Kumpulan Artikel

Umum, ISLAM, inspirasiOctober 28, 2009 12:33 pm

Al Jazeera Net

16 orang terluka dan lainya ditangkap dalam operasi Zionis pagi ini (28/9), menyusul bentrokan kelompok radikal Yahudi berusaha menyerbu Haram Al-Sharif bertepatann dengan hari “pengampunan”. Peristiwa ini mengingatkan kita pada serangkaian serangan terhadap al-Haram Al-Qudsi oleh Israel bersama kelompok radikal Yahudi sejak pendudukan tahun 1967 hingga hari ini. Yang paling anyar adalah serangan kelompok radikal Yahudi pada Ahad lalu (25/10) dibawa kawalan polisi Zionis Israel ke halaman masjid Al-Aqsha. Namun upaya itu dihadang oleh jama’ah masjid hingga menimbulkan 10 korban luka dan 15 lainnya ditangkap pihak Zionis Israel. Berikut rincian serangan dan penindasan tersebut:

Pada tahun 1967, setelah perang di bulan Juni, tentara Israel menduduki Tembok Barat dan menyita bagian dari Waqaf Masjid Al-Aqsa .

Mereka membongkar wilayah Magharibah dan menghancurkan 138 gedung, termasuk didalamnya sekolah favorit dan Al-Jami Buraq serta Masjid Magharibah. Kemudian berlanjut pada serangkaian serangan lainya.

Pada 9 Agustus 1969, seorang rabi di militer Zionis, Shlomo Goren masuk ke Al-Haram Al-Quds memimpin geng Yahudi yang berjumlah sekitar lima puluh orang untuk menunaikan "doa" di dalamnya.

Pada 21 Agustus 1969, orang Yahudi radikal berkewarganegaraan Australia bernama Michael Dennis Rohan membakar Masjid Al Aqsa, yang mengakibatkan kehancuran mimbar Salahuddin yang berusia lebih dari delapan ratus tahun serta langit-langit atapnya juga ikut terbakar.

Pada 2 November 1969 Yigal Alon, Wakil Perdana Menteri Israel dan para pembantunya memasuki Al-Haram Al-Quds.

Pada 11 Juli 1971 kelompok gerakan Betar yang terdiri dari 12 anak muda memasuki Masjid al-Aqsha dan melakukan ritual ibadah didalamnya.

Pada 22 Juli 1971 sekelompok gerakan Betar melakukan doa di Al-Haram Al-Quds.

Pada 14 Januari 1989, beberapa anggota Knesset melakukan tindakan provokatif dengan menggelar bacaan yang suka disebut "rahmat suci" di dalam Al-Aqsha dengan pengawalan ketat kepolisian Israel.

Pada 18 Oktober 1990, ekstremis Yahudi meletakkan batu pertama untuk pembangunan Haikal yang mereka klaim berada di areal Al-Haram Al-Quds. Sementara itu ribuan Palestina bangkit berupaya menghentikannya, hingga terjadinya bentrokan dan masuknya tentara Israel. Mereka menembaki warga yang menyebabkan 21 orang gugur syahid dan 150 lainya luka-luka.

Pada 28 September 2000, mantan perdana menteri Israel yang saat itu pemimpin Partai Likud Ariel Sharon, menyerbu Masjid Al-Aqsha Masjid dikawal puluhan orang bersenjata, hingga memicu meletusnya intifadah Al-Aqsa, yang menewaskan dan melukai ribuan warga Palestina.

Pada 23 Juli 2007, sekitar tiga ratus yahudi menyerbu Al-Aqsha dan melakukan ritual ibadah di dalamnya.

Pada 16 September 2008, kelompok Yahudi ekstremis menyerbu halaman Al-Aqsa Masjid dari Gerbang Magharibah.

Pada 9 Oktober 2008 sejumlah kelompok besar pemukim dan rabi serta politisi Israel dibawah penjagaan katat kepolisian Israel melakukan aksi yahudisasi di wilayah Al-Ahram Syarif.

Pada 9 Februari 2009, ratusan wisatawan dan turis Israel yang mengenakan "pakaian seronok" memasuki Masjid Al-Aqsa.

Pada 11 Maret 2009, sekelompok orang yang terdiri dari tiga puluh ultra kanan Yahudi mengenakan pakaian yang tidak pantas menyerbu halaman Masjid Al-Aqsha untuk menggelar upacara keagamaan.

Pada 14 April 2009, puluhan pemukim Yahudi menyerbu halaman Al-Aqsha untuk melakukan ritual ibadah pada hari Paskah Yahudi.

Pada 24 September 2009, anggota unit "ahli bahan peledak" dalam kawalan kepolisian Israel menyerbu Masjid Al Aqsa dan jalan-jalan di dalamnya.

Pada 27 September 2009, terjadi bentrokan dengan polisi Israel dan kelompok Yahudi di dalam Haram al-Sharif dan di depan gerbangnya yang mengakibatkan 16 warga Palestina cidera dan lainya ditangkap.

Bentrokan itu terjadi setelah polisi Israel menyerbu halaman masjid dari gerbang Magharibah dan menembaki jama’ah shalat dengan peluru dan granat suara. Mereka berupaya membubarkan barisan kaum muslimin yang berjaga-jaga di gerbang Al-Aqsha untuk menghalau serangan kelompok radikal. (asy/infopalestina.com)

Umum, ISLAM, WACANAOctober 21, 2009 1:39 pm

Anak anak yahudi pun turut membakar bendera Israel. Yahudi sedang mengalami kepanikan luar biasa. Dunia menukik menuju sikap anti-Semit tanpa dikomando, dan orang percaya inilah periode terburuk sepanjang sejarah kehidupan entitas Yahudi, dan paling fenomenal dari kebangkitan anti-Semit sejak tahun 1930—pararel dengan yang pernah terjadi setelah Perang Dunia II.

Pekan lalu, Parlemen Israel, setelah selesai menggelar hajatan nasional yang besar dalam memilih pemimpin, segera berkumpul, duduk satu meja, mengurung diri membicarakan hal ini. Gerakan anti-Yahudi ini menghebat dan berlangsung terus dan terus, hingga baik Israel sendiri, dan AS selaku tukang pelindung negara Zionis itu, sampai harus mengeluarkan pernyataan gegabah yang lantas ditertawakan banyak orang, "Siapapun yang mempunyai sikap anti-Semit di dunia internasional, akan mendapatkan sanki berat dan legal!", demikian Senator AS, Daniel Moynihan.

Namun, pernyataan Moynihan itu segera disambut dengan adem-ayem secara dramatis. Kita sekarang telah mendengar di sana-sini begitu banyak tokoh agama, terutama dari kalangan Kristen, yang disebut murtad oleh gereja. Di Vatikan dan Argentina belum lama ini. Seperti Uskup Williamson, yang menolak holocaust, dan perisitwa itu hanyalah dilebih-lebihkan, sehingga uskup di usir dari Argentina.

Hasilnya? Parlemen Israel, sebuah mendorong lahirnya : "Deklarasi London" (bukti bahwa Inggris mempunyai andil dalam diaspora Yahudi, dan banyak disesali oleh rakyat Britania Raya sendiri) menyatakan bahwa "Kami merasa sangat terganggu dengan sikap anti-Semit ini."

Perbedaan anti-Semit lama dan baru sendiri tengah bergesekan demikian kuat. Per Ahlmark, mantan pemimpin Partai Liberal Swedia mengatakan:

"Dulu, anti-Semit hanya menyerang Yahudi per-indivu saja. Sekarang, anti-Semit berlaku secara kolektif, untuk semua orang Yahudi tanpa pandang bulu, dan lebih tegasnya lagi, ditujukan pada negara Israel. Dulu, kita mengenal istilah Judenrein, atau dunia tanpa orang Yahudi. Sekarang kita mengenal Judenstaatrein, dunia tanpa negara Yahudi."


Sedemikian mengerikannya gerakan anti-Semit di Barat, 125 anggota Parlemen dari berbagai negara yang menjadi sekutu Israel, sampai harus mengemis membuat proposal yang berisi tentang tuntutan mereka yang menolak anti Semit.

Namun toh, dunia terlanjur muak dan melihat Yahdui sebagai durjana sepanjang masa. Gerakan anti-Semit bahkan telah berubah menjadi lebih besar menjadi tiga manifestasi sikap.

Pertama, sanksi-negara. Beberapa negara sudah mulai menunjukan keberanian untuk menelikung Yahudi. Turki dan Iran adalah contoh yang begitu jelas. Kejadian beberapa waktu lalu, sepanjang jalan di Iran telah dipenuhi dengan coretan banner "Hapus Israel dari Peta!" dan mendengung-dengungkan Israel sebagai "Kanker ganas" serta melabeli orang Yahudi sebagai "Iblis Gentayangan."

Gerakan anti-Semit yang kedua tertuang dalam platform dan kebijakan yang berada dalam organisasi seperti Hamas, Jihad Islam, Hizbullah, dan Al-Qaida yang telah menetapkan kehancuran Israel.

Dan yang ketiga, merebaknya fatwa agama yang disampaikan di masjid dan media, bahwa Yahudi dan Yudaisme adalah musuh Islam, hingga patut dilawan dengan segala cara: ekonomi, media, dan juga senjata.

Dengan ketiga manifestasi itu, tak pelak dunia telah menyudutkan bangsa Yahudi pada posisi yang sesempit-sempitnya.



Para Yahudi di Amerika pun menolak Israel & Zionisme

Sekarang, semua bangsa Yahudi tengah tiarap, menghina-dinakan mereka sendiri untuk memalsukan diri mereka menjadi apa dan siapa saja, seperti yang juga dilakukan oleh nenek moyang dahulu ketika mereka sedang terjepit.

Yang membuat anti-Semit sekarang ini begitu deras bagai air bah adalah para pelakunya adalah generasi baru, atau orang-orang baru yang tadinya sama sekali tidak menyadari adanya Yahudi yang licik dan berekor banyak.

Anti-Semit sekarang justru banyak dimulai di kampus-kampus seperti Amerika Utara dan Eropa, terutama di Inggris. Dunia mulai mengendus bahwa Israel adalah sebuah negara yang sangat "apartheid" . Setelah gelombang Israel adalah negara apartheid, dunia bahkan sudah menyebut Israel sebagai negara Nazi yang baru.

Tak ada perdebatan. Tak ada yang menyangkal. Alasan Yahudi untuk melindungi diri semakin membuat blunder langkah mereka, di antaranya menghancurkan Hamas dan membunuh semua orang Palestina dan merampas tanahnya. Dan percaya atau tidak, perlawanan terhadap Yahudi baru saja dimulai.


Dikutip dari http://swaramuslim.net/berita/more.php?id=5754_0_12_0_M

Umum, keseharian, ISLAM 1:38 pm

Harian Qatar, Benjamin Netanyahu digambarkan bermoncong babi
Wabah flu babi yang kian hari kian meluas rupanya memiliki kaitan kuat dengan negara Yahudi Israel, hal tersebut ditunjukkan dengan beredarnya sejumlah gambar kartun yang mengaitkan keterlibatan Israel dalam meluasnya wabah flu babi di dunia, kontan saja orang-orang Yahudi merasa kebingungan dan ramai-ramai mengeluarkan bantahan terhadap kemungkinan tersebut.

Liga Anti Penodaan (ADL) misalnya, badan bentukan Israel tersebut merasa gerah dengan beredarnya kartun yang dilansir sejumlah media Arab karena gambar-gambar kartun tersebut seakan membongkar kejahatan Israel yang menjadi dalang meluasnya wabah flu babi di dunia, yang selama ini justru diyakini berawal dari Meksiko.

ADL, Lembaga Israel yang memantau perlakuan anti-Semit di media-media Arab, dengan emosi menyala menuduh sejumlah surat kabar seperti Al-Watan di Qatar dan Al-Quds al-Arabi di Inggris atas eksploitasi penyakit flu babi dan menyebarkan pesan-pesan anti-Israel dan menunjukkan perilaku anti-Semit.

Gambar-gambar kartun bertemakan flu babi yang berkaitan dengan Israel bermunculan bak jamur di sejumlah media utama Arab dan juga harian Muslim di sejumlah negara diantaranya Qatar, Uni Emirat Arab dan Britania Raya.

Dalam sebuah kartun yang diterbitkan oleh sebuah media Arab, terdapat kata-kata: “Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengeluarkan peringatan tentang penyebaran penyakit ke seluruh dunia, penyakit flu babi,” dengan memajang gambar kartun Perdana Menteri Benjamin Netanyahu yang bermoncong babi.

“Dalam sebuah kartun anti-Israel yang mengangkat tema flu babi, para pemimpin Israel dibuat versi kartunnya. Bedanya, dalam gambar kartun tersebut, hidung mereka digantikan dengan moncong babi,” kata pihak ADL dalam sebuah pernyataan pers yang dikeluarkan pada hari Senin lalu.

“Sekali lagi, pers Arab tidak menanggapi isu wabah penyakit global yang mematikan tersebut dengan serius,” kata Direktur nasional ADL, Abraham Foxman. “Mereka ‘mengeksploitasi’ wabah flu babi sebagai upaya mengangkat sentimen anti-Israel dan anti-Yahudi dan menggunakan media kartun untuk menimbulkan kebencian terhadap negara dan penduduk Yahudi.”

Pada bulan Maret lalu, kaum Yahudi juga berang dengan gambar kartun yang menggambarkan mengenai keadaan nyata di Gaza, dimana Israel menganiaya dan membantai para penduduk Palestina di sana. Harian yang memuat gambar tersebut dituding melakukan tindakan anti-Semit.

Dalam gambar yang dibuat oleh kartunis politik, Pat Oliphant tersebut, tampak sesosok tentara tanpa kepala yang berbaris dan menggelindingkan bintang david yang bermata tajam untuk menggilas seorang wanita berbadan kecil bertuliskan kata Gaza.

Gambar tersebut mewakili pembantaian warga Palestina, termasuk wanita dan anak-anak selama berpuluh-puluh tahun, dan dunia internasional hanya bisa duduk termangu dan melihat tanpa melakukan upaya apapun untuk menghentikan kekejian tersebut.

Simon Wiesenthal Center, sebuah lembaga hak asasi manusia Yahudi yang berpusat di Los Angeles, langsung menghubungi New York Times dan media lainnya, mereka mendesak agar gambar kartun tersebut segera dihapuskan. Mereka beranggapan bahwa gambar tersebut dibuat dengan maksud untuk “mencemarkan” dan “menyetankan” Israel.

“Gambar kartun ini menunjukkan semangat anti-Semit yang sama dengan propaganda yang pernah dibuat pada era kekuasaan Nazi dan Soviet,” kata perwakilan Wiesenthal dalam sebuah pernyataan pada tanggal 26 Maret lalu.

Dikutip dari http://swaramuslim.net/berita/more.php?id=5803_0_12_0_M67