Kumpulan Artikel

SHARING, REFLEKSI, ISLAMNovember 29, 2009 9:24 am

KAIRO—Beberapa hari sebelum referendum yang sangat menetukan terkait dengan usulan larangan menara di Swiss, Amnesty International, Rabu (25/11), kemarin, mengingatkan bahwa larangan membangun menara masjid merupakan pelanggaran terhadap kebebasan beragama dan pelanggaran hak-hak kesetaraan atas dasar agama.

“Berlawanan dengan klaim penggagas referendum, larangan umum atas pembangunan menara merupakan pelanggaran hak umat Islam di Swiss untuk mengekspresikan agama mereka,” ujar Nicola Duckworth, Direktur Program AI Eropa dan Asia Tengah pada Amnesty International.

Pada Ahad (29/11) mendatang, warga Swiss akan memberikan suara pada referendum yang dipelopori oleh Partai Rakyat Swiss (SVP) untuk melarang pembangunan menara di negara Eropa. Partai ekstrim kanan ini membantah pernyataan Amnesty dan mengklaim bahwa menara adalah simbol syariah, dengan demikian tidak sesuai dengan sistem hukum Swiss.

Usulan larangan tersebut ditentang oleh pemerintah, parlemen, dan semua partai politik besar di negara ini. Uskup Katolik Roma dan rabi Yahudi juga mendesak para pemilih untuk menolak usulan larangan tersebut.

“Melarang pembangunan menara sementara, misalnya, membiarkan pembangunan menara gereja tetap berjalan merupakan diskriminasi atas dasar agama,” tegas Duckworth.

Hak asasi manusia internasional mendesak pengawas Swiss untuk menolak pelarangan tersebut. “Suatu perubahan dalam konstitusi yang akan mennfasilitasi larangan pembangunan menara harus ditolak dengan tegas,” desak Duckworth.

“Langkah tersebut penting karena akan memperkuat kesetaraan hak bagi semua orang yang tinggal di Swiss.” Swiss adalah negara sekuler, konstitusi yang menjamin kebebasan ekspresi keagamaan untuk semua.

Islam adalah agama kedua di negara itu—dengan jumlah 350.000 orang—setelah agama Kristen. Masjid di Swiss kebanykan adalah bekas gudang dan pabrik. Di ibukota Swiss, Bern, masjid terbesarnya adalah bekas parkiran bawah tanah. Di seluruh negeri, hanya ada empat masjid dengan menara; tidak satu pun dari kempatnya yang digunakan untuk mengumandangkan Azan, panggilan untuk salat. iol/taq

Sumber: http://m.republika.co.id/artikel.php?id=91989&menu=islam_mancanegara

REFLEKSI, ISLAMNovember 26, 2009 10:21 am

Aspek pendidikan merupakan salah satu solusi dalam upaya mengentaskan kemiskinan.

Dunia pernah dibuat kagum oleh para pesepak bola asal Kamerun. Salah satunya adalah aksi brilian striker Kamerun, Roger Milla, kala menumbangkan tim kuat Argentina pada laga pembuka Piala Dunia 1990 di Italia. Itulah momen ketika nama Kamerun segera menjadi topik pembicaraan hangat di seantero jagat.

Hingga kini, negara yang terletak di sub-Sahara Afrika itu tetap mampu mempertahankan tradisi sepak bola andalnya. Pemain-pemain Kamerun telah berkiprah di liga-liga terbaik dunia sekaligus mengharumkan nama Kamerun. Selain Roger Milla, pemain asal Kamerun lainnya yang kini sangat populer adalah Samuel Eto’o, mantan pemain Barcelona yang kini bermain di klub Inter Milan, Italia. Eto’o pernah menjadi top skor La Liga (Spanyol) saat memperkuat Barcelona.

Sesungguhnya, bukan hanya dari kancah sepak bola saja yang membuat Kamerun dikenal dunia. Sejak lama, negara tersebut diakui sebagai contoh terbaik perwujudan toleransi dan kerukunan antarumat beragama di benua Afrika.

Ya, berbeda dengan negara-negara tetangga mereka, sejauh ini Kamerun sangat jarang terdengar munculnya konflik komunal yang diakibatkan perbedaan keyakinan agama. Masyarakat Kamerun justru dapat memelihara sikap saling menghargai satu sama lain.

Pujian pun datang dari mana-mana. Salah satunya dari Paus Benediktus XVI. Pemimpin umat Nasrani ini bahkan menjadikan Kamerun sebagai awal lawatannya ke benua Afrika, medio Maret 2009.

Dalam kesempatan itu, Paus menyempatkan diri untuk bertemu dengan sejumlah tokoh Islam di sana. Ketika itu, secara khusus Paus memberikan apresiasi dan penghargaan pada peran umat Islam dalam menjaga kerukunan beragama.

Paus lantas mengatakan, Islam adalah salah satu agama yang menjadi dasar peradaban manusia. Oleh sebab itu, dia meminta umat Islam dan Nasrani di Kamerun dapat meneruskan contoh kerukunan tadi kepada negara-negara Afrika lainnya.

‘’Saya berharap, umat Islam dan Nasrani di Kamerun untuk dapat selalu bekerja sama dalam upaya membangun peradaban cinta,’’ ujar Paus dalam pertemuan di Ounde, Kamerun. Berdasarkan data, jumlah umat Muslim di Kamerun saat ini sekitar 22 persen dari populasi sebanyak 17,2 juta jiwa. Adapun penganut Katolik dan Animisme masing-masing berjumlah 27 persen dan 18 persen lagi merupakan penganut Protestan.

Lebih jauh, Paus mengharapkan umat beragama di Kamerun dapat terus mempertahankan situasi rukun dan damai, sekaligus menghindari konflik antaragama. ‘’Kita ingin melihat kehidupan umat beragama di negara ini bisa menjadi panutan bagi negara-negara lain di kawasan dalam rangka mewujudkan komitmen terhadap keadilan, perdamaian, dan kebaikan bersama,’’ tegasnya.

Seperti disebutkan David Grim, peneliti senior bidang agama dan kerja sama internasional di Pew Forum in Religion and Public Life, kedua agama (Islam dan Nasrani) sedang mengalami pertumbuhan pesat di Afrika.

Dulu, hanya satu dari 10 orang di sub-Sahara Afrika adalah penganut Nasrani. Kini, jumlahnya hampir enam dari 10 orang. ‘’Begitu pula umat Islam, jika pada awal abad 20 jumlahnya baru sekitar 14 persen dari populasi, saat ini sudah mencakup 20-30 persen,’’ tegasnya.

Maka itu, sangatlah penting agar setiap pemeluk agama dapat memelihara toleransi di antara mereka. ‘’Sejauh ini, Kamerun telah berhasil memenuhi harapan itu,’’ paparnya bangga.

Hal ini dipertegas oleh Krisztof Zielenda, direktur Institut Saint Joseph Mukasa Institute, Yoaunde. Dia melihat, selama ini umat beragama di Kamerun dapat hidup berdampingan secara damai dan penuh harmoni.

Menurutnya, selain sikap toleransi yang memang telah tertanam sejak lama, situasi kondusif itu juga ditopang oleh kebijakan pemerintah yang dirasakan sangat akomodatif, termasuk telah tercantum dalam undang-undang negara. ‘’Kerja sama antaragama terpelihara dengan baik. Ini antara lain karena pemerintah amat memberikan perhatian,’’ papar Zielanda.

Dia lantas mencontohkan, pada tahun 2004, pernah hampir terjadi gesekan antara pemuda Islam dan Nasrani di wilayah utara. Akan tetapi, segera seluruh pejabat pemerintah turun tangan meredam gejolak tersebut yang pada akhirnya mampu mendamaikan kedua pihak.

‘’Saat itu, para tokoh agama, baik Islam, Katolik, maupun Protestan, dipertemukan dan difasilitasi pemerintah. Di situ, kita sepakat untuk turun ke masyarakat dan menyosialisasikan pesan-pesan damai dalam agama,’’ terangnya.


Meningkatkan taraf hidup
Kondisi damai memang tercipta. Meski demikian, bukan berarti kewajiban umat Islam telah selesai. Masih ada tugas lain yang lebih berat, yakni bagaimana meningkatkan taraf kehidupan agar menjadi lebih baik, khususnya dalam distribusi kesejahteraan.

Bukan rahasia lagi, negara berpenduduk sekitar 16 juta jiwa itu masih menghadapi tantangan untuk dapat keluar dari masalah kemiskinan yang menimpa sebagian warganya. Hal itu telah berlangsung lama, dimulai oleh praktik eksploitasi sumber daya manusia dan alam oleh kaum kolonial di masa lalu.

Bahkan, hingga kemerdekaan penuh diraih tahun 1973, negara di kawasan barat Afrika itu masih harus berjuang keras mengatasi problem itu. Dibanding negara lainnya di kawasan tersebut, Kamerun tergolong negara dengan sumber daya alam melimpah.

Tak terkecuali dengan umat Muslim. Mereka kebanyakan tinggal di kawasan utara dan sebagian hidup kekurangan. Akan tetapi, umat senantiasa berupaya untuk mengatasi masalah kemiskinan dan kebodohan tersebut.

Selain aspek ekonomi, salah satu yang kini terus dikembangkan adalah meningkatkan kualitas dan kuantitas bidang pendidikan. Ini mengingat telah muncul kesadaran bahwa di antara penyebab maraknya kemiskinan adalah kurangnya tingkat pendidikan, baik umum maupun agama, di kalangan umat selama ini.

Lembaga keislaman
Oleh karena itu, di beberapa wilayah mayoritas Muslim, mulai dibangun sejumlah masjid dan sekolah. Program ini telah dimulai sejak tahun lalu dan mendapat sambutan luas segenap umat Muslim.

Adalah sebuah lembaga bernama Humanitarian Relief Foundation yang mensponsori program itu. Belum lama ini, sebuah masjid berlantai tiga telah diresmikan di distrik Pakakatorz, Kota Duala. Pembangunan masjid ini juga didanai oleh Osman Gazi Municipality.

Selain untuk tempat ibadah, masjid ini juga dapat difungsikan untuk beragam kegiatan, misalnya pendidikan, sosial, ekonomi, dan sebagainya. ‘’Ini adalah salah satu upaya meningkatkan kualitas kehidupan umat. Semoga lebih banyak masjid dan sekolah lagi yang dapat dibangun,’’ tegas Durmus Aydin, direktur Relief Foundation, saat acara peresmian. berbagai sumber ed : sya



Syiar Islam Sejak Abad X

Agama Islam pertama kali masuk ke kawasan utara Kamerun pada abad ke-10 yang dibawa oleh para pedagang dari jazirah Arab melalui Sahara. Mereka berdagang berbagai barang keperluang harian, emas, perunggu, garam, tembaga, dan lain sebagainya.

Di samping berniaga, para pedagang ini sekaligus mendakwahkan Islam pada penduduk pribumi dan dalam waktu singkat telah mendapatkan sambutan luas. Islam pun tumbuh pesat dan akhirnya menguasai wilayah bagian utara dan tengah.

Islam mulai meraih kejayaan ketika Kerajaan Kanem Bornu di dekat Danau Chad yang dipimpin oleh Dinasti Saifawa (Sefuwa), yaitu Raja Dunama Dibbalemi, masuk Islam tahun 1221. Dinasti ini memerintah sampai dengan tahun 1251. Islam di Afrika Tengah mulai menyebar, mulai dari Chad, Nigeria, Niger, hingga Kamerun.

Pengaruh Kanem Bornu di Kamerun berlanjut hingga abad ke-15. Namun, agama Islam baru menjadi kekuatan penuh di bagian utara saat suku Fulani (Fulbe) berkuasa pada abad ke-18. Mereka lantas mendirikan Kerajaan Adamawa (Adamawa Emirate) yang meliputi Kamerun dan Nigeria.

Suku Fulani dikenal sebagai salah satu suku unggulan di Afrika dan gigih menyebarkan agama Islam di kawasan itu. Sebelumnya, suku ini melakukan ekspansi ke Kerajaan Bamoun di abad ke-17 yang didirikan oleh Nshare Yen dan Kerajaan Bamoun menerima Islam secara utuh pada tahun 1833 ketika Sultan Njoya Ibrahima berkuasa.

Agama Nasrani baru berkembang pada abad ke-19. Dimulai oleh kedatangan orang Barat pertama, yakni Fenando Po dari Portugis, pada tahun 1472. Dinamakan Kamerun karena orang Portugis ini melihat banyak udang di perairan di sana sehingga mereka menamakan Rio des Cameroes (The Prawn River)

Di bawah kekuasaan bangsa Barat inilah, agama Nasrani disebarluaskan ke seluruh negeri. Dengan dukungan kebijakan kaum kolonial dan dana yang memadai, agama ini kian berkembang dan menjangkau penduduk lebih luas.

Faktor inilah yang menyebabkan agama Nasrani tumbuh menjadi mayoritas, kendati secara awal kedatangan, Islam-lah yang lebih dahulu tiba. Sedangkan, agama Islam tetap ‘menguasai’ kawasan utara dan tengah hingga saat ini.

Presiden Muslim
Peran umat Islam dalam percaturan perpolitikan dan sosial tidak bisa dikesampingkan begitu saja. Ini misalnya ditunjukkan dengan tampilnya El Haji Ahmadou Babatoura Ahijo sebagai presiden pertama setelah negara itu memperoleh kemerdekaan pada 1 Januari 1960. Ahmadou Ahijo bahkan dinobatkan sebagai Bapak Kemerdekaan Kamerun.

Dia adalah pejuang Muslim sejati yang berasal dari suku Fulani. Pria kelahiran 1924 ini membawa negara seluas 475 ribu km persegi itu pada gerbang kemerdekaan ketika partainya, l’Union Camerounaise, berhasil menguasai parlemen pada tahun 1958.

Ada dua hal penting yang patut dicatat selama pemerintahan Ahijo ini. Pertama, mampu mempersatukan dua daerah yang bersengketa, daerah utara berbasis koloni Inggris dan daerah selatan berbasis koloni Prancis.  Kedua adalah pemerintahan ini berhasil memajukan sektor pertanian dan industri.

Presiden Ahijo mengundurkan diri dari jabatannya pada 6 November 1982 karena alasan kesehatan. Selanjutnya, ia digantikan Paul Biya. Pemimpin karismatik ini wafat di Dakar, Senegal, pada 30 November 1989.

 

Sumber: http://m.republika.co.id/artikel.php?id=91597&menu=islam_mancanegara

REFLEKSI, ISLAM, WACANANovember 7, 2009 3:57 am

Ada sebuah pertanyaan besar dari laporan online CIA: akankah Israel bisa bertahan dalam jangka dua dekade ke depan? Berlepas dari validitas laporan tersebut, dengan hubungan berat-sebelah Israel dan AS, pertanyaan itu semakin mengerucut: Israel jatuh dalam waktu lima tahun lagi?

Lebih dari enam dekade, dukungan AS terhadap Israel begitu mendominasi media, sehingga memudahkan Tel Aviv untuk meletakkan gambaran positif menutup kelakuan buruknya, termasuk juga pembantaian dalam tragedi Gaza, delapan bulan lalu. Dan sekarang, dengan terbukanya akses online yang mengglobal, Zionis yang sumir menunjukkan sisi-sisi sebenarnya.

Walaupun rakyat AS jarang sekali menunjukan minat pada urusan luar negeri, namun perubahan itu mulai terasa. Banyak dari mereka yang melihat secara langsung tanpa filter Yahudi, akan—misalnya—peristiwa Gaza silam. Rakyat AS mulai kembali menguak pertanyaan lama yang mengendap dalam kepala mereka: mengapa mereka harus mendukung pemerintah apartheid yang menjajah?

Dengan Partai Likud yang memimpin Israel, jelas sudah bawa Tel Aviv hanya berkehendak meluaskan daerah jajahannya, tak ada yang lain commonwealth dan sebagainya. Dengan fakta itu, Israel tidak hanya menyudutkan Barack Obama, tapi juga memaksa keamanan nasional AS untuk membuat sebuah keputusan strategis: Apakah Israel merupakan rekan yang kredibel dalam perdamaian? Jawabannya, “Tidak.”

Kesimpulan yang tak terelakkan itu memberikan rakyat AS sedikit pilihan. Bagaimanapun AS bertanggung jawab pada eskalasi Israel di bulan Mei 1948 ketika Harry Truman, seorang presiden Kristen-Zionis, menerima negara Israel. Truman mengabaikan keberatan Menteri Luar Negeri George Marshal, gabungan pejabat dan staf, CIA dan korporasi diplomatik AS.

Pada Desember 1948, sekelompok ilmuwan dan intelektual Yahudi berbicara di The New York Times akan bahaya Fasis dengan berdirinya negara Yahudi. Salah satu ilmuwan tersebut adalah Albert Einstein. Jauh hari sebelum semua kejadian yang terjadi di dekade ini, semua orang sudah memprediksikan kelakuan Israel yang selalu merupakan ancaman untuk perdamaian.

Sebenarnya, isu kunci semua itu tidak lagi perlu menjadi bahan perdebatan tanpa akhir. Harus ada satu solusi negara konsisten dengan prinsip-prinsip demokratis persamaan yang penuh. Rakyat AS yang melek media tidak lagi bersedia mendukung negara teokratis di mana kewarganegaraan penuh hanya terbatas pada mereka yang dianggap "Yahudi" (apa pun artinya itu).

Jika tingkat kelahiran lokal menunjukkan suatu akhir dari "negara Yahudi," maka jadilah. Mengapa menunggu dua dekade ketika mimpi buruk ini dapat ditarik dalam waktu kurang dari lima tahun?

Lupakan saja pra-1967. Orang Palestina harus mempunyai hak, (sa/alahram/eramuslim)termasuk juga hak memiliki barang kepunyaannya sendiri yang dirampas Yahudi. Jika penjajah Yahudi menginginkan kompensasi, seharusnya mereka mencarinya pada segenap umatnya yang saat ini tengah berdiaspora di seluruh belahan dunia.

Mereka yang masih menganggap dirinya Yahudi harus segera pergi. AS harus mulai mempertimbangkan 500.000 orang Yahudi yang memegang paspor AS, dengan jumlah 300.000 lebih mendiami California. AS sudah sedemikian terbuka, dan dunia internasional pun telah melihat AS yang rapuh dan hanya sekadar menjadi bemper Yahudi.

Sampai saat ini, bertahun-tahun Zionis telah diaktifkan oleh sekelompok presiden Amerika Serikat. Bagi AS, untuk memulihkan kredibilitasnya ada satu hal yang perlu dilakukan: tidak hanya berusaha menutup gambar besar Zionis, tetapi juga berbagi tanggung jawab atas semua kejadian yang menimpa dunia yang disebabkan oleh bangsa tersebut. (sa/alahram/eramuslim)



Sumber: http://swaramuslim.net/berita/more.php?id=5845_0_12_0_M

Umum, ISLAM, inspirasiOctober 28, 2009 12:33 pm

Al Jazeera Net

16 orang terluka dan lainya ditangkap dalam operasi Zionis pagi ini (28/9), menyusul bentrokan kelompok radikal Yahudi berusaha menyerbu Haram Al-Sharif bertepatann dengan hari “pengampunan”. Peristiwa ini mengingatkan kita pada serangkaian serangan terhadap al-Haram Al-Qudsi oleh Israel bersama kelompok radikal Yahudi sejak pendudukan tahun 1967 hingga hari ini. Yang paling anyar adalah serangan kelompok radikal Yahudi pada Ahad lalu (25/10) dibawa kawalan polisi Zionis Israel ke halaman masjid Al-Aqsha. Namun upaya itu dihadang oleh jama’ah masjid hingga menimbulkan 10 korban luka dan 15 lainnya ditangkap pihak Zionis Israel. Berikut rincian serangan dan penindasan tersebut:

Pada tahun 1967, setelah perang di bulan Juni, tentara Israel menduduki Tembok Barat dan menyita bagian dari Waqaf Masjid Al-Aqsa .

Mereka membongkar wilayah Magharibah dan menghancurkan 138 gedung, termasuk didalamnya sekolah favorit dan Al-Jami Buraq serta Masjid Magharibah. Kemudian berlanjut pada serangkaian serangan lainya.

Pada 9 Agustus 1969, seorang rabi di militer Zionis, Shlomo Goren masuk ke Al-Haram Al-Quds memimpin geng Yahudi yang berjumlah sekitar lima puluh orang untuk menunaikan "doa" di dalamnya.

Pada 21 Agustus 1969, orang Yahudi radikal berkewarganegaraan Australia bernama Michael Dennis Rohan membakar Masjid Al Aqsa, yang mengakibatkan kehancuran mimbar Salahuddin yang berusia lebih dari delapan ratus tahun serta langit-langit atapnya juga ikut terbakar.

Pada 2 November 1969 Yigal Alon, Wakil Perdana Menteri Israel dan para pembantunya memasuki Al-Haram Al-Quds.

Pada 11 Juli 1971 kelompok gerakan Betar yang terdiri dari 12 anak muda memasuki Masjid al-Aqsha dan melakukan ritual ibadah didalamnya.

Pada 22 Juli 1971 sekelompok gerakan Betar melakukan doa di Al-Haram Al-Quds.

Pada 14 Januari 1989, beberapa anggota Knesset melakukan tindakan provokatif dengan menggelar bacaan yang suka disebut "rahmat suci" di dalam Al-Aqsha dengan pengawalan ketat kepolisian Israel.

Pada 18 Oktober 1990, ekstremis Yahudi meletakkan batu pertama untuk pembangunan Haikal yang mereka klaim berada di areal Al-Haram Al-Quds. Sementara itu ribuan Palestina bangkit berupaya menghentikannya, hingga terjadinya bentrokan dan masuknya tentara Israel. Mereka menembaki warga yang menyebabkan 21 orang gugur syahid dan 150 lainya luka-luka.

Pada 28 September 2000, mantan perdana menteri Israel yang saat itu pemimpin Partai Likud Ariel Sharon, menyerbu Masjid Al-Aqsha Masjid dikawal puluhan orang bersenjata, hingga memicu meletusnya intifadah Al-Aqsa, yang menewaskan dan melukai ribuan warga Palestina.

Pada 23 Juli 2007, sekitar tiga ratus yahudi menyerbu Al-Aqsha dan melakukan ritual ibadah di dalamnya.

Pada 16 September 2008, kelompok Yahudi ekstremis menyerbu halaman Al-Aqsa Masjid dari Gerbang Magharibah.

Pada 9 Oktober 2008 sejumlah kelompok besar pemukim dan rabi serta politisi Israel dibawah penjagaan katat kepolisian Israel melakukan aksi yahudisasi di wilayah Al-Ahram Syarif.

Pada 9 Februari 2009, ratusan wisatawan dan turis Israel yang mengenakan "pakaian seronok" memasuki Masjid Al-Aqsa.

Pada 11 Maret 2009, sekelompok orang yang terdiri dari tiga puluh ultra kanan Yahudi mengenakan pakaian yang tidak pantas menyerbu halaman Masjid Al-Aqsha untuk menggelar upacara keagamaan.

Pada 14 April 2009, puluhan pemukim Yahudi menyerbu halaman Al-Aqsha untuk melakukan ritual ibadah pada hari Paskah Yahudi.

Pada 24 September 2009, anggota unit "ahli bahan peledak" dalam kawalan kepolisian Israel menyerbu Masjid Al Aqsa dan jalan-jalan di dalamnya.

Pada 27 September 2009, terjadi bentrokan dengan polisi Israel dan kelompok Yahudi di dalam Haram al-Sharif dan di depan gerbangnya yang mengakibatkan 16 warga Palestina cidera dan lainya ditangkap.

Bentrokan itu terjadi setelah polisi Israel menyerbu halaman masjid dari gerbang Magharibah dan menembaki jama’ah shalat dengan peluru dan granat suara. Mereka berupaya membubarkan barisan kaum muslimin yang berjaga-jaga di gerbang Al-Aqsha untuk menghalau serangan kelompok radikal. (asy/infopalestina.com)

Umum, ISLAM, WACANAOctober 21, 2009 1:39 pm

Anak anak yahudi pun turut membakar bendera Israel. Yahudi sedang mengalami kepanikan luar biasa. Dunia menukik menuju sikap anti-Semit tanpa dikomando, dan orang percaya inilah periode terburuk sepanjang sejarah kehidupan entitas Yahudi, dan paling fenomenal dari kebangkitan anti-Semit sejak tahun 1930—pararel dengan yang pernah terjadi setelah Perang Dunia II.

Pekan lalu, Parlemen Israel, setelah selesai menggelar hajatan nasional yang besar dalam memilih pemimpin, segera berkumpul, duduk satu meja, mengurung diri membicarakan hal ini. Gerakan anti-Yahudi ini menghebat dan berlangsung terus dan terus, hingga baik Israel sendiri, dan AS selaku tukang pelindung negara Zionis itu, sampai harus mengeluarkan pernyataan gegabah yang lantas ditertawakan banyak orang, "Siapapun yang mempunyai sikap anti-Semit di dunia internasional, akan mendapatkan sanki berat dan legal!", demikian Senator AS, Daniel Moynihan.

Namun, pernyataan Moynihan itu segera disambut dengan adem-ayem secara dramatis. Kita sekarang telah mendengar di sana-sini begitu banyak tokoh agama, terutama dari kalangan Kristen, yang disebut murtad oleh gereja. Di Vatikan dan Argentina belum lama ini. Seperti Uskup Williamson, yang menolak holocaust, dan perisitwa itu hanyalah dilebih-lebihkan, sehingga uskup di usir dari Argentina.

Hasilnya? Parlemen Israel, sebuah mendorong lahirnya : "Deklarasi London" (bukti bahwa Inggris mempunyai andil dalam diaspora Yahudi, dan banyak disesali oleh rakyat Britania Raya sendiri) menyatakan bahwa "Kami merasa sangat terganggu dengan sikap anti-Semit ini."

Perbedaan anti-Semit lama dan baru sendiri tengah bergesekan demikian kuat. Per Ahlmark, mantan pemimpin Partai Liberal Swedia mengatakan:

"Dulu, anti-Semit hanya menyerang Yahudi per-indivu saja. Sekarang, anti-Semit berlaku secara kolektif, untuk semua orang Yahudi tanpa pandang bulu, dan lebih tegasnya lagi, ditujukan pada negara Israel. Dulu, kita mengenal istilah Judenrein, atau dunia tanpa orang Yahudi. Sekarang kita mengenal Judenstaatrein, dunia tanpa negara Yahudi."


Sedemikian mengerikannya gerakan anti-Semit di Barat, 125 anggota Parlemen dari berbagai negara yang menjadi sekutu Israel, sampai harus mengemis membuat proposal yang berisi tentang tuntutan mereka yang menolak anti Semit.

Namun toh, dunia terlanjur muak dan melihat Yahdui sebagai durjana sepanjang masa. Gerakan anti-Semit bahkan telah berubah menjadi lebih besar menjadi tiga manifestasi sikap.

Pertama, sanksi-negara. Beberapa negara sudah mulai menunjukan keberanian untuk menelikung Yahudi. Turki dan Iran adalah contoh yang begitu jelas. Kejadian beberapa waktu lalu, sepanjang jalan di Iran telah dipenuhi dengan coretan banner "Hapus Israel dari Peta!" dan mendengung-dengungkan Israel sebagai "Kanker ganas" serta melabeli orang Yahudi sebagai "Iblis Gentayangan."

Gerakan anti-Semit yang kedua tertuang dalam platform dan kebijakan yang berada dalam organisasi seperti Hamas, Jihad Islam, Hizbullah, dan Al-Qaida yang telah menetapkan kehancuran Israel.

Dan yang ketiga, merebaknya fatwa agama yang disampaikan di masjid dan media, bahwa Yahudi dan Yudaisme adalah musuh Islam, hingga patut dilawan dengan segala cara: ekonomi, media, dan juga senjata.

Dengan ketiga manifestasi itu, tak pelak dunia telah menyudutkan bangsa Yahudi pada posisi yang sesempit-sempitnya.



Para Yahudi di Amerika pun menolak Israel & Zionisme

Sekarang, semua bangsa Yahudi tengah tiarap, menghina-dinakan mereka sendiri untuk memalsukan diri mereka menjadi apa dan siapa saja, seperti yang juga dilakukan oleh nenek moyang dahulu ketika mereka sedang terjepit.

Yang membuat anti-Semit sekarang ini begitu deras bagai air bah adalah para pelakunya adalah generasi baru, atau orang-orang baru yang tadinya sama sekali tidak menyadari adanya Yahudi yang licik dan berekor banyak.

Anti-Semit sekarang justru banyak dimulai di kampus-kampus seperti Amerika Utara dan Eropa, terutama di Inggris. Dunia mulai mengendus bahwa Israel adalah sebuah negara yang sangat "apartheid" . Setelah gelombang Israel adalah negara apartheid, dunia bahkan sudah menyebut Israel sebagai negara Nazi yang baru.

Tak ada perdebatan. Tak ada yang menyangkal. Alasan Yahudi untuk melindungi diri semakin membuat blunder langkah mereka, di antaranya menghancurkan Hamas dan membunuh semua orang Palestina dan merampas tanahnya. Dan percaya atau tidak, perlawanan terhadap Yahudi baru saja dimulai.


Dikutip dari http://swaramuslim.net/berita/more.php?id=5754_0_12_0_M

Umum, keseharian, ISLAM 1:38 pm

Harian Qatar, Benjamin Netanyahu digambarkan bermoncong babi
Wabah flu babi yang kian hari kian meluas rupanya memiliki kaitan kuat dengan negara Yahudi Israel, hal tersebut ditunjukkan dengan beredarnya sejumlah gambar kartun yang mengaitkan keterlibatan Israel dalam meluasnya wabah flu babi di dunia, kontan saja orang-orang Yahudi merasa kebingungan dan ramai-ramai mengeluarkan bantahan terhadap kemungkinan tersebut.

Liga Anti Penodaan (ADL) misalnya, badan bentukan Israel tersebut merasa gerah dengan beredarnya kartun yang dilansir sejumlah media Arab karena gambar-gambar kartun tersebut seakan membongkar kejahatan Israel yang menjadi dalang meluasnya wabah flu babi di dunia, yang selama ini justru diyakini berawal dari Meksiko.

ADL, Lembaga Israel yang memantau perlakuan anti-Semit di media-media Arab, dengan emosi menyala menuduh sejumlah surat kabar seperti Al-Watan di Qatar dan Al-Quds al-Arabi di Inggris atas eksploitasi penyakit flu babi dan menyebarkan pesan-pesan anti-Israel dan menunjukkan perilaku anti-Semit.

Gambar-gambar kartun bertemakan flu babi yang berkaitan dengan Israel bermunculan bak jamur di sejumlah media utama Arab dan juga harian Muslim di sejumlah negara diantaranya Qatar, Uni Emirat Arab dan Britania Raya.

Dalam sebuah kartun yang diterbitkan oleh sebuah media Arab, terdapat kata-kata: “Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengeluarkan peringatan tentang penyebaran penyakit ke seluruh dunia, penyakit flu babi,” dengan memajang gambar kartun Perdana Menteri Benjamin Netanyahu yang bermoncong babi.

“Dalam sebuah kartun anti-Israel yang mengangkat tema flu babi, para pemimpin Israel dibuat versi kartunnya. Bedanya, dalam gambar kartun tersebut, hidung mereka digantikan dengan moncong babi,” kata pihak ADL dalam sebuah pernyataan pers yang dikeluarkan pada hari Senin lalu.

“Sekali lagi, pers Arab tidak menanggapi isu wabah penyakit global yang mematikan tersebut dengan serius,” kata Direktur nasional ADL, Abraham Foxman. “Mereka ‘mengeksploitasi’ wabah flu babi sebagai upaya mengangkat sentimen anti-Israel dan anti-Yahudi dan menggunakan media kartun untuk menimbulkan kebencian terhadap negara dan penduduk Yahudi.”

Pada bulan Maret lalu, kaum Yahudi juga berang dengan gambar kartun yang menggambarkan mengenai keadaan nyata di Gaza, dimana Israel menganiaya dan membantai para penduduk Palestina di sana. Harian yang memuat gambar tersebut dituding melakukan tindakan anti-Semit.

Dalam gambar yang dibuat oleh kartunis politik, Pat Oliphant tersebut, tampak sesosok tentara tanpa kepala yang berbaris dan menggelindingkan bintang david yang bermata tajam untuk menggilas seorang wanita berbadan kecil bertuliskan kata Gaza.

Gambar tersebut mewakili pembantaian warga Palestina, termasuk wanita dan anak-anak selama berpuluh-puluh tahun, dan dunia internasional hanya bisa duduk termangu dan melihat tanpa melakukan upaya apapun untuk menghentikan kekejian tersebut.

Simon Wiesenthal Center, sebuah lembaga hak asasi manusia Yahudi yang berpusat di Los Angeles, langsung menghubungi New York Times dan media lainnya, mereka mendesak agar gambar kartun tersebut segera dihapuskan. Mereka beranggapan bahwa gambar tersebut dibuat dengan maksud untuk “mencemarkan” dan “menyetankan” Israel.

“Gambar kartun ini menunjukkan semangat anti-Semit yang sama dengan propaganda yang pernah dibuat pada era kekuasaan Nazi dan Soviet,” kata perwakilan Wiesenthal dalam sebuah pernyataan pada tanggal 26 Maret lalu.

Dikutip dari http://swaramuslim.net/berita/more.php?id=5803_0_12_0_M67

Umum, ISLAM, SELINGAN, WACANASeptember 30, 2009 7:39 am

Warga Israel menunjukkan reaksi beragam berkaitan dengan pidato Obama

TEPI BARAT – Penjajahan yang dilakukan Israel teradap wilayah Palestina yang terus berlanjut hingga 42 tahun menyusul perang 6 hari pada tahun 1967 merupakan hal yang memalukan. Juru runding Palestina, kata Saeb Erakat pada hari Jumat kemarin.

“Sangat disayangkan, masyarakat internasional masih terus mendiamkan penjajahan kolonial yang paling mengerikan selama 42 tahun. Penjajahan tersebut terus berlanjut dengan pembangunan tembok pembatas dan pemukiman (Yahudi),” kata Erakat kepada wartawan.

Dia berbicara pada peringatan perang Arab-Israel, yang pecah pada tanggal 5 Juni 1967. Selama peperangan 6 hari tersebut, Israel merampas Tepi Barat, termasuk Yerusalem timur, Jalur Gaza, semenanjung Sinai dari Mesir dan dataran tinggi Golan dari Syiria.

Hingga saat ini, empat puluh persen wilayah Tepi Barat ada dibawah kendali penjajah kolonial kekaisaran Israel, kata Erakat.  

Dia mengatakan bahwa sejak Israel menjajah tanah milik Palestina, sebanyak 23.000 unit rumah Palestina diratakan dengan tanah, dan lebih dari 8.000 orang Palestina diusir dari Yerusalem timur.

Sebagai tambahan, dia mengatakan bahwa Israel telah menangkap lebih dari 650.000 warga Palestina dan 4.000 orang lainnya dibantai sejak dimulainya intifada kedua pada tahun 2000.

Erakat menyanjung pidato Barack Obama yang ditujukan kepada dunia Muslim dari Kairo, dimana presiden AS tersebut mengekspresikan dukungannya terhadap berdirinya negara Palestina merdeka, dan dia dengan tajam mengkritik reaksi berlebihan pihak Israel atas pidato tersebut.

“Israel… tidak mengatakan sepatah katapun mengenai solusi dua negara atau pembekuan pembangunan pemukiman Yahudi ilegal,” kata Erakat, merujuk pada kebijakan AS yang diusung oleh Obama.

Para komentator di surat kabar Israel menginterpretasikan pidato presiden AS Barack Obama kepada dunia Muslim sebagai penanda yang jelas bahwa ada pergeseran hubungan antara AS-Israel, dan kemungkinan mengarah kepada akhir dari hubungan mesra antara kedua negara tersebut.

Seorang penulis menyerukan kepada pemerintah Israel untuk segera beradaptasi dengan angin baru yang dihembuskan dari Washington jika tidak ingin tersapu oleh badai, sementara sejumlah penulis lainnya mengatakan bahwa presiden AS tersebut telah memberikan sinyal bahwa Israel harus menghormati komitmen yang telah dibuat untuk mencapai perdamaian dengan bangsa Palestina.

Setidaknya satu orang penulis menginterpretasikan hal tersebut sebagai tanda dari AS bahwa perdana menteri Benjamin Netanyahu harus melakukan reshuffle kabinet. Mendepak sejumlah menteri yang menghalangi perdamaian seperti misalnya Lieberman, dan menunjuk menteri baru.

Sejumlah penulis memandang hal tersebut sebagai kata-kata yang positif dari pemimpin AS tersebut, sementara sebagian lainnya memilih untuk mengabaikan saja hal tersebut, dan satu orang menganggap Obama sebagai seorang penjilat.

Sementara itu, seorang warga Palestina ditembak mati oleh polisi Israel dalam sebuah aksi unjuk rasa di desa Niin, Tepi Barat, unjuk rasa tersebut digelar untuk memprotes tembok pemisah yang dibangun oleh Israel.

Aqel Srur, 35, menghembuskan nafasnya yang terakhir setelah ditembak serdadu Israel. Butiran timah panas tersebut melesak masuk dan menembus jantungnya, demikian menurut pihak medis.

Namun juru bicara militer Israel menyangkal dan berkilah bahwa pasukan Israel hanya bermaksud membubarkan “kerusuhan massa” – walaupun semestinya jika hanya ingin membubarkan kerumunan massa, yang boleh dipergunakan hanyalah peluru karet, bukan peluru tajam.

Seorang pengunjuk rasa lainnya yang beru berusia 15 tahun mengalami luka-luka karena dianiaya oleh serdadu Israel, demikian menurut pihak medis.

Sekitar 200 oarng, termasuk warga Palestina, Israel dan aktivis perdamaian, mengambil bagian dalam unjuk rasa tersebut. Para aktivis memprotes pembangunan pembatas Israel di Tepi Barat. Nyaris setiap Jumat mereka harus berbentrokan dengan serdadu Israel, dan hal tersebut telah berlangsung selama lebih dari dua tahun.

Israel mengatakan bahwa tembok pemisah sepanjang 723 kilometer (454 mil) yang terbuat dari besi baja dan beton serta dilengkapi dengan pagar dan kawat berduri tersebut diperlukan untuk “keamanan”. Sementara rakyat Palestina memandang pendirian tembok tersebut sebagai upaya pencaplokan tanah oleh Israel untuk mengklaim tanah Palestina.


Dikutip dari http://swaramuslim.net/berita/more.php?id=5819_0_12_0_M

Umum, ISLAM, WACANA, inspirasiSeptember 23, 2009 2:26 am

Rabi Manis Friedman mengakui, membunuh orang tak berdosa dan tempat ibadah adalah cara perangnya orang Yahudi.

Sebagian orang mungkin bertanya-tanya, mengapa Yahudi Israel begitu membabi buta menyerang siapa saja dan apa saja yang menjadi lawannya. Pertanyaan itu terjawab oleh pernyataan seorang rabi di Amerika.

Rabi tersebut seorang Yahudi Ortodoks Amerika, yang mengatakan bahwa cara bertempur orang Yahudi dalam perang agama adalah dengan membunuh masyarakat sipil dan menghancurkan tempat-tempat ibadah. Pernyataan ini telah menyulut perselisihan besar.

Rabi bernama Manis Friedman dari Bais Chana Institute of Jewish Studies, Minnesota, tersebut berkata menjawab pertanyaan sebuah majalah Yahudi Amerika, yang dimuat dalam rubrik Ask the Rabbis.

Ia mengatakan, “Satu-satunya cara melawan (musuh) dalam perang agama adalah caranya orang Yahudi: Menghancurkan tempat-tempat suci mereka. Membunuh laki-laki, perempuan, dan anak-anak mereka (dan juga hewan ternak mereka).”

Ia juga menolak konsep moral “orang Barat”, dengan mengatakan, “ Saya tidak percaya dengan nilai moral Barat, seperti jangan bunuh masyarakat sipil, jangan menghancurkan tempat-tempat suci mereka, jangan bertempur selama waktu hari raya, jangan membom pemakaman, dan jangan menembak sampai mereka menembak lebih dulu karena hal itu tidak bermoral.”

Editor majalah Moment, Nadine Epstein, mengatakan, mereka menerima banyak surat dan e-mail menanggapi penyataan rabi Friedman, dan hampir tak ada satu pun tanggapan yang positif.

Belakangan Friedman mengakui bahwa kata-katanya “tidak bertanggung jawab” dan meminta maaf jika hal itu menimbulkan salah pengertian. Namun demikian sepertinya ia mencoba membela diri dengan mengatakan, dirinya hanya mencoba untuk “sedikit menyinggung masalah yang terkait moral dalam hal keadaan yang memaksa militer harus menahan tembakannya terhadap orang-orang dan tempat-tempat tertentu, di saat terjadi pertempuran berdarah yang meluas.”

Lucunya, Friedman yang berasal dari Chabad-Lubavitch, sebuah gerakan Hasidik – bagian dari Yahudi Ortodoks, juga berargumen dengan menyebut dirinya berbeda dengan orang Arab – yang ia sebut teroris – ketika bicara tentang membunuh orang sipil Yahudi.

“Mereka mengatakan itu (membunuh orang sipil) adalah genosida, bukan membela diri,” kata Friedman. “Bagi mereka, ada sebuah keyakinan dalam agamanya bahwa mereka harus menghancurkan wilayah kita. Sedangkan kita (Yahudi) tidak seperti itu.”

Ibrahim Hooper, juru bicara nasional dari Council on American-Islamic Relations (CAIR), mengatakan kepada Muslim News, “Genosida adalah genosida, baik itu dilakukan pada waktu perang atau saat damai. Saya hanya bisa membayangkan (apa yang akan terjadi) jika saja pernyataan itu dikeluarkan oleh seorang pemimpin Muslim Amerika, mendukung pemikiran ekstrim seperti itu.”

Hooper mengatakan, ia tidak hanya terkejut dengan pernyataan Friedman saja, “Pernyataan itu dimuat di majalah terkenal, Moment. Hal seperti itu, baru pertama kali saya dengar di negeri ini. Kalau di sana (Israel) banyak rabi yang mengeluarkan pemikiran yang sama dengan serdadu-serdadu Israel.”

Direktur komunikasi CAIR wilayah Minnesota, Jessica Zikri, berkata kepada Muslim News, “Sikap diam terhadap pernyataan ekstrim seperti itu, hanya akan disangka oleh orang tersebut bahwa ia mendapatkan persetujuan dan legitimasi.”

Wanita itu mengatakan, ia menghargai jawaban yang lebih moderat dari rabi lainnya yang dimintai pendapat oleh majalah Moment.

Sementara itu orang Yahudi yang tidak setuju dengan pandangan Friedman memberikan pernyataannya. Dalam sebuah pernyataan kepada Muslim News, Cecilie Surasky dari Jewish Voice for Peace mengatakan, “Pernyataan keterlaluan yang dikeluarkan oleh Friedman bahwa membunuh laki-laki Arab, para wanita dan anak-anak, dan menghancurkan tempat-tempat ibadah mereka adalah ‘sebuah cara orang Yahudi’, adalah pernyataan yang sangat menghina semua orang, khususnya orang Yahudi yang memegang nilai bahwa semuanya punya hak hidup yang sama. Pernyataannya tidak mewakili mayoritas umat Yahudi.”

“Kami tahu ada banyak peningkatan jumlah pemukim Yahudi ekstrimis di Israel dan para pendukung mereka dari Amerika, yang menolak untuk mengakui hak hidup bagi orang Palestina dan Arab. Jauh dari tujuan membawa kedamaian dan keamanan bagi Yahudi. Sikap mejijikkan yang tidak mengakui hak hidup orang-orang non-Yahudi, hanya akan membawa kepada pertumpahan darah yang lebih banyak.”

Direktur Eksekutif National Educational Foundation, HaMifgash, Rabbi Haim Beliak mengatakan, “Pernyataan pertama dan permintaan maaf yang dikeluarkan Manis Friedman menandakan tidak adanya moral dan tidak adanya etika dalam sikapnya. Friedman tidak bicara untuk Yahudi, tidak ada nilai-nilai Yahudi di sana, jika dalam lingkungan itu orang Yahudi dan non-Yahudi tidak diperlakukan sebagaimana seharusnya sebagai manusia. Etika Yahdi mengajarkan bahwa kita berhutang kewajiban terhadap ‘orang lain’ agar perhatian dan peduli. Bukan hanya dalam teori, tapi juga praktek. Dalam masa perang atau pun damai, status masyarakat sipil dan orang tak berdosa harus dihormati.

Dikutip dari http://swaramuslim.net/

Umum, ISLAM, inspirasi 2:20 am

“Atas nama penderitaan saudara-saudara kita di Palestina dan Lebanon, mari boikot produk Amerika,” demikian bunyi pesan pendek (SMS) yang saya terima pekan lalu. Pesan itu datang hanya beberapa jam setelah Israel dengan bengis membunuhi warga sipil dan kanak-kanak di Kota Qana, Lebanon.

Sehari sebelumnya, di situs IslamOnline.net, saya membaca beredarnya SMS dengan ajakan sama. “Bom boikot kita, adalah jawaban bom-bom pintar yang mereka curahkan.” Tulisan itu pun mengabarkan, pesan itu beredar secara masif dari satu ke lain seluler di negara-negara Timur Tengah. Ternyata, akal sehat (common sense) memamg berlaku di mana-mana.

Muak atas kebiadaban yang dipertontonkan Israel, membuat banyak masyarakat dunia tergerak untuk bicara boikot produk negara tersebut. Juga mentornya, AS. Lihat saja di ranah maya yang kini dipenuhi ajakan serupa. “Jika kita tak mampu berdampingan dengan saudara kita di Lebanon dan Palestina untuk memerangi Israel, mari dukung mereka dengan dana, dan goyang perekonomian musuh-musuh mereka,” tulis seorang blogger dengan antusias. Dia mencontohkan, betapa solidaritas Muslim sedunia sanggup membuat perekonomian Denmark goyah, saat negeri itu tersandung urusan kartun yang menghina Nabi Muhammad.

Bahkan, tak kurang dari intelektual dunia Arab, Profesor Fuad Thaha Abdul Halim, menyatakan cara itu terbukti efektif. “Suksesnya terbuktikan, ketika kita sama-sama memboikot restoran Amerika dan Denmark, saat terjadinya penghinaan itu,” kata Fuad dalam sebuah seminar di Universitas Al Azhar, Kairo, Mesir, Sabtu lalu.

Bila di dunia Arab hal demikian bisa sukses, bagaimana di Indonesia? “Mengapa tidak? Kuncinya hanya satu, kemauan,” kata pekerja pers, Farid Gaban. Menurut Farid, tentu saja banyak cara untuk menunjukkan ketidaksetujuan kepada cara-cara AS dan Israel. Tetapi, menurutnya, dari sekian banyak cara itu, boikot menjadi satu-satunya cara paling sederhana yang bisa dilakukan semua orang, pada saat itu juga.

Bahkan, berbeda dengan sejumlah ulama tradisional yang mempertanyakan efektivitas boikot, Farid justru berharap banyak akan dampaknya. “Bagi Indonesia sendiri, cara ini bisa memperkecil tingkat konsumsi dan ketergantungan akan barang asing,” kata dia. “Termasuk barang-barang yang bahkan sebenarnya tidak benar-benar diperlukan.”

Dalam jangka pendek, Farid setuju jika boikot itu akan berdampak. Misalnya, memungkinkan terjadinya PHK pada perusahaan-perusahaan milik atau yang memiliki hubungan dengan pusatnya di AS. Tetapi, kata Farid, mudharat itu akan berubah manfaat, jika warga kita bisa mengalihkan konsumsi ke barang-barang sederhana produksi dalam negeri.

“Bukankah justru nantinya akan menggerakkan sektor riil kita?” kata Farid. Pertanyaannya, manakah yang lebih efektif, memboikot satu dua produk, atau semua poduk AS dan sekutunya secara menyeluruh? “Sebaiknya menyeluruh,” kata Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP), Luthfi Hasan Ishaq. Menurut Luthfi, hanya dengan boikot yang menyeluruhlah, negara tersebut bisa merasakan dampaknya.

Namun, dalam soal ini, Luthfi berbeda dengan Farid. Menurut Farid, boikot dengan tujuan politik memang tidak perlu menyeluruh. Meski tujuannya adalah tekanan ekonomi-politik, sisi simbol perlawanan pun tak kalah penting. “Dengan boikot satu dua merek, terutama yang menjadi ikon, sudah cukup,” kata Farid.

Cara itu, menurutnya, sekaligus akan membuat aksi boikot lebih efektif, fokus, dan massif. Ia mencontohkan, daripada membuat daftar panjang produk AS yang akan diboikot, lebih baik fokus untuk menghancurkan satu dua merek, misalnya, McDonald’s, Marlboro, Coca Cola, atau Shell.

“Seperti halnya perang, jangan membuka terlalu banyak front sekaligus. Cukup satu atau dua front saja, yang strategis,” kata alumnus dan pendiri beberapa media cetak nasional itu. Farid mencontohkan sejumlah aktivis properdamaian internasional lintas agama, yang bertahun-tahun konsisten mengampanyekan pemboikotan Carterpillar, merek buldozer, yang dipakai Israel menggusur orang-orang Palestina dari tanahnya. “Perusahaan itu masih bertahan, memang. Tapi, makin banyak orang yang kini mengenalnya sebagai simbol kebrutalan Israel,” kata dia.

Sukses karena boikot diraih perusahaan Iran, yang sejak awal menyatakan diri sebagai pengganti Coca Cola. Zam Zam Cola, produsen dan merek minuman ringan itu, pada kuartal pertama 2003 saja mampu menyuplai setidaknya 10 juta botol minuman ke Arab Saudi.

Dengan tingkat penjualan sebesar itu, menurut pimpinan perusahaan tersebut, Ahmad-Haddad Moghaddam, pendapatan tiap tahun mereka kini mencatat 162 juta dolar AS lebih. Awalnya, kata Ahmad, tentu saja kisah muram sebuah produk substitusi boikot.

Sumber: http://infopalestina.com/

Umum, REFLEKSI, ISLAMMarch 18, 2009 3:18 am

Ibnu Abbas ra. adalah salah seorang sahabat Nabi SAW yang sangat
telaten dalam menjaga dan melayani Rasulullah SAW, dimana ia pernah
secara khusus didoakan Rasulullah SAW, selain itu pada usia 9 tahun
Ibnu Abbas telah hafal Al-Quran dan telah menjadi imam di mesjid. Suatu
hari ia ditanya oleh para Tabi’in (generasi sesudah wafatnya Rasulullah
SAW) mengenai apa yang dimaksud dengan kebahagiaan dunia. Jawab Ibnu
Abbas ada 7 (tujuh) indikator kebahagiaan dunia, yaitu :

Pertama, Qalbun syakirun atau hati yang selalu bersyukur.

Memiliki jiwa syukur berarti selalu menerima apa adanya (qona’ah),
sehingga tidak ada ambisi yang berlebihan, tidak ada stress, inilah
nikmat bagi hati yang selalu bersyukur. Seorang yang pandai bersyukur
sangatlah cerdas memahami sifat-sifat Allah SWT, sehingga apapun yang
diberikan Allah ia malah terpesona dengan pemberian dan keputusan
Allah. Bila sedang kesulitan maka ia segera ingat sabda Rasulullah SAW
yaitu : "Kalau kita sedang sulit perhatikanlah orang yang lebih sulit
dari kita". Bila sedang diberi kemudahan, ia bersyukur dengan
memperbanyak amal ibadahnya, kemudian Allah pun akan mengujinya dengan
kemudahan yang lebih besar lagi. Bila ia tetap “bandel” dengan terus
bersyukur maka Allah akan mengujinya lagi dengan kemudahan yang lebih
besar lagi. Maka berbahagialah orang yang pandai bersyukur!

Kedua. Al azwaju shalihah, yaitu pasangan hidup yang sholeh.

Pasangan hidup yang sholeh akan menciptakan suasana rumah dan keluarga
yang sholeh pula. Di akhirat kelak seorang suami (sebagai imam
keluarga) akan diminta pertanggungjawaban dalam mengajak istri dan
anaknya kepada kesholehan. Berbahagialah menjadi seorang istri bila
memiliki suami yang sholeh, yang pasti akan bekerja keras untuk
mengajak istri dan anaknya menjadi muslim yang sholeh. Demikian pula
seorang istri yang sholeh, akan memiliki kesabaran dan keikhlasan yang
luar biasa dalam melayani suaminya, walau seberapa buruknya kelakuan
suaminya. Maka berbahagialah menjadi seorang suami yang memiliki
seorang istri yang sholeh.

Ketiga, al auladun abrar, yaitu anak yang soleh.

Saat Rasulullah SAW lagi thawaf. Rasulullah SAW bertemu dengan seorang
anak muda yang pundaknya lecet-lecet. Setelah selesai thawaf Rasulullah
SAW bertanya kepada anak muda itu : "Kenapa pundakmu itu ?" Jawab anak
muda itu : "Ya Rasulullah, saya dari Yaman, saya mempunyai seorang ibu
yang sudah udzur. Saya sangat mencintai dia dan saya tidak pernah
melepaskan dia. Saya melepaskan ibu saya hanya ketika buang hajat,
ketika sholat, atau ketika istirahat, selain itu sisanya saya selalu
menggendongnya". Lalu anak muda itu bertanya: " Ya Rasulullah, apakah
aku sudah termasuk kedalam orang yang sudah berbakti kepada orang tua
?" Nabi SAW sambil memeluk anak muda itu dan mengatakan: "Sungguh Allah
ridho kepadamu, kamu anak yang soleh, anak yang berbakti, tapi anakku
ketahuilah, cinta orangtuamu tidak akan terbalaskan olehmu". Dari
hadist tersebut kita mendapat gambaran bahwa amal ibadah kita ternyata
tidak cukup untuk membalas cinta dan kebaikan orang tua kita, namun
minimal kita bisa memulainya dengan menjadi anak yang soleh, dimana doa
anak yang sholeh kepada orang tuanya dijamin dikabulkan Allah.
Berbahagialah kita bila memiliki anak yang sholeh.

Keempat, albiatu sholihah, yaitu lingkungan yang kondusif untuk iman kita.

Yang dimaksud dengan lingkungan yang kondusif ialah, kita boleh
mengenal siapapun tetapi untuk menjadikannya sebagai sahabat karib
kita, haruslah orang-orang yang mempunyai nilai tambah terhadap
keimanan kita. Dalam sebuah haditsnya, Rasulullah menganjurkan kita
untuk selalu bergaul dengan orang-orang yang sholeh. Orang-orang yang
sholeh akan selalu mengajak kepada kebaikan dan mengingatkan kita bila
kita berbuat salah. Orang-orang sholeh adalah orang-orang yang bahagia
karena nikmat iman dan nikmat Islam yang selalu terpancar pada cahaya
wajahnya. Insya Allah cahaya tersebut akan ikut menyinari orang-orang
yang ada disekitarnya. Berbahagialah orang-orang yang selalu
dikelilingi oleh orang-orang yang sholeh.

Kelima, al malul halal, atau harta yang halal.

Paradigma dalam Islam mengenai harta bukanlah banyaknya harta tetapi
halalnya. Ini tidak berarti Islam tidak menyuruh umatnya untuk kaya.
Dalam riwayat Imam Muslim di dalam bab sadaqoh, Rasulullah SAW pernah
bertemu dengan seorang sahabat yang berdoa mengangkat tangan. "Kamu
berdoa sudah bagus", kata Nabi SAW, "Namun sayang makanan, minuman dan
pakaian dan tempat tinggalnya didapat secara haram, bagaimana doanya
dikabulkan”. Berbahagialah menjadi orang yang hartanya halal karena
doanya sangat mudah dikabulkan Allah. Harta yang halal juga akan
menjauhkan setan dari hatinya, maka hatinya semakin bersih, suci dan
kokoh, sehingga memberi ketenangan dalam hidupnya. Maka berbahagialah
orang-orang yang selalu dengan teliti menjaga kehalalan hartanya.

Keenam, Tafakuh fi dien, atau semangat untuk memahami agama.

Semangat memahami agama diwujudkan dalam semangat memahami ilmu-ilmu
agama Islam. Semakin ia belajar, maka semakin ia terangsang untuk
belajar lebih jauh lagi ilmu mengenai sifat-sifat Allah dan
ciptaan-Nya. Allah menjanjikan nikmat bagi umat-Nya yang menuntut ilmu,
semakin ia belajar semakin cinta ia kepada agamanya, semakin tinggi
cintanya kepada Allah dan rasul-Nya. Cinta inilah yang akan memberi
cahaya bagi hatinya. Semangat memahami agama akan meng ”hidup” kan
hatinya, hati yang “hidup” adalah hati yang selalu dipenuhi cahaya
nikmat Islam dan nikmat iman. Maka berbahagialah orang yang penuh
semangat memahami ilmu agama Islam.

Ketujuh, yaitu umur yang baroqah.

Umur yang baroqah itu artinya umur yang semakin tua semakin sholeh,
yang setiap detiknya diisi dengan amal ibadah. Seseorang yang mengisi
hidupnya untuk kebahagiaan dunia semata, maka hari tuanya akan diisi
dengan banyak bernostalgia (berangan-angan) tentang masa mudanya, iapun
cenderung kecewa dengan ketuaannya (post-power syndrome). Disamping itu
pikirannya terfokus pada bagaimana caranya menikmati sisa hidupnya,
maka iapun sibuk berangan-angan terhadap kenikmatan dunia yang belum ia
sempat rasakan, hatinya kecewa bila ia tidak mampu menikmati kenikmatan
yang diangankannya. Sedangkan orang yang mengisi umurnya dengan banyak
mempersiapkan diri untuk akhirat (melalui amal ibadah) maka semakin tua
semakin rindu ia untuk bertemu dengan Sang Penciptanya. Hari tuanya
diisi dengan bermesraan dengan Sang Maha Pengasih. Tidak ada rasa
takutnya untuk meninggalkan dunia ini, bahkan ia penuh harap untuk
segera merasakan keindahan alam kehidupan berikutnya seperti yang
dijanjikan Allah. Inilah semangat “hidup” orang-orang yang baroqah
umurnya, maka berbahagialah orang-orang yang umurnya baroqah.

Demikianlah pesan-pesan dari Ibnu Abbas ra. mengenai 7 indikator kebahagiaan dunia.

Bagaimana caranya agar kita dikaruniakan Allah ke tujuh buah indikator
kebahagiaan dunia tersebut ? Selain usaha keras kita untuk memperbaiki
diri, maka mohonlah kepada Allah SWT dengan sesering dan se-khusyu’
mungkin membaca doa ‘sapu jagat’ , yaitu doa yang paling sering dibaca
oleh Rasulullah SAW. Dimana baris pertama doa tersebut “Rabbanaa aatina
fid dun-yaa hasanaw” (yang artinya “Ya Allah karuniakanlah aku
kebahagiaan dunia ”), mempunyai makna bahwa kita sedang meminta kepada
Allah ke tujuh indikator kebahagiaan dunia yang disebutkan Ibnu Abbas
ra, yaitu hati yang selalu syukur, pasangan hidup yang soleh, anak yang
soleh, teman-teman atau lingkungan yang soleh, harta yang halal,
semangat untuk memahami ajaran agama, dan umur yang baroqah.

Walaupun kita akui sulit mendapatkan ketujuh hal itu ada di dalam
genggaman kita, setidak-tidaknya kalau kita mendapat sebagian saja
sudah patut kita syukuri.

Sedangkan mengenai kelanjutan doa sapu jagat tersebut yaitu “wa fil
aakhirati hasanaw” (yang artinya “dan juga kebahagiaan akhirat”), untuk
memperolehnya hanyalah dengan rahmat Allah. Kebahagiaan akhirat itu
bukan surga tetapi rahmat Allah, kasih sayang Allah. Surga itu hanyalah
sebagian kecil dari rahmat Allah, kita masuk surga bukan karena amal
soleh kita, tetapi karena rahmat Allah.

Amal soleh yang kita lakukan sepanjang hidup kita (walau setiap hari
puasa dan sholat malam) tidaklah cukup untuk mendapatkan tiket masuk
surga. Amal soleh sesempurna apapun yang kita lakukan seumur hidup kita
tidaklah sebanding dengan nikmat surga yang dijanjikan Allah.

Kata Nabi SAW, “Amal soleh yang kalian lakukan tidak bisa memasukkan kalian ke surga”. Lalu para sahabat bertanya: “Bagaimana dengan Engkau ya Rasulullah ?”. Jawab Rasulullah SAW : “Amal soleh saya pun juga tidak cukup”. Lalu para sahabat kembali bertanya : “Kalau begitu dengan apa kita masuk surga?”. Nabi SAW kembali menjawab : “Kita dapat masuk surga hanya karena rahmat dan kebaikan Allah semata”.

Jadi sholat kita, puasa kita, taqarub kita kepada Allah sebenarnya
bukan untuk surga tetapi untuk mendapatkan rahmat Allah. Dengan rahmat
Allah itulah kita mendapatkan surga Allah (Insya Allah, Amiin).

(Sumber tulisan: ceramah Ustad Aam Aminudin, Lc. di Sapporo, Jepang,
disarikan secara bebas oleh Sdr. Asep Tata Permana, sedikit diedit oleh
Penjaga Kebun Hikmah)

Umum, REFLEKSI, ISLAM, SELINGAN 3:16 am

Muhammad SAW: The Super Leader and Super Manager
Oleh : Dito Anurogo, S. Ked.

20-Apr-2008, 14:45:04 WIB - [*www.kabarindonesia.com*]

KabarIndonesia – Resensi Buku dengan judul: Teladan Sukses dalam Hidup &
Bisnis, Muhammad SAW: The Super Leader Super Manager. Buku itu dikarang oleh
Dr. Muhammad Syafii Antonio, M.Ec (Nio Gwan Chung). Penerbitnya adalah
Tazkia Multimedia & ProLM Centre dan kini beredar pada Cetaka III Oktober
Tahun 2007 dengan tebal 318 Halaman + xvi, berikut resensi saya.

Penilaian: secara umum ISTIMEWA dan LUAR BIASA Enak dibaca, gaya
bahasanya mudah dipahami oleh berbagai kalangan, mulai dari cendekiawan,
politikus, seniman, orang awam hinggaanak kecil sekalipun. Bagi para
orangtua (muslim), buku ini amat cocok, misalnya sebagai cerita pengantar
(dongeng) sebelum tidur agar putra-putrinya dapat meneladani Rasulullah SAW
sejak dini.

Kelebihan: buku ini memiliki pembahasan dan uraian yang amat lengkap dan
menyentuh sisi keteladanan Rasulullah SAW di (hampir) semua aspek kehidupan,
dapat memperkaya perbendaharaan kata (vocabulary) Anda karena di bagian
tertentu ada kutipan-kutipan dalam bahasa Inggris, menggunakan 88 referensi
yang amat lengkap termasuk software hadits dan internet, edisi Lux, Full
Colour, Hard Cover, dilengkapi dengan apendix (piagam madinah dan meluruskan
riwayat pernikahan Rasulullah SAW dengan Aisyah ra), index, tabel, grafik,
peta yang warna-warni, dan pita pembatas halaman.

Kekurangan: harga relatif mahal, namun jika dibandingkan dengan manfaatnya
... harga ini "terlalu murah"

Pujian untuk buku ini:
Buku pertama yang ditulis cendekiawan Indonesia yang mengkaitkan secara padu
dan sistematis antara suri tauladan Muhammad SAW dengan disiplin leadership
dan manajemen modern. Satu pencerahan yang dinanti Indonesia dan dunia.
(DR. Hidayat Nur Wahid, Ketua MPR-RI)

Buku ini harus dibaca oleh Umat Muslim dan Tionghoa di Indonesia, karena
bisa memberikan inspirasi Kebangsaan Nasional. Indonesia dengan penduduk
Muslim terbesar di dunia dan suku Tionghoa terbesar diluar "Greater China"
sudah seharusnya merajut kembali Jalan Sutera di Tanah Air tercinta. Karena
itulah, buku ini menjadi penting sekali. (Hermawan Kartajaya, Mark Plus.
Inc.)

"*Muhammad is* THE MOST successful of all Prophets and religious
personalities
" (*The Encyclopaedia Britanica*)

Buku yang istimewa dan spesial ini mengkaji perjalanan hidup Rasulullah SAW
dalam 8 bidang utama:
1. self development atau personal leadership
2. bisnis dan kewirausahaan
3. kepemimpinan keluarga
4. dakwah
5. sosial dan politik
6. sistem hukum
7. pendidikan
8. strategi militer

Di dalam buku ini, Dr. Muhammad Syafii Antonio, M.Ec, selaku penulis,
mencoba melihat Rasulullah SAW dengan kaca mata baru yang lebih luas yaitu
bukan saja mengakui Rasulullah SAW sebagai Nabi dan Rasul tetapi juga
menempatkannya sebagai pemilik traits of leadership dan models of
management. Untuk mudahnya, traits of leadership Rasulullah SAW dibuat dalam
satu model berbentuk cakram yang terdiri dari 8 bidang utama, yaitu: self
development atau personal leadership, bisnis dan kewirausahaan, kepemimpinan
keluarga, dakwah, . sosial dan politik, sistem hukum, pendidikan, dan
strategi militer.

Secara umum, buku ini dibagi menjadi 4 bagian utama yang terdiri dari 12
bab. Bagian I terdiri dari 2 bab yaitu bab 1 sebagai Mukaddimah dan bab 2
berisi pembacaan terhadap konsep-konsep manajemen dan leadership modern.
Bagian II memuat satu bab yakni tentang bab 3 berupa survey of literature
terhadap berbagai tulisan dan kajian klasik tentang Muhammad SAW. Tujuan
utama dari bagian II adalah untuk menunjukkan betapa banyaknya suri teladan
dari Nabi Muhammad SAW yang selama ini belum tergali atau tersentuh oleh
literatur, baik dari luar maupun dari dalam negeri.

Bagian III berisi 8 bab yang merupakan isi pokok dari buku ini.

Bagian IV terdiri dari 12 bab yang merupakan bab penutup berupa epilog. Di
bagian akhir buku disertakan pula appendix, index, dan daftar pustaka.

Mari kita sedikit "menyelami" buku ini dari bab 1 hingga bab 12.

Bab 1: Belajar Kepemimpinan dan Manajemen dari Teladan Terbaik
*
Disini terungkap bahwa krisis terbesar dunia saat ini adalah krisis
keteladanan (hlm 3). Dunia (Islam), terutama Indonesia, sangat merindukan
pemimpin politik yang memiliki visi, kompetensi, dan compassionate untuk
memajukan dirinya (hlm 5).

Diungkap pula tentang rabun jauh orientalis, dintaranya adalah pernyataan
Dante Alighieri (1265-1321): "Muhammad adalah pemuka dari jiwa-jiwa terkutuk
yang membangkitkan perpecahan dalam agama dan mengembangkan agama-agama
palsu." (hlm 8) Satu di antara sebab ketidakmampuan kita mengambil suri
tuladan Rasulullah SAW secara holistik dan komprehensif adalah karena adanya
distorsi image yang muncul dari ekses studi para orientalis. Tidak dapat
dipungkiri bahwa orientalis memiliki etos kajian dengan kedalaman dan
disiplin metodologi yang tinggi (hlm 6).

Dibahas pula tentang rabun dekat kaum muslim.
Banyak di antara kita yang memposisikan Rasulullah SAW terlalu melangit,
tinggi, dan jauh di atas sehingga mendekati posisi dewa atau anak dewa.
Akibatnya beliau menjadi "asing" bagi kita dan tidak bisa ditiru dan
dijadikan suri tauladan lagi. Karena dengan demikian dimensinya menjadi
berbeda antara dimensi kita manusia biasa dan beliau sebagai "manusia
langit" (hlm 9).

Terungkap pula fakta tentang banyaknya ekonom Islam yang telah dilupakan
Barat dan umat Islam sendiri (hlm 11), antara lain:

1. Ibn Khaldun (1332-1404 M)
2. Al-Maqrizi (1364-1441 M)
3. Abu Ubaid (838 H)
4. Abu Yusuf (731-798 H)
5. Muhammad Ibn Hasan al-Saybani (750-804 H)
6. Nidzam al-Mulk al-Tusi (1018-1099 H)
7. Ibn Taymiyah (1263-1329 M)
8. Ibn Qayyim al-Jawziyah (1292-1350 M)
9. Al-Ghazali (1055-1111 M)
10. Kahn al-Dahlawi (1703-1762 M)

Oleh karena itu, tidaklah mengherankan jika traits of leadership dan
management models Muhammad SAW masih asing bagi umatnya apalagi umat
beragama lain.

*Bab 2: Jejak-jejak Muhammad SAW dalam Teori Leadership dan Management
Modern


Disini diungkapkan fakta bahwa hampir semua teori kepemimpinan ada pada
Muhammad SAW (hlm 19-25). Misalnya: empat fungsi kepemimpinan yang
dikembangkan oleh Stephen Covey:
1. perintis (*pathfinding*)
2. penyelaras (*aligning*)
3. pemberdaya (*empowering*)
4. panutan (*modeling*)

Begitu pula karakteristik Muhammad SAW dapat ditemukan pula di dalam
sifat-sifat dasar kepemimpinan menurut Warren Bennis (1994) dalam "*On
Becoming a Leader*", antara lain:
1. Visioner (*guiding vision*)
2. Berkemauan kuat (*passion*)
3. Integritas (*integrity*)
4. Amanah (*trust*)
5. Rasa ingin tahu (*curiosity*)
6. Berani (*courage*)

Muhammad SAW juga mempunyai keterampilan-keterampilan (*skills*) yang
dirumuskan oleh Burt Nanus dan James O’Toole berikut ini:

Megaskills of Leadership by Burt Nanus:
1. Berpandangan jauh ke depan
2. Menguasai perubahan
3. Disain organisasi
4. Pembelajaran antisipatoris
5. Inisiatif
6. Penguasaan interdependensi
7. Standar integritas yang tinggi

James O’Toole’s Characteristics of Values-Based Leaders:
1. Integrity
2. Trust
3. Listening

Bab 3: Khazanah Biografi Muhammad SAW

Disini disebutkan sumber-sumber penulisan sejarah Rasulullah SAW, yaitu:
1. Al-Quran Al-Karim
2. Kitab tafsir dan hadits Rasulullah
3. Buku-buku al-maghazi wa al-siyar
4. Kitab-kitab al-dala’il
5. Buku-buku syama’il
6. Buku-buku sejarah umum
7. Buku-buku al-haramayn
8. Buku-buku sastra dan bahasa

Bab 4: Self Development & Personal Leadership

Disini dikemukakan tentang pembentukan self leadership Rasulullah SAW di
waktu kecil hingga dewasa, pentingnya self leadership, self leadership dan
self discipline, hubungan self leadership dan orgnizational leadership, self
leadership
dan stress management, dan ditutup dengan mulailah dari dirimu
sendiri (hlm 63-73).

Dikemukakan pula tentang esensi dari leadership (hlm 71) adalah:
1. mengenali (*recognizing*),
2. menemukan (*discovering*),
3. dan mengidentifikasi diri yang sesungguhnya.

Leadership adalah bagaimana seseorang mempunyai 1. kebiasaan proaktif dan
kreatif,
2. suatu cara berpikir (*way of thinking*),
3. merasakan (*feeling*), dan
4. memfungsikan (*positioning*) sebuah cara hidup (*way of life*), dan cara
menjadi (*way of being*) yang transformatif (hlm 71-72).

Disini (hlm 72) dikemukakan pula tentang tahapan pengelolaan kinerja
diri (*self
performance*):
1. Asma al-Husna, Zikir, Shalat, Tafakur, Puasa, I’tikaf, Muhasabah
2. Self Discovering
3. Self Motivation
4. Self Energizing
5. Peak Performance

Bab 5: Muhammad SAW sebagai Pemimpin Bisnis dan Entrepreneurship

"*Money is not number one capital in business,
the number one capital is trust*"

Disini diceritakan masa kecil Muhammad SAW dalam membentuk jiwa wirausaha,
fungsi leadership penggembala, perjalanan dagang Muhammad SAW, peta
pasar-pasar Arab yang pernah disinggahi Muhammad SAW, 13 pusat perdagangan
Arab di masa Jahiliyah, bisnis Muhammad SAW setelah menikah, perkembangan
karir bisnis Muhammad SAW, contoh perdagangan oleh Muhammad SAW, kekayaan
Muhammad SAW, posisi kehidupan ekonomi Muhammad SAW, sikap Muhammad SAW
terhadap harta, dan wafat Muhammad SAW dengan penuh kesederhanaan (hlm
77-96).

Bab 6: Muhammad SAW sebagai Pemimpin Keluarga yang Harmonis

Disini diungkapkan fakta yang jarang disentuh buku-buku Islam kebanyakan,
yaitu tentang maskawin Muhammad SAW (hlm 100).

Muhammad SAW menikahi Khadijah pada tahun 595 M dengan 20 ekor unta muda
sebagai maskawin (sumber lain menyebutkan ditambah dengan emas 12,5 ons dari
harta Muhammad SAW sendiri).

Adapun putra-putri Rasulullah dengan Khadijah (hlm 101) adalah:
1. Qasim
2. Zainab
3. Abdullah
4. Ruqayah
5. Ummu Kultsum
6. Fathimah

Mengapa tidak ada putra Muhammad SAW yang dapat bertahan hidup hingga
dewasa? Apa hikmahnya? Ini dapat pembaca temukan uraiannya di halaman 102.

Yang menarik lagi, ada penjelasan yang rasional disertai grafik tentang usia
Rasulullah SAW saat monogami dan poligami (hlm 105-106). Juga dua belas
istri beliau yang diterangkan dengan tabel yang warna-warni (hlm 108-109)
sehingga para pembaca pastilah tertarik untuk membaca buku ini hingga
selesai.

Rasulullah SAW seorang ayah teladan, mertua yang pengertian, kakek
penyayang, juga suami teladan yang amat mesra dan romantis dengan para
istrinya. Mandi bersama hanyalah salah satu contoh dari 23 bentuk kemesraan
dan romantisnya Rasulullah SAW dengan para istrinya (hlm 111-121).

Bab 7: Kepemimpinan Dakwah Muhammad SAW

Yang menarik dari bab 7 adalah sifat-sifat kepemimpinan keagamaan Muhammad
SAW (hlm 138-142):
1. Disiplin wahyu
2. Memberikan teladan
3. Komunikasi yang efektif
4. Dekat dengan umatnya
5. Pengkaderan dan pendelegasian wewenang

Bab 8: Muhammad sebagai Pemimpin Sosial-Politik

Disini dijelaskan tentang keunikan politik Muhammad SAW di zamannya,
strategi Muhammad SAW dalam membidik Madinah sebagai pusat Islam, saat
hijrah Muhammad SAW, kondisi awal Madinah, segmentasi warga Madinah,
pergantian nama dari Yatsrib ke Madinah, Tahapan Pengembangan negara
Madinah, juga keadaan muslim di Makkah dan Madinah.

Kebijakan Sosial Politik yang Dilakukan Muhammad SAW pada periode Madinah
antara lain: mempersaudarakan muhajirin dan anshar, membuat kesepakatan
antarberbagai faksi yang ada di madinah. Kesepakatan ini disebut sebagai
Piagam Madinah. Adanya kesetaraan bagi semua warga, persoalan pendidikan,
lima makna kemenangan perjanjian Hudaibiyah (hlm 152-160). Disebutkan pula
delapan utusan diplomatik Muhammad SAW beserta misi mereka (hlm 161-2).

Di bidang Politik Ekonomi, Muhammad SAW telah melarang riba, gharar,
ihtikar, tadlis, dan market inefficiency (hlm 163-164). Beliau juga sangat
memperhatikan sistem upah (hlm 164) dan memiliki sistem kebijakan fiskal
yang unik di zamannya (hlm 164-177).

Diuraikan pula tentang penerimaan negara Madinah antara lain berasal dari:
1. zakat
(berbentuk uang tunai, hasil pertanian, dan binatang ternak)
2. khums (harta rampasan perang)
3. jizyah (dibayarkan oleh warga non-Muslim khususnya ahli Kitab
untuk jaminan perlindungan jiwa, properti, ibadah, dan bebas
dari kewajiban militer. Kelompok non-Muslim yang pertama kali
setuju membayar jizyah kepada Rasulullah SAW adalah kaum
Kristen Najran)
4. Kharaj (pajak tanah)
5. Sumber Penerimaan Lain, misalnya:
a. ‘Usyr: bea impor yang dikenakan kepada semua pedagang,
dibayar hanya sekali dalam setahun dan hanya berlaku
terhadap barang yang nilainya lebih dari 200 dirham.
b. pembayaran tebusan atas tawanan perang.
c. sumber penerimaan sekunder lainnya:
c.1. pinjaman-pinjaman
c.2. rikaz: harta karun yang ditemukan pada periode sebelum
Islam.
c.3. amwal al-fadhla: harta yang berasal dari kaum Muslim yang
meninggal tanpa ahli waris atau berasal dari barang-barang
seorang Muslim yang meninggalakan negerinya.
c.4. wakaf: harta benda yang didedikasikan kepada umat Islam
ikhlas semata karena Allah SWT.
c.5. nawa’ib: pajak yang jumlahnya cukup besar yang
dibebankan kepada kaum Muslim yang kaya untuk
menutupi pengeluaran negara selama masa darurat.
Hal ini pernah terjadi di masa perang Tabuk.
c.6. Bentuk lain shadaqah seperti qurban dan kaffarat.

Bab 9: Muhammad SAW sebagai Pemimpin Sistem Pendidikan Holistik

Dalam bab ini (hlm 181-213) dibahas tentang: perhatian Rasulullah SAW
terhadap pendidikan, Rasulullah SAW sebagai Living Model, lembaga-lembaga
pendidikan di masa Rasulullah SAW, lembaga-lembaga pendidikan pasca
Rasulullah SAW, tuntunan Rasul tentang sifat-sifat guru, dua puluh metode
dan teknik pengajaran.

Sebelas sifat mulia yang patut diamalkan oleh para guru (hlm187-193) yaitu:
ikhlas, jujur, walk the talk (melakukan semua yang dikatakan), adil dan
egaliter, berakhlak mulia, tawadhu, berani (dalam mengakui kesalahan dan
kekurangan diri, mengungkapkan kebenaran, menegur perilaku siswa yang
bermoral rendah atau berakhlak buruk), berjiwa humor (tidak berlebihan dalam
bergurau), sabar dan menahan amarah, menjaga lisan, mampu bersinergi dan
bermusyawarah.

Diuraikan secra lengkap dan terperinci pula disini (hlm 194-213) tentang 20
metode dan teknik pengajaran "*Holistic Learning Methods*" yaitu:
1. Learning Conditioning
2. Active Interaction
3. Applied-Learning Method
4. Scanning and Levelling
5. Discussion and Feed Back
6. Story Telling
7. Analogy and Case Study
8. Teaching and Motivating
9. Body Language
10. Picture and Graph Technology
11. Reasoning and Argumentation
12. Self Reflection
13. Affirmation and Repetition
14. Focus and Point Basis
15. Question and Answer Method
16. Guessing with Question
17. Encouraging Students to Ask
18. Wisdom in Answering Question
19. Commenting on Students Question
20. Honesty


Bab 10: Muhammad SAW sebagai Pemimpin Hukum

Dalam bab ini (hlm 217-252) dikemukakan tentang penghargaan dunia terhadap
Muhammad SAW di bidang hukum, peran Rasulullah SAW dalam pembentukan Legal
Jurisprudence
, "karir hukum" Rasulullah SAW, peranan Rasulullah SAW dalam
pembinaan hukum, karakteristik hukum Islam, periode pembentukan hukum Islam,
Madinah kota peradaban berlandaskan hukum dan keadilan, metode pembentukan
hukum Islam, keistimewaan hukum pada masa Rasulullah SAW, berijtihad dalam
menetapkan hukum pada masa Rasulullah SAW, kesatuan hukum, kodifikasi hukum,
perkembangan periode selanjutnya.

Ada beberapa hal yang menarik, yaitu: Nabi Muhammad SAW termasuk sebagai
salah satu tokoh hukum dunia sepanjang masa (hlm 219), juga sebelas
karakteristik hukum Islam (hlm 227-236):
1. Rabbaniyah (bersumber dari Allah)
2. Tadarruj (bertahap)
3. Umum (general)
4. Ideal dan Relistis
5. Wasathiyah/moderate (seimbang dan proporsional)
6. Murunah (fleksibel)
7. Al’Adalah (adil)
8. Raf’u al-Haraj (tidak sukar)
9. Qillatu al-Taklif (meminimalkan kewajiban hukum)
10. Jalbu al-Mashalih (sesuai dengan kemaslahatan umat manusia)
11. Takamul/Syumul (komprehensif, maksudnya: lengkap, sempurna, dan
berkumpul padanya berbagai macam pandangan hidup)

Bab 11: Kepemimpinan Militer Muhammad SAW

"*Seratus kemenangan dalam seratus pertempuran bukanlah keterampilan militer
yang luar biasa. tetapi menundukkan kekuatan lawan tanpa pertempuran itulah
keterampilan militer yang paling hebat*." (Sun Tzu)

Dalam bab ini (hlm 255-282) diuraikan tentang: Perang Fijar, ancaman dari
luar madinah, strategi pertahanan Madinah, Perang Badar al-Kubra, Ekspedisi
antara Badr dan Uhud, Perang Uhud, Ekspedisi-ekspedisi antara perang Uhud
dan Ahzab (Khandaq), Perang Ahzab (Khandaq), operasi militer sesudah Perang
Ahzab, Perang Khaibar, Penaklukan Makkah, Ekspedisi Pasca Penaklukan Makkah,
Beberapa Strategi Militer Muhammad SAW.

Beberapa sifat kepemimpinan militer Muhammad SAW sbb:
1. Bermusyawarah dalam menentukan taktik militer
2. Mengalahkan musuh tanpa pertempuran
3. Meminimalkan jumlah korban
4. Tidak mudah marah
5. Pendelegasian Kepemimpinan Pasukan
6. Membawa Tradisi baru tujuan peperangan, yakni jihad
7. Komunikasi militer yang Jelas dan Tegas
8. Selalu waspada
9. Tidak segan turun ke bawah
10. Memberi pujian dan bersikap adil terhadap pasukan

*Bab 12. Epilog: Jika Saat ini Rasulullah SAW Duduk di Samping Anda
*
Bab ini (hlm 285-291) berisi mutiara nasihat seandainya Rasulullah SAW saat
ini di samping kita.

"Wahai saudaraku aku (Rasulullah SAW) bahagia engkau telah membaca
perjalanan dakwah dan riwayat hidupku. Aku berharap di setiap lembaran buku
yang kau baca akan kaudapatkan hikmah dan pencerahan serta motivasi untuk
berjuang menuju hari esok yang lebih baik."

"Ketahuilah wahai saudaraku, bahwa dakwah yang paling utama adalah dakwah
dengan suri tauladan. Usahakanlah dengan maksimal untuk shalat tahajjud
secara teratur sebelum kita mengajak orang lain bangun shalat malam.
Bermurah tanganlah kepada kerabat dekat dan handai taulan serta fakir miskin
sebelum kita mengajak orang lain bershadqah. Berhentilah merokok sebelum
menyuruh anak Anda tidak merokok. Tekanlah ego Anda dan tebarkanlah senyum
sebelum Anda menyuruh orang lain berperilaku santun.

 

Dikutip dari milis daarut-tauhiid@yahoogroups.com

SHARING, REFLEKSI, ISLAMMarch 3, 2009 3:50 am

Seorang pria asal California Selatan yang mengaku telah melakukan
kegiatan sebagai mata-mata bayaran FBI di masjid-masjid ingin
membersihakan namanya setelah identitasnya terungkap.

Craigh Monteilh, 46 tahun, seorang konsultan kebugaran tubuh dari
Irvine, mengatakan dia telah masuk ke masjid-masjid dari Juli 2006
hingga Oktober 2007. Bahkan dia juga mengaku telah melakukan wawancara
yang berhasil direkam dengan saudara ipar pengawal pribadi Syeikh
Osama bin Laden.

Monteilh mengatakan, Ahmadullah Niazi, saudara ipar pengawal pribadi
Syeikh Osama bin Laden, telah menjadi temannya saat dia berinfiltrasi
di dalam masjid. Niazi juga mengatakan padanya bahwa dia ikut
mengirimkan donasi kepada pejuang di Afghanistan dan melakukan
pemboman pada sebuah gedung di California Selatan.

Monteilh muncul setelah Niazi, 34 tahun, ditangkap karena terkait
tuduhan terorisme dan pelanggaran kewarganegaraan dan dokumen paspor.
Namun, pihak FBI telah menyangkal bahwa Monteilh bekerja dalam agen
resmi pemerintah penjajah AS tersebut.

Monteilh mengaku masa kerjanya berakhir beberapa bulan setelah Niazi
dan beberapa jamaah masjid melaporkannya karena menghalang-halangi dia
dan sejumlah jamaah untuk pergi ke masjid.

Sebuah kelompok advokasi Muslim telah meminta investigator federal
untuk membebaskan Niazi, hal ini karena Niazi telah dipaksa untuk
menjadi informan FBI karena Monteilh.

Niazi yang merupakan keturuan Afghanistan yang mendapatkan
kewarganegaraan AS tahun 2004, kini dikenai denda $ 500,000 dan akan
menghadapi sidang federal Senin depan.

Dalam infiltrasinya Monteilh selalu membawa alat pengawasan dab
bertemu dengan agennya di Starbuck atau restauran lokal sepekan
sekali. Dia juga mengerjakan laporan harian untuk FBI dan mendapatkan
upah $11,200 per bulan untuk aksinya ini.

Munira Syeda, jubir Council on American-Islamic Relations di Los
Angeles mengatakan tuduhan yang bisa dilancarkan kepada Niazi hanya
sebatas masalah administrasi kewarganegaraan saja, karena keterkaitan
dengan kegiatan "terorisme" tidak bisa dibuktikan.

Sementara itu, kegiatan mata-mata dalam hukum Islam sendiri, jika
seseorang tertangkap dan terbukti melakukan aksi ini, maka menurut
berbagai madzhab Islam berlaku hukum pancung baginya.

 

http://www.muslimdaily.net/2009/02/28/Konsultan+Fitnes+Mengaku+Jadi+Mata-mata+FBI+di+Masjid+California.html

Umum, SHARING, REFLEKSI, ISLAMFebruary 28, 2009 6:04 am

Sesungguhnya segala puji hanyalah milik Allohu Ta’ala. kita memujiNya meminta pertolongan kepadaNya dan memohon ampunanNya, serta berlindung kepada Alloh dari kejelekan diri diri kita dan dari kejahatan amalan amalan kita. Barangsiapa yang Alloh beri petunjuk padanya, maka tiada yang dapat menyesatkannya. Dan barangsiapa yang Alloh sesatkan, maka tiada yang bisa menunjukkinya.
Dan aku bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Allohu Ta’alaa dan tiada sekutu bagiNya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan RasulNya.

Amma ba’du

:: 4 TIPE ORANG SEPUTAR HARTA & ILMU ::

Di negeri ini masih banyak orang mempunyai ilmu dan harta tapi mengapa negeri ini masih dilanda krisis ?!

Dari Abu Kabsyah Al-Anmari radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

"Dunia itu diberikan kepada empat golongan:

(1) Seorang hamba yang Allah anugerahi harta dan ilmu, maka dia pun bertakwa kepada Rabbnya dalam hal hartanya, menggunakan hartanya untuk menyambung tali kekerabatan dan mengetahui bahwa Allah memiliki hak dalam hartanya itu, maka dia berada pada derajat yang paling mulia di sisi Allah.

(2) Dan seorang hamba yang Allah karuniai ilmu namun tidak diberi harta, dia adalah seorang yang benar niatnya. Dia katakan, ‘Seandainya aku memiliki harta, aku akan beramal seperti amalan Fulan’, maka dengan niatnya itu pahala mereka berdua sama.

(3) Juga seorang hamba yang Allah beri harta namun tidak dikaruniai ilmu, sehingga dia gunakan hartanya tanpa ilmu. Dia tidak bertakwa kepada Rabbnya dalam hartanya itu, tidak menggunakannya untuk menyambung tali kekerabatan, dan tidak pula mengetahui ada hak Allah dalam hartanya, maka dia berada pada derajat yang paling hina di sisi Allah.

(4) Dan seorang hamba yang tidak Allah beri harta maupun ilmu, lalu dia mengatakan, ‘Seandainya aku memiliki harta aku akan berbuat seperti perbuatan Fulan’, maka dengan niatnya itu dosa mereka berdua sama."

(HR. At-Tirmidzi no. 2325, dikatakan oleh Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullahu dalam Shahih Sunan At-Tirmidzi: Shahih)

 dikutip dari mili daarut-tauhiid

REFLEKSI, ISLAM 6:00 am

Kesaksian dari tim Mer-C dalam acara Gaza Untold Story di Masjid Al Barkah Bekasi :

Selama
tim Mer-C berada di Gaza, mereka menemukan setidaknya ada 80 tank
israel yang hancur. 1 tank israel dioperasikan rata rata 4-5 tentara.
Ini berarti setidak-tidaknya 80×5 = 400 tentara israel mati atau
setidaknya luka parah. Kabar yang juga menggelikan, bahwa semua tentara
israel yang berada di tank memakai pampers …...... mereka amat sangat
takut keluar dari tank. Sehingga urusan buang air ya di pampers itu.

FPI
yang selama ini sering disikapi sinis oleh masyarakat Indonesia, bahkan
oleh sebagian umat Islam sendiri, ternyata juga telah mengirimkan
relawannya ke Gaza. Di sana mereka betemu dengan tim Mer-C.

Tim
FPI membawa langsung bantuan kemanusiaan ke Gaza. Sedang faktanya masuk
ke Gaza sendiri bukan urusan mudah dari segi perizinan, belum lagi dari
sisi siap mati kapanpun. Sehingga masyarakat Palestina, Gaza khususnya
sangat terharu dengan kepedulian umat Islam dari Indonesia. Nama
Indonesia sangat terkenal dan harum di mata rakyat Palestina.

 

 

Dikutip dari Milis daarut-tauhiid

Umum, REFLEKSI, ISLAMFebruary 18, 2009 4:35 am



                               There were no valentines
    for the kids in palestine
    no v-cards
    no valentines day there were no candy hearts
    for the old decripit ones
    no candy
    no cinnamon buns all you little boys and girls
    we’ll give you all our candy  pearls
    pearls pearls pearls pearls  pearls
    we’ll give you candy pearls where has all the candy gone?
    candy candy candy where has all the love gone?  

 

 

Pernah dengar lagu dari lirik di atas? Nggak usah minder kalo belum, karena
lagu ini memang bukan major label alias indie. Genrenya juga abstrak,
bukan termasuk pop, rock, rap apalagi dangdut. Bahkan si penyanyi yaitu
Tishomingo juga nggak jelas asal usulnya. Suaranya pun sangat cempreng
dan nggak asik untuk didengar. Tapi at least, kita jadi tahu
apa yang dia mau dari lirik lagu ciptaannya ini. Ia masih mau peduli
dengan nasib jutaan manusia di Palestina, yang bagi zionis Israel
dengan dukungan Amerika ingin dimusnahkan hingga akar-akarnya. Gimana
nggak, bila bayi merah pun mereka bunuh dengan tangan dingin.  Terlepas
dari sejarah asal-usul Valentine, hari ini diyakini oleh banyak orang
sebagai hari kasih sayang. Hari yang penuh dengan permen, coklat,
boneka, benda-benda berbentuk hati, dan warna pink. Budaya yang awal
mulanya dari Italia dan kemudian dikomersilkan oleh Amerika ini semakin
mendunia. Negeri-negeri muslim termasuk Indonesia pun jadi latah
ikut-ikutan. Seakan-akan bila belum ikut merayakan hari Valentine,
hidup serasa kurang pas, nggak gaul dan siap dicap kuno.  Amerika,
Eropa dan banyak negeri muslim pun jejingkrakan merayakan Valentine.
Memang sih ada beberapa orang yang merayakannya dengan syahdu tapi
tetep aja ujung-ujungnya juga mengarah ke gaul bebas dan konsumerisme.
Terus, apa dong hubungan antara hari Valentine dengan Palestine
terutama Gaza yang awal tahun ini diserang selama 22 hari nonstop itu?
Ikuti yuk, biar paham.  Valentine, Palestine

Wah…apa hubungannya antara Palestina dengan hari Valentine? Secara
langsung emang nggak ada hubungannya, tapi kalo dipaksa-paksain bisa
juga yaitu dengan tujuan sekadar tahu seberapa buruk wajah Valentine
dikaitkan dengan isu Palestina.  Bulan Februari
semua toko dan hampir semua pusat perbelanjaan menjajakan barang-barang
berlabel hari kasih sayang. Nggak cuma Amerika sebagai lokomotif
penjaja budaya ini, tapi termasuk Indonesia dan banyak negeri muslim
lainnya rela menjadi gerbong kayak sapi ompong yang ikut-ikutan
merayakannya.  Lagu di atas ditulis oleh anak
muda yang peduli tentang nasib bangsa Palestina. Dikaitkan dengan
Valentine yang katanya hari kasih sayang, fenomena ini sangat jauh dari
perlakuan dunia terhadap masalah Palestina. Nah, karena perayaan
Valentine ini masih dekat dengan luka Gaza sejumlah 1300 nyawa lebih
dibantai Zionis atas izin Amerika, maka kita patut untuk mengaitkannya
dan melihat kebobrokannya.  Lagu di atas tuh
kurang lebih terjemahan bebasnya gini neh: kalo emang Valentine itu
hari kasih sayang, trus kemana rasa cinta itu pergi bila sudah kena
masalah Palestina? Nah, bahkan anak muda yang nulis lirik ini aja punya
kesadaran kemanusiaan tinggi kayak gini, gimana dengan kamu-kamu yang
masih aja merayakan Valentine di saat sodara-sodara kita dibantai? Lagu
ini sebetulnya nyentil banget untuk melihat betapa bopengnya wajah
peradaban Barat yang suka bersembunyi atas nama cinta dan kasih sayang.
Ketika Israel penjajah dihujani roket dari wilayah Gaza aja, mereka
teriak-teriak seakan dunia runtuh. Padahal para zionis itulah yang
datang tak diundang untuk merampok wilayah Palestina. Namun ketika
Penduduk Palestina mempertahankan diri, eh…malah dibilang teroris dan
dibantai. 1300 jiwa melayang dengan mayoritas anak-anak dan wanita jadi
korban. Namun apa kata pemerintah Amerika dan PBB yang katanya badan
perdamaian? Mereka sepakat mendukung Israel dan meneruskan pembantaian
atas rakyat Gaza.   Kedua pemerintah negara ini
memang saling bantu dalam hal melemahkan kaum muslimin dari segala
aspeknya, terutama dari segi budaya. Bahkan, bila ditelusuri, ternyata
negeri penjajah semacam Israel pun, mempunyai tradisi yang tak jauh
beda dengan perayaan Valentine ala Barat. Kita tak perlu heran Israel
ikut-ikutan perayaan Valentine ini karena bukankah yang mempunyai ide
adalah Israel besar? (baca: Amerika= Israel besar, Israel= Amerika
kecil).   Valentine ala Yahudi

Hadirnya hari Valentine, tidak begitu asing bagi komunitas Yahudi
terutama dalam lingkup negara yang dirampas dari Palestina, yaitu
Israel. Hari tersebut disebut Tu B’Av yang artinya adalah tanggal lima
belas bulan Av (bulan orang Yahudi), kira-kira kalau dalam penanggalan
masehi, tanggal ini jatuh sekitar akhir bulan Juli.
 Tu B’Av ini
adalah hari untuk merayakan cinta bagi orang Yahudi yang kurang lebih
seperti hari Valentine. Para gadis yang dalam agama Yahudi begitu
banyak larangan untuk bergaul dengan lawan jenis, pada Tu B’Av mereka
keluar rumah dan memakai baju putih hasil dari meminjam serta
berdansa-dansi di kebun anggur. Mereka berdansa untuk menarik lawan
jenis dengan mengucapkan kata-kata “Hai para pemuda, bukalah mata
kalian dan lihatlah kami. Pilihlah kami sebagai pasanganmu.” Tak
jauh beda dengan Valentine, mereka pun saling memberi bunga, permen,
coklat, boneka, dan benda-benda lainnya dengan bentuk hati. Kapitalisme
pun mengintip dan dimanfaatkanlah momen ini untuk meraup untung
sebanyak mungkin dengan persewaan hotel, restoran dirancang dengan
romantis dan lain sebagainya. Bahkan tradisi berpakaian putih itu pun
ditinggalkan dan diganti dengan kaos nanggung yang (maaf) kelihatan
pusarnya. Jadilah ajang ini tempat untuk melampiaskan nafsu dengan
berzina atas nama hari kasih sayang. So,
bila Valentine yang notebene berasal dari budaya Romawi yang dipoles
oleh budaya Kristiani lalu nyambung dengan budaya Yahudi, kita nggak
perlu heran. Mereka tidak mengenal dosa, karena bagi mereka yang
penting hidup ini having fun. Surga neraka itu urusan
belakangan. Sangat khas sekulerisme (memisahkan agama dari kehidupan)
yang itu bertentangan dengan Islam. Yang pantas kita herankan adalah
apabila ada kaum muslimin yang masih mau turut serta berpartisipasi
dalam ajang yang jelas-jelas maksiat ini.  Tengoklah Palestina

Dari uraian di atas, marilah kita tengok Palestina yang baru saja
dihancur-leburkan oleh Israel laknatullah. Nyambung nggak sih kasih
sayang yang mereka gembar-gemborkan itu dengan kenyataan? Ada yang
nggak nyambung dengan teori mereka tentang cinta dan kasih sayang bila
dikaitkan dengan fakta pembunuhan keji anak-anak dan wanita atas nama
memerangi terorisme. Teori mereka basi. Masa iya sih yang kayak begini
masih aja kalian percaya untuk mengikuti yang namanya Valentine atau
apa pun dengan menyalahgunakan cinta dan kasih sayang? Di
saat anak-anak dan remaja Palestina hidup di pengungsian tanpa rumah,
tanpa makanan, tanpa selimut di musim dingin, masa iya kamu tega
menghamburkan uangmu untuk sekedar candle light dinner dengan
sang pacar? Ketika tiap saat hidup mereka terancam bom kimia Israel
yang membuat mereka cacat seumur hidup dan merasakan sakit tak
tertahankan, masih kamu tega befoya-foya dan berpesta atas nama hari
kasih sayang? Coklat, permen dan boneka yang
merupakan bagian dari dunia anak-anak adalah barang mahal untuk
dinikmati. Ketapel dan batu adalah mainan dan senjata bagi anak-anak
dan remaja Palestina untuk melawan Israel yang diperlengkapi dengan
senjata modern sokongan dari Amerika.  Bila
ingin belajar cinta dan kasih sayang, layangkan pandanganmu ke tempat
konflik ini. Seorang ibu yang rela melepas putra tersayangnya untuk
berjihad demi cinta kepada Allah dan rasulNya. Seorang pengantin baru
yang rela meninggalkan istri demi seruan jihad melawan Israel. Seorang
anak, baik laki-laki maupun perempuan usia 10 tahun menggendong adiknya
yang balita dengan sayang karena orang tuanya sudah syahid. Lalu,
bentuk cinta yang seperti apa lagi yang kita inginkan?

  Kita memang beda

Menjadi seorang muslim itu berbeda. Kita tidak butuh cinta semu
berbalut nafsu atas nama maksiat. Kita butuh bukti bukan janji. Kita
tidak butuh slogan-slogan cinta bila faktanya tak ada. Cinta dan kasih
sayang yang diobral dalam acara bertajuk Valentine, ibarat baju yang
diobral seribu tiga. Cinta dan kasih sayang itu jadi murahan dan
kehilangan nilai serta rasanya. Nggak asik, gitu lho. Cinta
dalam Islam diperlakukan dengan agung. Cara memperoleh pasangan juga
sudah diatur sedemikian rupa agar tidak melanggar harkat dan martabat
manusia sebagai manusia. Harga diri masing-masing individu juga dijaga,
bukan untuk diobral dengan genit sambil berdansa-dansi. Memberi coklat,
bunga, dan kado pun boleh untuk mempererat ukhuwah dan selama tidak
menimbulkan fitnah. Apalagi dalam kehidupan suami istri, wah…sangat
dianjurkan itu.   Tidak ikut-ikutan acara
Valentine bukan berarti kuno. Kuno atau tidaknya seseorang itu bukan
dilihat dari ikutan ajang maksiat tersebut atau tidak. Tapi kuno
tidaknya seseorang itu dilihat dari pola pikir dan perilakunya. Israel
itu kuno, karena beraninya cuma bila didukung Amerika di persenjataan
dalam melawan perlawanan Palestine. Israel itu kuno dan kejam karena
beraninya cuma membunuh anak-anak dan wanita. Israel itu kuno ketika ia
tidak berani face to face dalam bertempur dengan musuhnya.
Jadi semua tentang zionis Israel itu kuno, kejam dan tak
berperikemanusiaan. Masa iya, udah tahu begini kamu masih mau
ikut-ikutan? Tidak mem-beo acara Valentine bukan
berarti anti Barat. Hal-hal yang bersifat netral dan tidak merusak
akidah, bisa kita terima dengan tangan terbuka. Misalnya saja teknologi
seperti komputer, pesawat terbang bahkan belajar bahasa Inggris. Itu
sah-sah aja kok untuk dipelajari dan dimanfaatkan bagi kemaslahatan
manusia. Tapi bila sudah pada tataran pemikiran dan peradaban semisal
perayaan Valentine, natalan, demokrasi, hedonisme, permisifisme (paham
serba boleh), atau isme lainnya, wah…nanti dulu. Seorang
muslim itu punya prinsip. Dia tidak akan pernah terombang-ambing oleh
serbuan budaya yang nggak jelas asal-usulnya. Yang nggak jelas aja
nggak mau apalagi yang jelas-jelas bukan budaya Islam dan tujuannya
adalah merusak generasi muda muslim semisal Valentine’s Day ini. Jadi
mulai saat ini, detik ini, tanamkan dalam diri kamu bahwa Valentine’s
Day NO, tapi Islam YES, okay?

 

Dikutip dari Milis daarut-tauhiid

 

 

Umum, SHARING, REFLEKSI, ISLAM, WACANA 4:20 am

Ada beberapa persiapan harus dilakukan bagi para calon mempelai.
 Pertama,
soft ware-nya, yakni qolbu kita yang harus selalu yakin kepada Alloh.
Karena yang bisa menimbulkan orang stress, tidak menerima kenyataan,
sekali-kali bukan karena masalahnya. Melainkan karena keyakinan dia
yang lemah kepada Alloh. Kita harus sadar sesadar-sadarnya bahwa diri
kita ini milik alloh. Calon istri kita milik Alloh. Yang mengetahui
segala perasaan yang ada pada diri kita adalah Alloh. Yang
memerintahkan kita menikah adalah Alloh. Pernikahan terjadi juga dengan
ijin Alloh. Bahkan kebahagiaan yang kita raih pun adalah karena
pertolongan Alloh .

Jadi,
kuncinya adalah Alloh. Kalau kita tidak yakin kepada Alloh, kita tidak
akan mendapatkan kuncinya. Alloh-lah yang menjanjikan kita
berpasang-pasangan. Alloh-lah yang menyuruh kita menikah. Dan nikah itu
ibadah, sedang Alloh menyuruh kita ibadah. Kita tidak usah merasa
ragu-ragu lagi. Maka kembalikan segalanya kepada Alloh. Kita tidak
boleh suudzan . Sedikit pun. Tidak boleh merasa rendah diri karena
penampilan kita yang kurang menarik orang tua miskin, pendidikan
rendah. Kalau kita merasa demikian, berarti kita telah menghina Alloh,
sebab wajah kita bukan milik kita, semuanya milik Alloh.

 Kedua,tingkatkan
kepribadian kita supaya disukai Alloh. Perbaikilah apapun yang dapat
kita lakukan ; akhlak kita, perbuatan kita , tingkah laku kita. Jagalah
pandangan, bergaulah dengan lawan jenis dengan cara yang disukai Alloh.
Tidak usah sibuk dengan penampilan yang dibuat-buat seperti, mejeng dan ngeceng. Sebab,
sesungguhnya tidak ada yang luput dari pandangan Alloh. Apa pun yang
kita perbuat pastilah disaksikan-Nya.

Maka,meningkatkan kualitas diri
supaya disukai Alloh adalah hal paling penting.     
Kemudian
yang tidak kalah pentingnya, kita harus latihan meningkatkan
kedewasaan. Karena untuk membangun rumah tangga tidak cukup hanya
dengan keemauan, keinginan dan uang. Rumah tangga adalah samudera
masalah. Kadang-kadang kita merasa bahwa dialah yang paling cantik di
dunia. Tapi setelah menikah, tidak jarang orang merasa betapa dunia
banyak yang cantik, kecuali istrinya. Hal ini harus dikendalikan dengan
kedewasaan. Jangan sampai kita tergelincir dan jatuh ke jurang maksiat
hanya karena masalah seperti ini. Belum lagi dengan masalah lain yang
sangat berpotensi untuk menimbulkan sengketa.
Mertua kita, adik ipar
kita yang tinggal serumah dengan kita, bahkan anak kita sendiri yang
masih bayi, misalnya semua bisa berpotensi untuk bermasalah kalau kita
tidak dewasa dan arif menghadapinya. Hanya dengan kedewasaan dan
kearifanlah semua masalah bisa diselesaikan. Seorang suami yang tidak
matang tidak dewasa, tidak arif, ia lebih banyak menambah masalah
daripada menyelesaikan masalah.     

Ketiga, persiapan
ilmu, terutama ilmu agama, kita akan bisa beribadah dan beramal dengan
benar. Dan Alloh pun siap menolong kita, kalau kita beribadah dan
beramal dengan benar Ilmu agama penting dikuasai supaya kit tahu
standar yang benar. Kita pelajari rumah tangga Rasulullah SAW. Karena
memang hanya rumah tangga beliaulah yang menjadi acuan yang tepat
dalammenegakan menegakan keluarga Islami. Kita dapat bercermin dari
sejarah rumah tangga beliau. Ketika ia pulang ke rumah malam hari, lalu
ketika pintunya diketuk tidak ada juga yang menyahut karena istrinya
tertidur. Rasulullah tidak berani membangunkan. Akhirnya ia berbaring
di depan pintu. Kita mungkin belum bisa seperti itu. Tetapi paling
tidak kita memiliki standar yang jelas        

Keempat, belajarlah
ilmu umum, seperti ilmu kesehatan, ilmu merawat tubuh, cara memahami
wanita (bagi suami). Bagaimana menghadapi istri saat menjalani ngidam,
saat kehamilan, saat melahirkan dan lain sebagainya. Begitu pun istri
harus memahami bagaimana prilaku suami, bagaimana emosinya, bagaimana
karakternya. Maka, belajar ilmu psikologi yang banyak berkaitan dengan
hal-hal seperti ini sangat diperlukan.       

Kelima, persiapkan
dan tingkatkanlah keterampilan. Seperti keterampilan menata rumah,
mencari tambahan penghasilan, memasak, keterampilan menekan biaya hidup
dan lain-lain. Hal ini perlu sdilakukan baik oleh calon suami , maupun
oleh calon istri. Sebab setelah menikah bagi keduanya masingmasing
berpeluang berpisah. Suami harus berpikir misalnya bahwa ajal siap
datang menjemput kapan saja. Maka ketika istrinya meninggal duluan
jangan sampai kelabakan karean tidak bisa menggantikan peran istrinya.
Begitu pun bagi istri ia harus ditinggal suaminya. Maka ia harus siap
memberi nafkah keluarga dengan meningkatkan keterampilan menambah
penghasilan  

Begitulah
persiapan-persiapan yang harus ditempuh bagi kaum laki-laki dan
perempuan yang sudah berniat berumah tangga. Bagi mereka yang telah
maksimal mempersiapkannya, insya Alloh masalh apa pun yang dihadapi
tidak akan membuat mereka goyah. Mereka akan tetap tegar dan yakin
bahwa Alloh akan menolongnya. Ingat firman Alloh berikut ini : “ Dan
nikahkanlah orang-orang yang sendirian diantara kamu dan orang-orang
yang layak (nikah) dari hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika
mereka miskin, Alloh akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan
Alloh Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. An-Nuur
ayat 32). Nah, sudah seperti itulah persiapan anda. Wallahu a`lam.
sumber:cyberMQ.com
Jadikanlah Sabar dan Shalat Sebagai Penolongmu. Dan Sesungguhnya Yang Demikian itu Sungguh Berat, Kecuali Bagi Orang-Orang yang Khusyu [ Al Baqarah : 45 ]

Dikutip dari Milis daarut-tauhiid

Umum, keseharian, ISLAM, inspirasiAugust 28, 2008 4:25 am

Pengertian

Secara etimologis, shiyam (atau shaum) berarti menahan diri. Adapun secara terminologis, shiyam adalah menahan diri dari hal-hal yang membatalkannya, sejak terbitnya fajar sampai terbenamnya matahari, disertai dengan niat.

Keutamaan Puasa

  1. Diantara keutamaan puasa adalah sebagai berikut :
  2. Puasa merupakan perisai dari berbagai hawa nafsu.
  3. Puasa sangat istimewa dihadapan Allah, karena setiap ibadah adalah untuk kepentingan seorang hamba kecuali puasa, sehingga Dia sendiri yang akan membalasnya.
  4. Orang-orang yang gemar berpuasa akan masuk surga melalui pintu khusus yang bernama Al-Rayyaan.
  5. Diantara doa yang mudah dikabulkan oleh Allah adalah doa orang yang sedang berpuasa sampai dia berbuka, atau pada saat berbuka.
  6. Dari sisi jasmaniyah, puasa bisa menjaga kesehatan tubuh.

Macam-macam Puasa

Puasa dibedakan atas yang fardhu, yang tathawwu’, yang diharamkan, dan yang makruh. Puasa yang fardhu adalah puasa ramadhan, puasa kaffarat, dan puasa nadzar. Puasa yang tathawwu’ adalah puasa Dawud (yakni puasa sehari dan berbuka sehari), puasa Senin dan Kamis, puasa tiga hari setiap bulan (yakni pada Ayyamul Biidh : tanggal 13, 14, 15 setiap bulan qamariyah), puasa enam hari di bulan Syawwal, puasa pada hari Arafah bagi yang tidak berhaji, puasa delapan hari di bulan Dzulhijjah, puasa Taasuu-aa’ (9 Muharram) dan puasa ‘Aasyuuraa’ (10 Muharram), puasa pada bulan-bulan haram yaitu Muharram, Rajab, Dzulqa’dah, dan Dzulhijjah, puasa pada bulan Sya’ban, puasa pada hari dimana tidak punya makanan.

Puasa yang dilarang (haram) adalah  puasa sunnah seorang wanita tanpa seijin suaminya sementara suaminya itu hadir, puasa pada hari syakk (yang diragukan), puasa pada hari ‘Id (baik ‘Idul Fithri maupun ‘Idul Adhha), puasa pada hari-hari Tasyriq (yakni 11, 12, dan 13 Dzulhijjah), puasa wanita yang sedang haidh atau nifas, puasa wishal (siang dan malam sekaligus), puasa yang sangat dikhawatirkan akan menyebabkan kebinasaan bagi pelakunya. Sedangkan puasa yang makruh adalah puasa khusus hari Jum’at atau Sabtu dan puasa dahr (puasa setiap hari).

Syarat-syarat Puasa

Syarat wajibnya puasa adalah :

  1. Islam
  2. Baligh
  3. Berakal
  4. Mampu
  5. Muqim

Adapun syarat sahnya puasa adalah :

  1. Berniat
  2. Tidak sedang haidh atau nifas (bagi wanita)
  3. Pada waktu yang diperbolehkan berpuasa

Sunnah-sunnah Puasa

  1. Makan sahur (antara tengah malam sampai terbitnya fajar) dan mengakhirkannya lebih utama
  2. Menyegerakan berbuka
  3. Berdoa selama berpuasa dan pada saat berbuka
  4. Memberi makan orang yang berpuasa
  5. Menjaga semua anggota tubuh dari dosa
  6. Banyak bershadaqah dan berbuat baik kepada sesama
  7. Mandi besar (karena junub, suci dari haidh, suci dari nifas) sebelum terbitnya fajar
  8. Banyak membaca Al-Qur’an dengan disertai tadabbur, dan banyak mempelajari ilmu-ilmu agama selama bulan Ramadhan
  9. Giat dalam beribadah, terutama dengan beriktikaf pada sepuluh hari yang terakhir bulan Ramadhan
  10. Melakukan qiyamul lail (qiyam Ramadhan) selama bulan Ramadhan

Batalnya Puasa

  1. Makan dan minum
  2. Masuknya sesuatu yang zhahir kedalam perut melalui rongga tubuh
  3. Muntah secara sengaja
  4. Haidh , nifas, atau melahirkan
  5. Onani (istimna’)
  6. Murtad
  7. Jima’ (berhubungan kelamin) : Kafarahnya adalah membebaskan budak, atau berpuasa dua bulan berturut-turut, atau memberi makan 60 orang miskin.

Hal-hal yang Diperbolehkan Selama Berpuasa

  1. Mengguyurkan air ke tubuhnya atau membenamkan diri kedalam air
  2. Bercelak, mencuci mata dengan air, atau memasukkan apapun ke kelopak mata
  3. Mencium isteri atau memeluknya bagi yang sanggup menahan dirinya
  4. Berbekam (suatu bentuk pengobatan dengan cara mengambil darah pada bagian-bagian tubuh tertentu), kecuali jika akan melemahkan yang dibekam maka hukumnya makruh.
  5. Berkumur-kumur (madhmadhah) atau membersihkan hidung dengan air (istinsyaq), kecuali jika berlebihan maka hukumnya makruh.
  6. Mencicipi makanan sekedarnya, sepanjang tidak sampai ke kerongkongan.
  7. Mendapati waktu shubuh dalam keadaan junub
  8. Wanita yang terputus darah haidh atau nifasnya sebelum shubuh boleh mengakhirkan mandinya pada waktu shubuh.

Sebab-sebab Diperbolehkannya Berbuka

Pertama. Safar (perjalanan jauh) : wajib qadha’
Kedua. Sakit : wajib qadha’. Jika sakitnya tidak bisa diharapkan kesembuhannya maka ia tidak usah meng-qadha’ tetapi cukup bayar fidyah.
Ketiga. Hamil : diperselisihkan penggantiannya
Keempat. Menyusui : diperselisihkan penggantiannya

Untuk wanita yang hamil atau menyusui :

Jika khawatir terhadap dirinya sendiri saja : wajib qadha’ saja

Jika khawatir terhadap anaknya saja :

  • menurut jumhur  : wajib qadha’ saja
  • menurut Imam Syafi’i   : wajib qadha dan juga fidyah

Jika khawatir terhadap dirinya dan juga anaknya :

  • menurut Ibnu Umar dan Ibnu Abbas : wajib bayar fidyah saja
  • menurut Imam Syafi’i  : wajib qadha’ saja

Jika seorang wanita berturut-turut melahirkan dan menyusui, Dr. Yusuf Al-Qaradhawi mengatakan bahwa ia hanya wajib membayar fidyah, tanpa meng-qadha’.

Kelima. Lanjut usia : wajib bayar fidyah
Keenam. Lapar atau haus yang sangat hebat  : wajib qadha’
Ketujuh. Paksaan : wajib qadha’

Keterangan : Membayar fidyah artinya memberi makan satu orang miskin sebanyak hari dimana seseorang meninggalkan puasa. Besarnya fidyah menurut jumhur adalah satu mudd, sedangkan menurut Hanafiyah adalah setengah sha’.

 

Bulan Ramadhan

Menurut bahasa, Ramadhan artinya yang membakar dan sangat panas menyengat. Dengan demikian, diharapkan pada bulan Ramadhan dosa-dosa kita bisa terbakar dengan amal ibadah kita. Adapun menurut istilah, bulan Ramadhan adalah nama bulan ke-9 dalam tahun qamariyah, sesudah Sya’ban dan sebelum Syawwal.

Bulan Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al-Qur’an (QS Al-Baqarah : 185) sebagai petunjuk bagi manusia, penjelasan dan keterangan tentang petunjuk itu, dan juga pembeda antara yang benar dan yang bathil.

Bulan Ramadhan merupakan bulan diwajibkannya berpuasa dalam rangka tarbiyah:

  • Tarbiyah ruhiyah : menguatkan iman, ketaatan, dan kedekatan diri kepada Allah.
  • Tarbiyah akhlaqiyah : melatih kejujuran, kesabaran, kerja keras, dan kasih-sayang serta persaudaraan.
  • Tarbiyah jismiyah : melatih kesiapan berjihad

Bulan Ramadhan merupakan bulan diutusnya Muhammad sebagai Rasulullah, dimana beliau merupakan rujukan syariat sekaligus teladan bagi umat manusia.

Bulan Ramadhan sangat kondusif untuk banyak beribadah dan beramal shalih.

  • Pada bulan ini, pintu-pintu surga dibuka lebar-lebar, pintu-pintu neraka ditutup rapat-rapat, dan syetan-syetan dibelenggu.
  • Pada bulan ini, pahala-pahala amal baik dilipatgandakan berlipat-lipat. Amalan sunnah pada bulan ini berpahala seperti amalan wajib pada bulan-bulan yang lain. Amalan wajib dilipatgandakan berlipat-lipat tidak seperti bulan-bulan yang lain.
  • Pada bulan ini terdapat satu malam yang lebih baik daripada seribu bula, yakni malam lailatul qadar.
  • Bulan ini merupakan bulan penghapusan dosa bagi yang berpuasa dengan ikhlas dan sungguh-sungguh.

Kapan Bulan Ramadhan Tiba ?

Tibanya bulan Ramadhan diketahui dengan melihat bulan baru (ru’yatul hilal) setelah bulan Sya’ban. Jika setelah malam ke-29 Sya’ban kita tidak bisa melihat bulan maka kita genapkan bulan Sya’ban menjadi 30 hari. Rasulullah saw bersabda,”Berpuasalah kalian karena melihat bulan dan berbukalah kalian (ber-Idul Fithri) karena melihat bulan, jika mendung menghalangi pandangan kalian maka genapkanlah hitungan Sya’ban menjadi tiga puluh hari”.

Terkait dengan masalah hisab (perhitungan), kesaksian melihat bulan tidak boleh bertentangan dengan hasil hisab.

Ancaman Bagi yang Tidak Berpuasa pada Bulan Ramadhan Tanpa Udzur

Dari Ibnu Abbas ra : Rasulullah saw bersabda,”Simpul-simpul Islam dan landasan agama ada tiga, dimana prinsip-prinsip Islam dibangun diatas ketiganya. Barangsiapa meninggalkan salah satu dari ketiganya maka dia telah kafir dan halal darahnya : 1)Syahadat Laa Ilaaha Illallah, 2)Sholat-sholat wajib, 3)Puasa Ramadhan”. [HR Abu Ya’laa dan Ad-Dailami, dishahihkan oleh Imam Adz-Dzahabi]

Dari Abu Hurairah ra : Nabi saw bersabda,”Barangsiapa tidak berpuasa sehari saja pada bulan Ramadhan, tidak karena rukhshah yang diberikan oleh Allah kepadanya, maka tidak akan dapat menggantikannya puasa seumur hidup seandainya ia melakukannya”. [HR Abu Dawud, Ibnu Majah, dan At-Tirmidzi ]. Dalam riwayat Bukhari, disebutkan bahwa Abu Hurairah berkata : Nabi saw bersabda,” Barangsiapa tidak berpuasa sehari saja pada bulan Ramadhan, tidak karena udzur dan tidak pula karena sakit, maka tidak akan dapat menggantikannya puasa seumur hidup seandainya ia melakukannya”...........Selengkapnya>>