzab, Perang Khaibar, Penaklukan Makkah, Ekspedisi Pasca Penaklukan Makkah,
Beberapa Strategi Militer Muhammad SAW.

Beberapa sifat kepemimpinan militer Muhammad SAW sbb:
1. Bermusyawarah dalam menentukan taktik militer
2. Mengalahkan musuh tanpa pertempuran
3. Meminimalkan jumlah korban
4. Tidak mudah marah
5. Pendelegasian Kepemimpinan Pasukan
6. Membawa Tradisi baru tujuan peperangan, yakni jihad
7. Komunikasi militer yang Jelas dan Tegas
8. Selalu waspada
9. Tidak segan turun ke bawah
10. Memberi pujian dan bersikap adil terhadap pasukan

*Bab 12. Epilog: Jika Saat ini Rasulullah SAW Duduk di Samping Anda
*
Bab ini (hlm 285-291) berisi mutiara nasihat seandainya Rasulullah SAW saat
ini di samping kita.

"Wahai saudaraku aku (Rasulullah SAW) bahagia engkau telah membaca
perjalanan dakwah dan riwayat hidupku. Aku berharap di setiap lembaran buku
yang kau baca akan kaudapatkan hikmah dan pencerahan serta motivasi untuk
berjuang menuju hari esok yang lebih baik."

"Ketahuilah wahai saudaraku, bahwa dakwah yang paling utama adalah dakwah
dengan suri tauladan. Usahakanlah dengan maksimal untuk shalat tahajjud
secara teratur sebelum kita mengajak orang lain bangun shalat malam.
Bermurah tanganlah kepada kerabat dekat dan handai taulan serta fakir miskin
sebelum kita mengajak orang lain bershadqah. Berhentilah merokok sebelum
menyuruh anak Anda tidak merokok. Tekanlah ego Anda dan tebarkanlah senyum
sebelum Anda menyuruh orang lain berperilaku santun.

 

Dikutip dari milis daarut-tauhiid@yahoogroups.com

SHARING, REFLEKSI, SELINGANMarch 4, 2009 4:30 am

Jombang itulah nama daerahnya, konon sejarahnya daerah ini dinamai dengan sebutan Jombang dikarenakan adanya dua dimensi yang ada dalam masyarakatnya, setidaknya bisa disebut ijo abang (hijau dan merah). Sebuah warna yang memang dipilih sebagai simbol untuk sebuah strata seseorang, hijau mewakili orang yang melek huruf, atau santri kata yang berasal dari bahasa kuno sastri (melek huruf) dan berkaitan juga dengan cantrik anda bisa membacanya secara lengkap dalam catatan sejarah yang ada.

Untuk memberi gambaran secara lebih dekat anggap saja Ryan (si jagal jombang) mewakili kelompok merah alias masyarakat yang membuat nilai daerahnya tertulis dengan nilai merah, dan Ponari sebagai wakil dari kelompok hijau (penyembuh) hal demikian adalah sebagai bentuk penyeimbang, dan mungkin hebohnya berlipat ganda dibanding hebohnya Ryan.

Itu adalah contoh terkini, dan hampir seluruh Indonesia tahu, meski pada sejarahnya banyak juga kisah rakyat dan mungkin realita pada zamannya, bahwa disanalah gudang dua hal itu, toh dimanapun hal demikian juga akan selalu ada, dimana ada baik disitu ada buruk, sebab tidak akan mungkin sebuah kebaikan itu hadir tanpa diimbangi dengan keburukan, surga pun tak akan laku jika neraka tidak ada.

Sebuah fenomena yang unik bagi saya melihat puluhan ribu orang mengantri untuk minta obat, yang secara rasional tertolak mentah-mentah, namun toh sehebat apapun rasio tak bisa mengalahkan realita yang ada. Banyak dari kalangan kesehatan terweleh-welehkan (dalam bahasa gaulnya, ilmu yang dipelajarinya dicampakkan dengan kejadian ponari), bocah umur 9 tahun yang habis tersambar petir dan mendapat batu, dan ketika batu itu dibuang ternyata kembali ketempat ponari lagi, pembaca boleh percaya boleh tidak, namun penulis yakin ponari bukan pembohong layaknya dukun-dukun itu.

Orang mengatakan Ponari adalah dukun cilik, namun menurut penulis dia bukan dukun, namun hanya kebetulan diberi kelebihan oleh Allah, itu pun karena batu yang datang min haitsu la yahtasib, namun setidaknya efeknya positif, kalau memang itu bisa membuat orang jadi sembuh lantaran hal itu, toh juga yang menyembukan Allah. Jika ada orang yang kurang berilmu berkata itu syirik, saya kira perlu hati-hati, berobat ke dokter dan ke ponari adalah sama, menyakini jika minum obat dari dokter membuat dia sembuh adalah keliru, sebagaimana menyakini minum air yang dicelupi batunya ponari. Kecuali jika mereka tetap yakin yang menyembuhkan adalah Allah, lewat air itu, atau obat dari dokter.

Anda bisa simak sejarah nabi Musa ketika sakit gigi, ketika dia memohon kesembuhan pada Allah dia disuruh mengambil sebuah rerumputan, disaat yang lain dia sakit lagi, dan langsung mengambil rerumputan dan melupakan Allah, akhirnya sakitnya malah parah, setelah itu baru sadar dan mendapat teguran dari Allah.

Kisah ponari ini menurut penulis adalah sebuah peringatan kepada pemerintah Indonesia, dimana pelayanan kesehatan begitu minim dan mahal, baru daftar menjadi pasien saja sudah mahal apalagi resmi menjadi pasien dan harus menebus obat-obat yang mahal, maka tak heran jika puluhan ribu orang rela antri berhari-hari hanya karena pengobatan yang murah.

Hal demikian juga mengulang sejarah nabi Isa, juru pengobatan yang tak masuk akal pada saat kekuatan akal diagung-agungkan oleh kaum yahudi yang memang rasionalis, bahkan nabi Isa pun dilahirkan tanpa ayah, sebagai bukti bahwa Allah mampu melakukan apa yang akal manusia tak mampu menjangkau.

Penulis pun terkadang terbentur dengan hal demikian, ketika mencoba menjadikan sesuatu sesuai akal dalam sejarah-sejarah para nabi, para wali, dan orang sholeh lainya. Satu contoh adalah Hajar aswad, batu hitam yang diciumi jutaan orang, yang sekarang terletak disebuah sudut ka’bah, batu itu dalam tafsir yang penulis pelajari, adalah batu dari surga, buah-buahan yang diberikan untuk maryam ketika i’tikaf dalam tempat khalwatnya adalah dari surga, Istri salah seorang wali di Indonesia .juga bidadari dari surga.

Disitulah manusia diuji antara percaya dan tidak percaya, dan disitu pula manusia diajari bahwa yang gaib itu ada, dan yang ada itu gaib. Yang atas itu bawah dan yang bawah itu atas, up is down kata orang inggris, dan penulis yakin ketika pembaca berpikir sejenak dari contoh yang akan penulis berikan, pembaca akan sadar.

Contoh atas adalah bawah.

Kita semua tahu bahwa bumi adalah bulat, langit yang kita anggap diatas kita sebenarnya adalah dibawah bumi, dan langit yang dibawah bumi sebenarnya diatas kita. Anggap saja apa yang dianggap tertinggi dibagian bumi amerika, adalah apa yang dianggap rendah oleh bagian bumi Indonesia, dan semakin tinggi orang menumpuk harta, semakin dalam pula ia terkubur dengan harta.

Kalau saja umur kita diakhirat nanti sama dengan umur kita didunia, anda bisa bayangkan jika satu hari penuh kita berdosa, sebagai balasan kejelekan adalah 1:1 maka kita akan terhukum selama 1000 tahun dunia, karena satu hari diakhirat sama dengan 1000 tahun didunia. Nah kalau berbuat baik kan sistemnya 1:10, so jika kita beramal baik satu hari penuh maka balasannya 10.000 tahun, coba bayangkan kalau seumur hidup kita mampu beramal baik.

Maka, kata guruku “dalam diam, janganlah hatimu diam, dalam ramai, janganlah hatimu ramai”, ini penulis jabarkan aja, yang jelas iintinya guruku berpesan jika hatimu menyebut Allah tiap detaknya, bukankah itu tabungan kebaikan dan setiap kebaikan akan dibalas, sementara waktu tak bisa di pause atau di replay, jika hari ini kamu tidak menyebut Allah, maka kamu tak akan dapat mencari waktu hari ini, setelah hari ini.

Dalam diamnya mulut kita, dzikirlah yang keras dengan hati kita, dan dalam ramainya mulut kita, janganlah hati kita ramai kecuali untuk menyebut Allah. Janganlah mulut kita dzikir dengan keras sementara hati kita tidur atau bahkan wisata kemana-mana, apalagi mulut kita tidak berdzikir, hati kita maksiat, na’udzubillah!.


dikutip dari daarut-tauhiid@yahoogroups.com

SHARING, REFLEKSI, ISLAMMarch 3, 2009 3:50 am

Seorang pria asal California Selatan yang mengaku telah melakukan
kegiatan sebagai mata-mata bayaran FBI di masjid-masjid ingin
membersihakan namanya setelah identitasnya terungkap.

Craigh Monteilh, 46 tahun, seorang konsultan kebugaran tubuh dari
Irvine, mengatakan dia telah masuk ke masjid-masjid dari Juli 2006
hingga Oktober 2007. Bahkan dia juga mengaku telah melakukan wawancara
yang berhasil direkam dengan saudara ipar pengawal pribadi Syeikh
Osama bin Laden.

Monteilh mengatakan, Ahmadullah Niazi, saudara ipar pengawal pribadi
Syeikh Osama bin Laden, telah menjadi temannya saat dia berinfiltrasi
di dalam masjid. Niazi juga mengatakan padanya bahwa dia ikut
mengirimkan donasi kepada pejuang di Afghanistan dan melakukan
pemboman pada sebuah gedung di California Selatan.

Monteilh muncul setelah Niazi, 34 tahun, ditangkap karena terkait
tuduhan terorisme dan pelanggaran kewarganegaraan dan dokumen paspor.
Namun, pihak FBI telah menyangkal bahwa Monteilh bekerja dalam agen
resmi pemerintah penjajah AS tersebut.

Monteilh mengaku masa kerjanya berakhir beberapa bulan setelah Niazi
dan beberapa jamaah masjid melaporkannya karena menghalang-halangi dia
dan sejumlah jamaah untuk pergi ke masjid.

Sebuah kelompok advokasi Muslim telah meminta investigator federal
untuk membebaskan Niazi, hal ini karena Niazi telah dipaksa untuk
menjadi informan FBI karena Monteilh.

Niazi yang merupakan keturuan Afghanistan yang mendapatkan
kewarganegaraan AS tahun 2004, kini dikenai denda $ 500,000 dan akan
menghadapi sidang federal Senin depan.

Dalam infiltrasinya Monteilh selalu membawa alat pengawasan dab
bertemu dengan agennya di Starbuck atau restauran lokal sepekan
sekali. Dia juga mengerjakan laporan harian untuk FBI dan mendapatkan
upah $11,200 per bulan untuk aksinya ini.

Munira Syeda, jubir Council on American-Islamic Relations di Los
Angeles mengatakan tuduhan yang bisa dilancarkan kepada Niazi hanya
sebatas masalah administrasi kewarganegaraan saja, karena keterkaitan
dengan kegiatan "terorisme" tidak bisa dibuktikan.

Sementara itu, kegiatan mata-mata dalam hukum Islam sendiri, jika
seseorang tertangkap dan terbukti melakukan aksi ini, maka menurut
berbagai madzhab Islam berlaku hukum pancung baginya.

 

http://www.muslimdaily.net/2009/02/28/Konsultan+Fitnes+Mengaku+Jadi+Mata-mata+FBI+di+Masjid+California.html