Kumpulan Artikel

SHARING, BeritaNovember 25, 2009 11:34 pm

ILLINOIS—Islamofobia belum sepenuhnya hilang dari benak sebagian warga Barat. Kejadian yang menimpa Amal Abusumayah, Muslimah 28 tahun yang tinggal di Tinley Park, Illinois, ketika jilbabnya ditarik secara sengaja oleh Valerie Kenney, warga setempat, adalah salah satu buktinya.

Akibat perbuatannya itu, kini pelaku harus bersiap menjalani proses pengadilan pada 3 Desember mendatang, tuduhannya telah melakukan kekerasan karena kebencian. Dia terancam hukuman tiga tahun penjara serta denda 25 ribu dolar. Kejadiannya sendiri berlangsung tiga hari setelah peristiwa penembakan di Fort Hood, Texas, yang menewaskan 13 tentara Amerika pada Kamis (5/11) lalu.

Saat itu, keduanya sedang berbelanja di pasar swalayan. Tiba-tiba, Kenney mendekati Amal dan langsung memakinya. "Pelaku penembakan di Texas bukan orang Amerika, tapi berasal dari Timur Tengah," teriak Kenney, merujuk pada Mayor Nidal Malik Hasan, si pelaku penembakan.

Amal mengacuhkan penghinaan itu. Namun, hal itu justru kian memancing emosi Kenney, yang langsung menarik jilbabnya secara kasar. Tak terima diperlakukan semena-mena, Amal melapor ke polisi, dan Kenney pun diamankan. Kasus tersebut segera menjadi perbincangan hangat di AS.

Christina Abraham, seorang penggiat hak-hak asasi manusia, mengatakan, kasus kekerasan bermotif agama di Illinois memang berpotensi terjadi, terutama setelah kejadian seperti berlangsung di FortHood. "Ada dorongan kebencian terhadap etnis dan pemeluk agama tertentu. Ini jelas memprihatinkan," katanya.

Pernyataan itu dikuatkan oleh hasil penelitian Pew Research Center, akhir September lalu. Disebutkan bahwa warga Muslim Amerika menghadapi lebih banyak tindakan diskriminasi dibanding penganut agama lain. Akan tetapi, Pew mencatat ada pula momen ketika persentase aksi tercela tersebut mengalami penurunan pasca tragedi 11 September.

Pada 2007 misalnya, dari 1.477 kasus kekerasan berlatar belakang agama, hanya sembilan persen saja yang menimpa umat Islam AS. Muncul keberatan terhadap hukuman bagi si pelaku. Meski perbuatan itu tidak terpuji, namun Richard Roeper, kolumnis Sun Times, menilai hukuman penjara terlalu berat. Menurutnya, akan lebih baik jika diganti dengan
hukuman pelayanan ke masyarakat sekaligus meminta maaf.

Sementara itu, Kepala Polisi Michael O’Connel menegaskan, pihaknya tidak menoleransi terjadinya kejahatan karena kebencian. "Hal itu melukai harga diri orang lain yang berbeda ras, agama, atau etnis," paparnya.

 

Sumber: http://m.republika.co.id/artikel.php?id=91390&menu=islam_mancanegara

Umum, SHARING, REFLEKSINovember 12, 2009 6:42 pm

Antara Axon, Dendrite dan Cahaya Allah

Written by Ust. H. Arsil Ibrahim MA
Saturday, 24 May 2008
www.nurulyaqin.org

Sel-sel otak manusia berjumlah sekitar 100 milyar. Banyaknya jumlah sel tersebut tidak berarti apa-apa, sebab yang menjadi ukuran kepintaran dan kebijaksanaan seorang manusia adalah sebanyak mana terjadinya interaksi arus listrik (electrical impulses) antara axon pada satu sel otak dengan dendrite pada sel otak yang lain. (Lam Peng Kwan & Eric Y K Lam, 2003). Studi empiris membuktikan bahwa dari 100 milyar sel-sel otak itu, kapasitas interaksi arus listrik dalam rata-rata otak seorang manusia modern hanya berkisar antara 6 sampai 8% saja. Sedangkan sisa 92% lagi dari 100 milyar sel-sel otak adalah daerah gelap dan terbiar bagaikan rimba belantara yang tidak pernah dijelajahi. Itu sebabnya banyak ungkapan yang menggambarkan otak manusia sebagai raksasa yang tidur atau wilayah terbesar dunia yang belum dijelajahi. (Collin Rose & Malcolm J.Nicholl, 1997).

Jika manusia modern menamakan interaksi arus listrik antar sel otak itu dengan istilah electrical impulse yang bergerak dari satu axon ke dendrite, ratusan tahun yang lalu Imam Syafi’i dan gurunya Imam Waki’ ‘mengistilahkannya’ sebagai Nurullah (Cahaya Allah). Beliau dan gurunya Imam Waki’ berkeyakinan bahwa dasar daripada pemahaman dan penyerapan yang kuat terhadap ilmu pengetahuan adalah cahaya Allah yang menerangi hati dan pemikiran. Dalam sinergi pemahaman yang sederhana bisa disimpulkan bahwa prosentase electrical impulse pada sel-sel otak manusia dapat dilejitkan dengan cara meningkatkan kapasitas cahaya Allah dalam hati dan pemikiran.

Sebuah riwayat menceritakan bahwa Imam Syafi’i pernah mengadu kepada gurunya tentang kesukarannya dalam menghafal ilmu pengetahuan. Maka gurunya Imam Waki’ menasehatinya untuk mensucikan diri dengan meninggalkan kemaksiatan. Beliau juga berpesan demikian, "Ilmu pengetahuan itu adalah cahaya Allah. Dan cahaya Allah tidak akan menyinari hati orang yang berbuat maksiat." Setelah menjalankan pesan gurunya itu tingkat kepahaman dan hafalan Imam Syafi’i terpacu secara luar biasa. Beliau dapat mengingat hampir seluruh huruf pada buku yang dibacanya atau seluruh perkataan pada ceramah yang didengarnya.

Orang yang diterangi Allah hati dan pemikirannya digelari al-Quran sebagai Ulil Albab. Perkataan Albab adalah bentuk plural dari Lubb yang salah satu maknanya adalah akal. Maka Ulil Albab bermaksud orang-orang yang memiliki kemampuan akal yang tinggi (Ibrahim Anis, 1972). Sebutlah nama-nama ulama besar seperti Ibnu Sina, Al-Khawarizmi, Ibnu Taymia, Ibnu Khaldun dan lain-lain. Dengan mengimbas ‘cahaya Allah’ yang timbul dari ketakwaan, akal mereka begitu tercerahkan (enlighted) dan berhasil menemukan fenomena-fenomena alam semesta. Penemuan mereka bahkan masih menjadi sumber inspirasi dalam dunia ilmu pengetahuan hingga hari ini. Satu-satunya cara yang mereka contohkan agar ‘cahaya Allah’ berperan dalam memacu kekuatan arus listrik pada sel-sel otak adalah dengan meningkatkan ketakwaan dan meninggalkan kemaksiatan. Firman Allah:

"Dan bertakwalah kepada Allah niscaya Allah akan mengajari kamu ilmu, dan Allah Maha Mengetahui akan segala sesuatu." (Al-Baqarah: 282)

Ayat di atas merupakan rumus yang jelas dan tegas betapa solusi utama yang paling efisien untuk mengeluarkan umat Islam dari kemunduran pemikiran, ketumpulan analisa dan kelemahan ilmu pengetahuan adalah dengan mengkilapkan kembali cahaya ketakwaan dalam sanubari mereka. Inilah cara yang dicontohkan para ulama terdahulu untuk melejitkan interaksi arus listrik (electrical impulse) antara axon dengan dendrite dalam otak.

Lebih menarik lagi untuk disimak sebuah kajian empiris yang dilakukan oleh peneliti ahli dalam bidang neuropsikologi, Michael Persinger dan V.S. Ramachandran. Mereka berdua menemukan adanya ‘Titik Tuhan’ (God Spot) dalam belantara otak manusia. Lebih rinci lagi mereka menyebutkan bahwa ada sebuah area di sekitar lobus temporal otak yang bersinar saat seseorang diajak untuk berdiskusi dan merenungkan hal-hal yang bersifat keTuhanan. Area tersebut juga menunjukkan peningkatan aktivitas saat seseorang menerima wejangan rohani atau renungan keTuhanan.(Martin, Anthony Dio 2003) Seakan-akan sudah ada suatu mekanisme khusus dalam diri (otak) manusia untuk berhubungan dengan Pencipta alam semesta. Dan sesungguhnya ‘hubungan’ (atau lazim disebut dalam Islam dengan ibadah) itulah yang meningkatkan kualitas dirinya sebagai manusia dan melejitkan kemampuan akalnya.

Kita sama-sama memahami bahwa ilmu pengetahuan terhasil dari kumpulan pengalaman lima panca indra manusia (penglihatan, penciuman, pendengaran, perasa dan peraba). Seluruh apa yang dialami oleh lima indra tersebut berupa rangsangan pengalaman (impulse) diterima oleh saraf penerimaan (receptor neurone) untuk selanjutnya dianalisa oleh saraf sensor (sensory neurone). Kesemua proses ini terjadi dengan adanya interaksi arus listrik dalam sel-sel otak sehingga manusia mampu membentuk suatu kesimpulan (analisa) atau melakukan respon fisik (motoric neurone).

Sebesar mana proses interaksi arus listrik dalam otak manusia yang terjadi akibat pengalaman lima indra itu, sebesar itu pulalah daya penyerapan pengetahuan dalam otak. Maka wajarlah jika timbul perbedaan sudut pandang antara manusia yang cerdas (yang memiliki kapasitas besar pada interaksi arus listrik pada sel-sel otaknya) dengan orang awam (yang memiliki kapasitas kecil pada interaksi arus listrik pada sel-sel otaknya). Terutama dalam kemampuan menganalisa apa yang dilihat, dirasa, dan didengarnya. Firman Allah SWT:

"Perbandingan dua golongan itu seperti orang buta dan tuli dengan orang yang dapat melihat dan mendengar. Apakah kedua golongan itu sama keadaan dan sifatnya? Maka tidakkah kamu mengambil pelajaran?" (Surah Hud 11: 24)

Ayat di atas mengesahkan fungsi panca indra sebagai sarana penyerap ilmu pengetahuan. Tentu yang dimaksud dengan pendengaran dan penglihatan di sini bukanlah alat indra mata atau telinga yang dimiliki oleh semua orang secara sama. Tetapi kadar kemampuan sel-sel otak dalam menganalisa pengetahuan yang dideteksi oleh indra-indra tersebut.

Jika kita yakin dengan firman Allah di atas dan percaya dengan penemuan pakar Neuropsikologi tentang ‘God Spot’, maka tentulah kita berkesimpulan bahwa pencapaian manusia dalam melejitkan kemampuan sel-sel otak sangat tergantung kepada sebanyak mana ia menyerap cahaya Allah dalam dirinya. Pada hadits Qudsi berikut dapat kita pahami betapa sebenarnya kekuatan intelektual para ulama zaman silam ternyata bertapak pada kekuatan spritual mereka dalam menambah cahaya Allah dalam diri. Rasulullah SAW bersabda, Allah SWt berfirman dalam hadits Qudsi:

"Jika HambaKu senantiasa mendekatkan diri kepadaKu dengan melakukan hal-hal yang Sunnah, maka ia akan kucintai (Dan jika demikian) maka Akulah yang menjadi pendengaran yang ia mendengar dengannya, Aku menjadi penglihatan yang ia melihat dengannya, Aku menjadi lidah yang ia bertutur dengannya dan Aku menjadi akal yang ia berfikir dengannya. Jika ia berdoa kepadaku niscaya Aku perkenankan. Jika ia meminta kepadaku niscaya Aku kurniakan. Dan jika ia memohon pertolongan kepadaKu pasti Aku tolong. Ibadahnya yang paling Aku cintai adalah kewajiban yang ditunaikannya untukKu" (Hadits Qudsi Riwayat at-Thabrani dalam kitab al-Kabir yang bersumber dari Abu Umamah)

Jelas sekali diilustrasikan dalam hadits Qudsi di atas betapa seorang hamba yang banyak melakukan ibadah Nawafil (sunnah) akan memiliki kekuatan ekstra pada penglihatan, pendengaran, karya tangan dan gerakan kaki. Bayangkanlah para ulama zaman silam yang sudah terbentuk kekuatan penglihatan, pendengaran, pembicaraan dan pemikirannya dengan cahaya-cahaya Allah. Semua interaksi panca indranya teramat kuat karena mengambil imbasan kekuatan Allah. Seluruh hasil bacaannya, hasil pengamatannya, hasil pendengarannya, hasil karya fikirnya diproses oleh sel-sel otak dengan menggunakan kekuatan cahaya Allah.

Rangkuman dari semua kekuatan itulah yang membentuk peribadi-peribadi yang unggul dalam bidang apapun yang ditekuninya. Jika ia seorang pelayar maka ia menjadi pakar ilmu pelayaran yang unggul (Vasco da Gama; tidak akan pernah menjadi manusia Eropa pertama yang sampai ke India dan Nusantara jika bukan karena menyandera pakar pelayaran Muslim bernama Ibnu Majid yang pada saat itu sudah mengarang tiga kitab ilmu pelayaran), jika ia menekuni bidang kedokteran maka ia menjadi dokter yang tiada tanding (Ibnu Sina dengan The Canon of Medicine nya masih menyisakan sisi sisi keilmuan medika yang dikaji hingga hari ini), jika ia menjadi pakar matematik maka ia mampu mengungkapkan misteri angka dan bentuk yang tidak habis digali sepanjang zaman (Trilogi dunia matematika; Al-Jabar, Aritmatika dan Logaritma ternyata ditemukan oleh al-Khawarizmi) dan jika ia menjadi negarawan maka ia menjadi tumpuan kecintaan rakyat karena membawa kesejahteraan yang tiada tara dalam sejarah bangsanya (Umar bin Abdul Aziz menjadikan rakyatnya sejahtera sehingga tidak ada lagi orang yang memerlukan bantuan).

Penulis teringat dengan kata-kata keramat yang ditoreh oleh Imam Malik pada kulit kitabnya yang monumental; al-Muwattha’, "Tidak akan sukses generasi akhir dari umat ini, melainkan mereka mengadopsi cara-cara dan tradisi yang telah mensukseskan generasi pertama."

Kita yang hidup pada akhir zaman ini tidak perlu lagi melakukan proses ‘try and error’ dalam menciptakan keunggulan sumberdaya manusia. Tumpuan pencarian yang benar adalah pada meningkatkan serapan cahaya Allah sebanyak mungkin, yang dengan mudah kita dapati melalui ibadah-ibadah Sunnah seperti melantunkan al-Quran yang merupakan kalam Ilahi, terdiam dalam sujud-sujud tahajud yang panjang, shalat-shalat sunnah (Dhuha rawatib, dll), puasa-puasa sunnah (Senin, Kamis, puasa Asyura’, puasa Arafah, dll) serta ibadah-ibadah sunnah lainnya yang dapat menaikkan derajat kita menjadi orang yang dicintai Allah. Ingatlah betapa hadits di atas menerangkan bahwa jika Allah telah mencintai seseorang maka orang itu dapat melihat, mendengar, berbicara dan berfikir dengan kekuatan dan cahaya Allah. Inilah inti daripada kecerdasan spritual (Spiritual Quotient) yang merupakan motor penggerak terhadap kecerdasan intelektual (Intelectual Quotient) dan kecerdasan emosional (Emotional Quotient)

 

dikutip dari milis daarut-tauhiid@yahoogroups.com

GNU/ LINUX, SHARING, inspirasiNovember 9, 2009 4:07 am

Pada
tanggal 8 November 2009
bertempat di pendopo
Kabupaten Rembang
dilakukan seminar nasional
dan SAGUSALA Fair yang
dihadiri oleh 375 guru
sekabupaten Rembang.
Dengan penyaji tingkat
nasional, yaitu James F.
Tomasow (Program manajer
teacher’s professional
development program Klub
Guru Indonesia), Reza Erfani
(Litbang open source Klub
Guru Indonesia), dan Onno W
Purbo.
Acara dibuka oleh Bupati
Rembang Haji Moch. Salim.
Pak Bupati secara explisit
mengatakan pentingnya kita
menggunakan Open Source
untuk kemandirian bangsa,
effisiensi pendanaan maupun
agar kita tidak perlu
mengeluarkan devisa keluar
negeri untuk membeli
software.
Pada kesempatan tersebut,
Bupati Haji Moch. Salim
melaunching pencanangan
penandatanganan beberapa
sekolah, yaitu SMAN 1
Rembang, SMAN 1 Lasem,
SMPN 1 Lasem, SMK TI Umar
Fatah, SMKN 1 Rembang, dan
SMPN2 Rembang untuk
melakukan migrasi ke Open
Source.
James F. Tomasow berbicara
tentang framework
pengembangan ICT untuk
pendidikan. Antara lain
dibahas tentang program
SAGUSALA (Satu Guru Satu
Laptop) dan SAGUMUTU
(Sekolah Guru Bermutu).
Sementara KG Multimedia
alias Klub Guru Multmedia
menyampaikan materi untuk
mengembangkan konten
pendidikan oleh guru, agar
dapat membuat materi dalam
bentuk CD, atau web, atau
artikel online. Dan yang
terakhir adalah e-Sekolah
yaitu sekolah online
dilengkapi dengan blog, wiki,
portal pendidikan.
Reza Erfani menjelaskan
teknis implementasi dari
pengembangan ICT
pendidikan. Reza adalah
instruktur/avenglist. Reza
memberikan workshop
GUNDU adalah sistem operasi
untuk guru berbasis Ubuntu.
GUNDU mirip edubuntu, tapi
aplikasinya dalam proses
diterjemahkan ke bahasa
Indonesia. Mimpinya sistem
operasi untuk mengajar/guru
dan SchoolOnffLine.
Onno W. Purbo sendiri
memberikan penjelasan
taktik untuk memberikan
pelajaran internet di sekolah
tanpa perlu ada sambungan
Internet menggunakan distro
linux SchoolOnffLine yang
dibuat sendiri oleh Onno.
Dalam distro SchoolOnffLine
sudah ada Blog Wordpesss, e-
learning Moodle,
Perpustakaan Digital, sistem
informasi sekolah, webmail
dll. Sehingga proses belajar
Internet di sekolah dapat
dilakukan tanpa perlu ada
sambungan ke Internet.
Sumber: detik.com

Umum, SHARING, REFLEKSISeptember 30, 2009 7:42 am

Ortodoks Yahudi AS Menyuarakan "Wipe Israel"

Yang mengkhawatirkan Organisasi Zionist Internasional dari Negara Israel adalah karena posisi Israel dan zionis sudah mengalami penurunan di seluruh dunia dalam skala besar bahkan di negara-negara dimana pemerintahannya dan opini publicnya mendukung Israel baik dari sisi politik, materi dan ideology. Yang mereka khawatirkan bukan karena menurunnya solidaritas dunia kepada Israel dan kejahatannya namun karena meluasnya kecaman dunia terhadap kejahatan Israel setelah terungkap kedoknya. Negara yang mengaku demokratis itu terhadap terhanya sangat jahat dan sadis terhadap bangsa Arab yang mereka ingin lenyapkan dari eksistensinya.

Sudah terungkap kedok “penyesatan opini Israel” terutama setelah terungkap data-data menunjukkan bahwa mereka berdiri di atas darah dalam perang imperialisme terhadap gerakan pembebasan Arab. terutama kejahatan dan pembantuan yang mereka lakukan baik oleh pasukan atau warga pemukim Israel di wilayah-wilayah Palestina.

Darah rakyat sipil Palestina di Jalur Gaza dan ribuan korban meninggal dan luka-luka lainnya dari anak-anak, wanita, lansia tidak akan membeku kecuali jika Israel lenyap. Tindakan diskriminatif mereka selama 60 tahun terhadap rakyat Palestina, warga asli semakin meyakinkan dunia bahwa bahwa ideology dan tindakan penguasa di Israel adalah “gerakan rasisme yang menebar kejahatan”.

Untuk mengconter meluasnya kutukan dan kecaman dunia terhadap mereka, Pemerintah Zionist Israel mendapatkan jawabannya dengan cara melakukan opini balik membela diri. Mereka menuding balik siapa saja yang mengecam politik Israel bahwa dia anti Semit, anti Yahudi dan anti "Israel". Namun tetap saja tindakan anti kemanusiaan zionis di Palestina menurunkan kedudukan Israel.

Ini yang membuat khawatir biro-biro yahudi di dunia. Inilah yang ditegaskan oleh Ketua Badan Yahudi Dunia Zeev Beleski masa jabatannya berakhir Februari 2009 ini dimana ia menulis di koran Yediot Aharonot awal Maret lalu dengan judul "Bangsa yang Akan Hilang di Tengah Jalan”. Menurutnya hilangnya yahudi itu bukan karena menurunnya jumlah karena dikejar-kejar karena hukum atau gerakan anti semit atau rasis. Namun hilangnya Israel itu karena “pembauran Yahudi dengan bangsa lain” melalui perkawinan campuran sehingga memperkecil jumlah yahudi berdarah asli. Ia mengungkapkan data pembauran itu di Amerika Utara hingga 50%, di Inggris dan Perancis 40%, 45% di Brazil dan di Argentina, dan 80% di Rusia!



Ortodoks Yahudi AS Menyuarakan "Wipe Israel", mereka sudah "muak" dengan Zionisme Israel

Hubungan orang-orang Yahudi yang diaspora dengan organisasi Zionis mengalami penurunan drastic. Di Amerika kurang dari 50% orang-orang tidak terkait dengan dengan organisasi Yahudi, 60 % dari yahudi Amerika utara tidak pernah berkunjung ke Israel meski hanya sekali. Bahkan mayoritas Yahudi di sini tidak meyakini bahwa Israel sebagai kendaraan untuk menentukan identitas mereka. Ketika 60 tahun lalu Israel terbentuk warga Yahudi dunia meyakini ini sebagai capaian mereka, namun kini keyakinan ini semakin luntur. Kebanyakan Yahudi dunia terutama di Amerika utara kini lebih loyal kepada Negara tempat tinggal mereka dan bukan kepada Israel. Mereka adalah generasi kedua dan ketiga yang dilahirkan di Amerika dan tidak memperoleh pendidikan Yahudi yang hakiki dan tidak bisa berbahasa Ibrani. Mantan Ketua Organisasi Yahudi ini Zeev Beleski menilai bahwa untuk menghadapi ini Israel bertanggungjawab menjamin tetapnya bangsa Yahudi yang diapora. Yang menjadi krisis sekarang adalah hubungan Israel dan yahudi diaspora sekarang.

Namun Zeev tidak menyentuh akar krisis itu sekarang. Sebab antara artikel-artikel Israel dan data yang ada di lapangan menunjukkan kontradiksi. Politik jahat pemerintah penjajah Israel semakin meyakinkan bahwa Negara Israel adalah tempat paling tidak aman bagi Yahudi dan semakin tidak benarnya pernyataan Israel soal penghimpunan Yahudi di Israel untuk menyelamatkan mereka dari tekanan dan rasisme serta gerakan anti Semit.

Tindakan rasialisme Israel yang memusuhi kemanusiaan, keadilan sosial, kemerdekaan bangsa adalah identitas asli pemikiran gerakan zionisme yang tidak mungkin menjadi daya tarik atau dukungan bagi mereka. Baik dari Negara merdeka dunia atau bahkan dari biro-biro Yahudi di dunia. Inilah penyebab sesungguhnya menurunnya pamor Israel, bukan seperti yang diungkap oleh Zeev Beleski.

Dikutip dari http://swaramuslim.net/berita/more.php?id=5795_0_12_0_M67

Umum, SHARING, REFLEKSI 7:40 am

Professor Lester Carl Thurow, seorang guru besar dari Sloan Management School, Massachusets Institute of Technology (MIT), Amerika Serikat, pada tahun 1991, atau sekitar 16 tahun yang lampau pernah merilis sebuah kalimat pada suatu pertemuan dengan NSF (National Science Foundation) semacam LIPI-nya Amerika Serikat sebagai berikut:

In the 21st century, comparative advantages will become much less a function of natural resources endowments and capital labour ratios and much more a function of technology and skills. Mother nature and history will play a much smaller role, while human ingenuity will play a much bigger role.

Penggalan kalimat yang pernah dirilis oleh Prof. Thurow tersebut dilatarbelakangi dari data pertumbuhan ekonomi AS, yang semakin lama semakin ditopang oleh peran penting dari penemuan-penemuan baru di bidang teknologi informasi serta fenomena semakin maraknya internet sebagai media komunikasi global.

Paling tidak ada tiga kata kunci dari penggalan kalimat yang disampaikan oleh Prof. Thurow dan ketiganya memberikan gambaran langsung dari tantangan yang akan membentuk masa depan. Ketiga kata kunci tersebut adalah: pertama, akan semakin berkurangnya peran sumber daya alam dan buruh sebagai elemen dasar untuk keunggulan suatu bangsa; kedua, akan semakin berkurangnya peran dari kejayaan masa lalu suatu bangsa dalam pertumbuhan bangsa; dan ketiga akan semakin meningkatnya peran dari kreatifitas dan daya inovasi manusia (human ingenuity) sebagai unsur pokok dalam menentukan keunggulan dan keberhasilan pertumbuhan ekonomi suatu bangsa.

Sehubungan bahwa pembangunan sebuah bangsa tidak bisa dilepaskan dari aktifitas ekonomi, maka pada makalah ini akan diulas secara singkat tentang tiga hal penting, yakni: format tantangan pembangunan ekonomi di masa depan, bentuk-bentuk pekerjaan yang ada di masa depan, dan peran sumber daya manusia kreatif dalam mendinamisasi tantangan-tantangan masa depan tersebut.

Format Tantangan Pembangunan Masa Depan
Abad ke-18 sampai dengan paruh pertama abad ke-19 dikenal sebagai era agraris dan format ekonomi yang ada dikenal dengan istilah agricultural economy yang sumber daya utama umumnya berupa tanah (pertanian, atau tanah garapan). Karena dari tanah (pertanian, atau tanah garapan) inilah kemudian dapat dimulai dan selanjutnya dikembangkan berbagai aktifitas ekonomi (yakni kreasi, produksi dan distribusi produk, jasa maupun proses).

Selanjutnya paruh kedua abad ke-19 sampai dengan paruh pertama abad ke-20 sering disebut dengan era industri dan format ekonomi yang ada lazim disebut dengan istilah industrial economy atau ekonomi industri (lihat tabel 1). Pada era ekonomi industri sumber daya alam (misalnya batubara, mineral dan bijih besi) dan buruh (yakni sumber daya manusia, namun umumnya sebatas dinilai dari aspek pekerjaan tangan atau manual labour) merupakan sumber daya utama dalam menggerakkan aktifitas ekonomi.

Adapun paruh kedua abad ke-20 dan awal abad ke-21 sering disebut dengan istilah era informasi atau information age atau digital age, dan format ekonomi yang ada di dalamnya lazim disebut dengan ekonomi berbasis teknologi informasi atau information economy dan sering disebut dengan ekonomi berbasis pengetahuan atau knowledge based economy dengan pengetahuan atau knowledge menjadi sumber daya utamanya.

Tahapan selanjutnya, yaitu masih di era abad ke-21 adalah tumbuh dan berkembangnya ekonomi kreatif atau creative economy, yaitu sebuah tatanan ekonomi yang ditopang oleh tiga unsur yakni keunggulan budaya, seni dan inovasi teknologi. Ekonomi kreatif pada hakekatnya masih merupakan bagian dari knowledge based economy atau ekonomi berbasis pengetahuan akan tetapi lebih mengedepankan pada perpaduan dari ketiga unsur tersebut.

Pada hakekatnya di dua format ekonomi yang sebelumnya, pengetahuan atau knowledge juga sudah merupakan hal yang penting. Misalnya di format ekonomi industri, pengetahuan untuk menambang (knowledge to mine), pengetahuan untuk membangun (knowledge to build), dan seterusnya adalah hal-hal yang juga penting.

Namun di kedua era tersebut, pengetahuan dalam konteks yang masih intrinsik umumnya memiliki nilai ekonomi yang rendah. Transaksi ekonomi umumnya didominasi oleh ’pengetahuan’ yang telah dikonversi menjadi unsur yang ’tangible’, misalnya berupa jasa dan produk. Akan halnya, di era ekonomi kreatif, terutama dengan didorong oleh kemajuan teknologi informasi, maka proses rantai nilai olah-pengetahuan menjadi produk dapat lebih dipercepat, sehingga ’pengetahuan’ dalam konteks yang masih berupa ide dan gagasan pun telah memiliki nilai keekonomian yang potensial. Gambaran ringkas dari kinerja ekonomi kreatif menurut World Bank pada tahun 2006 adalah sebagai berikut:
1. Tingkat pertumbuhan ekonomi kreatif mencapai 9% per tahun.
2. Tahun 2006, global turn over dari ekonomi kreatif mencapai US $2,24 trilyun.
3. Sampai dengan akhir tahun 2006; 7,3% PDB dunia adalah kontribusi dari industri kreatif.
4. Kontribusi industri kreatif meningkat 13% per tahun.
5. Pekerja kreatif saat ini baru mencapai 5% dari total angkatan kerja global, akan tetapi terus tumbuh rata-rata di atas 5% setiap tahun.

Data dan fakta yang dipaparkan di atas, menunjukkan bahwasanya potensi dari ekonomi kreatif adalah sangat besar dan sanggup memberikan implikasi yang luar biasa dalam pola pelaksanaan kegiatan ekonomi. Oleh karena itu, maka membangun ekonomi kreatif adalah peluang yang harus dimanfaatkan dalam mengakselerasi pembangunan bangsa, khususnya dalam konteks untuk mempertahankan daya saing dan menjalankan pembangunan nasional yang berorientasi pada pertumbuhan.

Ekonomi Kreatif dan Bentuk Pekerjaan Di Masa Depan
Ekonomi kreatif2 didefinisikan sebagai sebuah kumpulan aktifitas ekonomi berbasis pengetahuan (knowledge-based economic activities) yang secara intensif menggunakan kreatifitas dan inovasi sebagai primary input-nya untuk menghasilkan berbagai produk dan jasa yang bernilai tambah. Adapun ruang lingkup dari ekonomi kreatif mencakup aspek yang sangat luas dan tidak terbatas pada seni dan budaya saja. Secara umum konomi kreatif memiliki 3 dimensi yaitu dimensi inovasi dan kreatifitas, dimensi kapabilitas teknologi, dan dimensi seni dan budaya.

Prinsip yang paling fundamental dari ekonomi kreatif adalah jika di era sebelumnya kinerja dari masyarakatnya umumnya diukur sebatas dari tingkat produktifitas dalam memproduksi produk, jasa maupun proses; maka dalam era ekonomi kreatif kinerja masyarakat diukur tidak sebatas pada peningkatan produktifitas belaka, akan tetapi lebih diukur berdasarkan dari peningkatan akumulasi pengetahuan dan peningkatan kapasitasnya dalam melakukan inovasi-inovasi ketika melakukan sejumlah aktifitas produksi tersebut.

Setidaknya ada tiga jenis tren dari bentuk pekerjaan di masa depan yang akan semakin menuntut adanya peran dari pekerja (atau worker) untuk sanggup menjadi pekerja kreatif. Ketiga tren jenis pekerjaan tersebut meliputi:

Pertama adalah aset non-fisik atau ide dan gagasan menjadi lebih penting dibandingkan dengan aset fisik, seperti modal dan sumber daya fisik lainnya. Di masa depan nanti akan semakin banyak terbentuk berbagai kerjasama antara penemu dan pencetus ide yang inovatif dengan sejumlah pemilik modal untuk terlibat dalam aktifitas kreasi pengetahuan (atau knowledge creation) yang bentuk nyatanya adalah aktifitas terkait dengan penelitian, pengembangan dan riset yang diarahkan untuk menghasilkan inovasi-inovasi baru. Tren seperti ini sudah nampak di negara maju, misalnya di negara-negara Skandinavia yang semenjak 5-6 tahun terakhir ini, perusahaan-perusahaan besar di sana sudah biasa memberikan modal ventura kepada para lulusan universitas yang memiliki ide dan temuan yang potensial untuk dikembangkan lebih lanjut pada skala komersial.

Kedua adalah maraknya bentuk tata organisasi yang lebih bersifat horisontal dan non-hirarkis, guna mempercepat proses produksi inovasi dan merangsang kreatifitas. Pekerja sekarang umumnya dituntut untuk sanggup melakukan pengayaan atau (enrichment) dari bentuk pekerjaan yang telah ada. Setiap individu dituntut untuk semakin aktif dalam mempelajari berbagai bentuk pengetahuan baru dengan cepat. Kinerja bagi para pekerja sekarang diukur dari tingkat kecepatannya dalam memperkaya pengetahuan yang telah dimilikinya dari waktu ke waktu.

Ketiga adalah semakin pentingnya kelembagaan perlindungan Hak Kekayaan Intelektual. Di era dimana gagasan dan ide telah semakin memiliki nilai keekonomian yang tinggi, maka diperlukan suatu interaksi fungsional dalam bentuk yang baru antara pencetus ide dengan produsen komersialnya. Interaksi fungsional yang dimaksud itu adalah penumbuhkembangan dari Lembaga Hak Atas Kekayaan Intelektual. Tanpa keberadaan kelembagaan tersebut, maka pencetus ide sebagai ’pemilik’ dari gagasan dan inovasi justru akan berada dalam posisi yang tidak diuntungkan secara ekonomis, hal mana dapat berdampak pada berkurangnya motivasi untuk mencetuskan berbagai ide dan inovasi baru. Di pihak lain, kelembagaan perlindungan hak kekayaan intelektual dan hak cipta tersebut juga berfungsi sebagai rambu-rambu yang efektif dalam menjamin adanya persaingan di era ekonomi kreatif yang semakin mengglobal.
Ketiga tren di atas saat ini telah mulai menggejala di negara-negara maju. Negara-negara maju tersebut, khususnya yang tergabung dalam OECD telah mengantisipasi dengan sejumlah pranata kebijakan yang mengatur tatanan angkatan kerja di negeri masing-masing untuk mengantisipasi tren tersebut. Pada paragraf berikut akan dibahas tentang peran sumber daya manusia kreatif dalam menghadapi masa depan seiring dengan adanya tren bentuk pekerjaan baru di masa depan berikut tantangan-tantangan pembangunan ekonomi masa depan.


Pembinaan Sumber Daya Manusia Kreatif Sebagai Unsur Utama Pembangunan Bangsa Masa Depan
Komitmen Pemerintah Republik Indonesia untuk mengembangkan ekonomi kreatif tercermin dari program nasional yang dikenal dengan Indonesia Design Power atau IDP. Program yang dikoordinir oleh Departemen Perdagangan RI ini telah dimulai pada tahun 2006 dan dijadwalkan akan selesai pada tahun 2010 mendatang. Program itu ditujukan untuk memberikan brand/merek baru pada sebanyak 200 komoditi domestik sehingga menjadi Good Design Product Made in Indonesia. Melalui program Indonesia Design Power, Pemerintah berupaya untuk mengembangkan produk nasional yang berdaya saing dengan berbasiskan pada pemberdayaan tiga pilar ekonomi kreatif, yaitu keunggulan budaya lokal, kemajuan teknologi dan seni yang dikemas melalui tiga kekuatan yang disebut dengan "branding", "packaging" dan "product design". Selain dari itu, pemerintah sekarang juga terus mensosialisasikan serta terus mendorong para inovator untuk mendaftarkan penemuannya ke Ditjen Hak Atas Kekayaan Intelektual.

Unsur utama dari pengembangan ekonomi kreatif tentunya adalah sumber daya manusia kreatif. Oleh karena itu, pembinaan sumber daya manusia menjadi para penemu dan pencetus ide kreatif adalah solusi untuk menghadapi berbagai peluang di era masa depan.

Pada dua paragraf sebelumnya telah diulas tentang sejumlah tantangan strategis pada pembangunan ekonomi di masa depan serta bentuk-bentuk pekerjaan yang dituntut oleh pembangunan ekonomi masa depan tersebut. Maka pada paragraf ini akan diulas secara ringkas tentang pembinaan sumber daya manusia kreatif dalam menghadapi sekaligus mengantisipasi hal-hal tersebut.

Dalam kaitan dengan pembinaan tersebut, sedikitnya ada tiga langkah penting yang harus dikedepankan untuk dapat mengakselerasi pengembangan sumber daya manusia kreatif di tanah air, sebagai berikut:

Yang pertama adalah pada aspek individu, yaitu adanya upaya untuk semakin meningkatkan kapasitas pengetahuan masyarakat melalui berbagai program pendidikan dan pelatihan serta perluasan aksesibilitas pada berbagai program pendidikan dan pelatihan tersebut. Dengan cara ini maka diharapkan kapasitas pengetahuan masyarakat akan meningkat dan memperbesar potensinya untuk pengembangan daya kreatifitas dan inovasinya.

Yang kedua adalah aspek koordinasi. Yang dimaksud dengan aspek koordinasi di sini adalah terus memperbaiki koordinasi dan hubungan kerja antara kelembagaan produksi pengetahuan (dalam hal ini perguruan tinggi) dan kelembagaan pengguna pengetahuan (khususnya industri). Dengan mendorong koordinasi antara keduanya, maka akan terbina kerjasama yang intensif dan akan mengakselerasi pengembangan daya kreatifitas dan inovasi di kedua kelembagaan tersebut.

Yang ketiga adalah aspek kelembagaan. Ada dua hal penting di sini, yang pertama adalah keberadaan Kelembagaan Perlindungan Hak Cipta dan Hak Intelektual bagi para pencipta dan penemu, serta kemudahan akses bagi para pencipta dan penemu tersebut untuk memperoleh hak-haknya dan yang kedua adalah pranata keuangan yang memberikan akses modal awal (start up capital) kepada para pencipta dan penemu yang berminat untuk mengkomersialisasikan penemuannya. Kedua hal di atas, sangat diperlukan, selain untuk memberikan motivasi yang lebih tinggi di kalangan para pencipta (innovator), juga akan membangkitkan budaya baru di kalangan masyarakat yaitu, budaya wirausaha (entrepreneurship) sebuah budaya yang sangat relevan dengan keberadaan ekonomi kreatif. Mentalitas kewirausahaan itulah yang nantinya akan semakin mendorong pengembangan kreatifitas dan inovasi.

Ketiga langkah penting yang dipaparkan di atas, saat ini telah dan sedang dilaksanakan secara intensif oleh Pemerintah. Meskipun demikian masih terdapat sejumlah tantangan dalam proses implementasinya. Tantangan yang terberat adalah merancang pranata keuangan yang khas (lex specialist) bagi para penemu agar memberikan kesempatan bagi mereka untuk membuka dan mengawali usahanya (start up company).

Penutup
Saat ini kita hidup di era gelombang ke-4 peradaban yang dicirikan dengan semakin tumbuh dan berkembangnya ekonomi kreatif. Dalam peradaban gelombang ke-4 itu, unsur penentu daya saing adalah kreatifitas dan inovasi. Sehingga tantangan pembangunan yang terpenting yang harus kita hadapi dewasa ini, adalah tantangan untuk terus berinovasi atau the need to continuosly innovating. Ekonomi kreatif ditopang oleh 3 pilar yaitu: budaya kreatifitas, daya inovasi, dan kemajuan teknologi.

Karena maraknya peran daya kreatifitas dan inovasi tersebut, maka beberapa literatur juga sering menyebutkan era sekarang ini sebagai abad inovasi atau the Century of Innovation. Saat ini inovasi, di berbagai bidang nyaris berlangsung tanpa henti, dan sebagai konsekuensinya, para inovator semakin menempati peran penting dalam peradaban sekarang ini.

Dalam kondisi tersebut, maka karakteristik pekerjaan masa depan (the future of works and employment) ditandai dengan tuntutan untuk terus menerus melakukan inovasi atau innovative intensive employment dan berintikan pada pengarusutamaan pembelajaran terus menerus.

Di era ekonomi kreatif, maka infrastruktur dan segenap aktifitas ekonomi dengan sendirinya harus disesuaikan dengan karakteristik ekonomi kreatif, yaitu adanya basis pengetahuan yang menunjang inovasi, adanya mekanisme koordinasi yang menjamin sinergi industri dan universitas, serta pembentukan kelembagaan yang memberikan akses pemodalan dan pranata perlindungan hukum untuk kekayaan intelektual.

Pemerintah sedang dan terus mengembangkan sumber daya manusia sebagai aset utama dalam meraih peluang di era ekonomi kreatif. Program nasional Indonesia Design Power yang saat ini dilaksanakan dan diproyeksikan selesai pada tahun 2010 mendatang adalah platform dalam mencapai tujuan tersebut. Pada makalah ini telah diulas sejumlah hal penting yang menyangkut aspek individu, aspek kelembagaan dan aspek koordinasi untuk mengakselerasi pencapaian tujuan dari program tersebut, khususnya dalam pembinaan sumber daya manusia kreatif.

Sumber http://www.setneg.go.id/index.php?Itemid=192&id=1667&option=com_content&task=view

SHARING, REFLEKSI, SELINGANMarch 4, 2009 4:30 am

Jombang itulah nama daerahnya, konon sejarahnya daerah ini dinamai dengan sebutan Jombang dikarenakan adanya dua dimensi yang ada dalam masyarakatnya, setidaknya bisa disebut ijo abang (hijau dan merah). Sebuah warna yang memang dipilih sebagai simbol untuk sebuah strata seseorang, hijau mewakili orang yang melek huruf, atau santri kata yang berasal dari bahasa kuno sastri (melek huruf) dan berkaitan juga dengan cantrik anda bisa membacanya secara lengkap dalam catatan sejarah yang ada.

Untuk memberi gambaran secara lebih dekat anggap saja Ryan (si jagal jombang) mewakili kelompok merah alias masyarakat yang membuat nilai daerahnya tertulis dengan nilai merah, dan Ponari sebagai wakil dari kelompok hijau (penyembuh) hal demikian adalah sebagai bentuk penyeimbang, dan mungkin hebohnya berlipat ganda dibanding hebohnya Ryan.

Itu adalah contoh terkini, dan hampir seluruh Indonesia tahu, meski pada sejarahnya banyak juga kisah rakyat dan mungkin realita pada zamannya, bahwa disanalah gudang dua hal itu, toh dimanapun hal demikian juga akan selalu ada, dimana ada baik disitu ada buruk, sebab tidak akan mungkin sebuah kebaikan itu hadir tanpa diimbangi dengan keburukan, surga pun tak akan laku jika neraka tidak ada.

Sebuah fenomena yang unik bagi saya melihat puluhan ribu orang mengantri untuk minta obat, yang secara rasional tertolak mentah-mentah, namun toh sehebat apapun rasio tak bisa mengalahkan realita yang ada. Banyak dari kalangan kesehatan terweleh-welehkan (dalam bahasa gaulnya, ilmu yang dipelajarinya dicampakkan dengan kejadian ponari), bocah umur 9 tahun yang habis tersambar petir dan mendapat batu, dan ketika batu itu dibuang ternyata kembali ketempat ponari lagi, pembaca boleh percaya boleh tidak, namun penulis yakin ponari bukan pembohong layaknya dukun-dukun itu.

Orang mengatakan Ponari adalah dukun cilik, namun menurut penulis dia bukan dukun, namun hanya kebetulan diberi kelebihan oleh Allah, itu pun karena batu yang datang min haitsu la yahtasib, namun setidaknya efeknya positif, kalau memang itu bisa membuat orang jadi sembuh lantaran hal itu, toh juga yang menyembukan Allah. Jika ada orang yang kurang berilmu berkata itu syirik, saya kira perlu hati-hati, berobat ke dokter dan ke ponari adalah sama, menyakini jika minum obat dari dokter membuat dia sembuh adalah keliru, sebagaimana menyakini minum air yang dicelupi batunya ponari. Kecuali jika mereka tetap yakin yang menyembuhkan adalah Allah, lewat air itu, atau obat dari dokter.

Anda bisa simak sejarah nabi Musa ketika sakit gigi, ketika dia memohon kesembuhan pada Allah dia disuruh mengambil sebuah rerumputan, disaat yang lain dia sakit lagi, dan langsung mengambil rerumputan dan melupakan Allah, akhirnya sakitnya malah parah, setelah itu baru sadar dan mendapat teguran dari Allah.

Kisah ponari ini menurut penulis adalah sebuah peringatan kepada pemerintah Indonesia, dimana pelayanan kesehatan begitu minim dan mahal, baru daftar menjadi pasien saja sudah mahal apalagi resmi menjadi pasien dan harus menebus obat-obat yang mahal, maka tak heran jika puluhan ribu orang rela antri berhari-hari hanya karena pengobatan yang murah.

Hal demikian juga mengulang sejarah nabi Isa, juru pengobatan yang tak masuk akal pada saat kekuatan akal diagung-agungkan oleh kaum yahudi yang memang rasionalis, bahkan nabi Isa pun dilahirkan tanpa ayah, sebagai bukti bahwa Allah mampu melakukan apa yang akal manusia tak mampu menjangkau.

Penulis pun terkadang terbentur dengan hal demikian, ketika mencoba menjadikan sesuatu sesuai akal dalam sejarah-sejarah para nabi, para wali, dan orang sholeh lainya. Satu contoh adalah Hajar aswad, batu hitam yang diciumi jutaan orang, yang sekarang terletak disebuah sudut ka’bah, batu itu dalam tafsir yang penulis pelajari, adalah batu dari surga, buah-buahan yang diberikan untuk maryam ketika i’tikaf dalam tempat khalwatnya adalah dari surga, Istri salah seorang wali di Indonesia .juga bidadari dari surga.

Disitulah manusia diuji antara percaya dan tidak percaya, dan disitu pula manusia diajari bahwa yang gaib itu ada, dan yang ada itu gaib. Yang atas itu bawah dan yang bawah itu atas, up is down kata orang inggris, dan penulis yakin ketika pembaca berpikir sejenak dari contoh yang akan penulis berikan, pembaca akan sadar.

Contoh atas adalah bawah.

Kita semua tahu bahwa bumi adalah bulat, langit yang kita anggap diatas kita sebenarnya adalah dibawah bumi, dan langit yang dibawah bumi sebenarnya diatas kita. Anggap saja apa yang dianggap tertinggi dibagian bumi amerika, adalah apa yang dianggap rendah oleh bagian bumi Indonesia, dan semakin tinggi orang menumpuk harta, semakin dalam pula ia terkubur dengan harta.

Kalau saja umur kita diakhirat nanti sama dengan umur kita didunia, anda bisa bayangkan jika satu hari penuh kita berdosa, sebagai balasan kejelekan adalah 1:1 maka kita akan terhukum selama 1000 tahun dunia, karena satu hari diakhirat sama dengan 1000 tahun didunia. Nah kalau berbuat baik kan sistemnya 1:10, so jika kita beramal baik satu hari penuh maka balasannya 10.000 tahun, coba bayangkan kalau seumur hidup kita mampu beramal baik.

Maka, kata guruku “dalam diam, janganlah hatimu diam, dalam ramai, janganlah hatimu ramai”, ini penulis jabarkan aja, yang jelas iintinya guruku berpesan jika hatimu menyebut Allah tiap detaknya, bukankah itu tabungan kebaikan dan setiap kebaikan akan dibalas, sementara waktu tak bisa di pause atau di replay, jika hari ini kamu tidak menyebut Allah, maka kamu tak akan dapat mencari waktu hari ini, setelah hari ini.

Dalam diamnya mulut kita, dzikirlah yang keras dengan hati kita, dan dalam ramainya mulut kita, janganlah hati kita ramai kecuali untuk menyebut Allah. Janganlah mulut kita dzikir dengan keras sementara hati kita tidur atau bahkan wisata kemana-mana, apalagi mulut kita tidak berdzikir, hati kita maksiat, na’udzubillah!.


dikutip dari daarut-tauhiid@yahoogroups.com

SHARING, REFLEKSI, ISLAMMarch 3, 2009 3:50 am

Seorang pria asal California Selatan yang mengaku telah melakukan
kegiatan sebagai mata-mata bayaran FBI di masjid-masjid ingin
membersihakan namanya setelah identitasnya terungkap.

Craigh Monteilh, 46 tahun, seorang konsultan kebugaran tubuh dari
Irvine, mengatakan dia telah masuk ke masjid-masjid dari Juli 2006
hingga Oktober 2007. Bahkan dia juga mengaku telah melakukan wawancara
yang berhasil direkam dengan saudara ipar pengawal pribadi Syeikh
Osama bin Laden.

Monteilh mengatakan, Ahmadullah Niazi, saudara ipar pengawal pribadi
Syeikh Osama bin Laden, telah menjadi temannya saat dia berinfiltrasi
di dalam masjid. Niazi juga mengatakan padanya bahwa dia ikut
mengirimkan donasi kepada pejuang di Afghanistan dan melakukan
pemboman pada sebuah gedung di California Selatan.

Monteilh muncul setelah Niazi, 34 tahun, ditangkap karena terkait
tuduhan terorisme dan pelanggaran kewarganegaraan dan dokumen paspor.
Namun, pihak FBI telah menyangkal bahwa Monteilh bekerja dalam agen
resmi pemerintah penjajah AS tersebut.

Monteilh mengaku masa kerjanya berakhir beberapa bulan setelah Niazi
dan beberapa jamaah masjid melaporkannya karena menghalang-halangi dia
dan sejumlah jamaah untuk pergi ke masjid.

Sebuah kelompok advokasi Muslim telah meminta investigator federal
untuk membebaskan Niazi, hal ini karena Niazi telah dipaksa untuk
menjadi informan FBI karena Monteilh.

Niazi yang merupakan keturuan Afghanistan yang mendapatkan
kewarganegaraan AS tahun 2004, kini dikenai denda $ 500,000 dan akan
menghadapi sidang federal Senin depan.

Dalam infiltrasinya Monteilh selalu membawa alat pengawasan dab
bertemu dengan agennya di Starbuck atau restauran lokal sepekan
sekali. Dia juga mengerjakan laporan harian untuk FBI dan mendapatkan
upah $11,200 per bulan untuk aksinya ini.

Munira Syeda, jubir Council on American-Islamic Relations di Los
Angeles mengatakan tuduhan yang bisa dilancarkan kepada Niazi hanya
sebatas masalah administrasi kewarganegaraan saja, karena keterkaitan
dengan kegiatan "terorisme" tidak bisa dibuktikan.

Sementara itu, kegiatan mata-mata dalam hukum Islam sendiri, jika
seseorang tertangkap dan terbukti melakukan aksi ini, maka menurut
berbagai madzhab Islam berlaku hukum pancung baginya.

 

http://www.muslimdaily.net/2009/02/28/Konsultan+Fitnes+Mengaku+Jadi+Mata-mata+FBI+di+Masjid+California.html

Umum, SHARING, REFLEKSI, ISLAMFebruary 28, 2009 6:04 am

Sesungguhnya segala puji hanyalah milik Allohu Ta’ala. kita memujiNya meminta pertolongan kepadaNya dan memohon ampunanNya, serta berlindung kepada Alloh dari kejelekan diri diri kita dan dari kejahatan amalan amalan kita. Barangsiapa yang Alloh beri petunjuk padanya, maka tiada yang dapat menyesatkannya. Dan barangsiapa yang Alloh sesatkan, maka tiada yang bisa menunjukkinya.
Dan aku bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Allohu Ta’alaa dan tiada sekutu bagiNya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan RasulNya.

Amma ba’du

:: 4 TIPE ORANG SEPUTAR HARTA & ILMU ::

Di negeri ini masih banyak orang mempunyai ilmu dan harta tapi mengapa negeri ini masih dilanda krisis ?!

Dari Abu Kabsyah Al-Anmari radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

"Dunia itu diberikan kepada empat golongan:

(1) Seorang hamba yang Allah anugerahi harta dan ilmu, maka dia pun bertakwa kepada Rabbnya dalam hal hartanya, menggunakan hartanya untuk menyambung tali kekerabatan dan mengetahui bahwa Allah memiliki hak dalam hartanya itu, maka dia berada pada derajat yang paling mulia di sisi Allah.

(2) Dan seorang hamba yang Allah karuniai ilmu namun tidak diberi harta, dia adalah seorang yang benar niatnya. Dia katakan, ‘Seandainya aku memiliki harta, aku akan beramal seperti amalan Fulan’, maka dengan niatnya itu pahala mereka berdua sama.

(3) Juga seorang hamba yang Allah beri harta namun tidak dikaruniai ilmu, sehingga dia gunakan hartanya tanpa ilmu. Dia tidak bertakwa kepada Rabbnya dalam hartanya itu, tidak menggunakannya untuk menyambung tali kekerabatan, dan tidak pula mengetahui ada hak Allah dalam hartanya, maka dia berada pada derajat yang paling hina di sisi Allah.

(4) Dan seorang hamba yang tidak Allah beri harta maupun ilmu, lalu dia mengatakan, ‘Seandainya aku memiliki harta aku akan berbuat seperti perbuatan Fulan’, maka dengan niatnya itu dosa mereka berdua sama."

(HR. At-Tirmidzi no. 2325, dikatakan oleh Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullahu dalam Shahih Sunan At-Tirmidzi: Shahih)

 dikutip dari mili daarut-tauhiid

Umum, SHARING, REFLEKSIFebruary 18, 2009 4:26 am

Adab adalah satu istilah bahasa Arab yang berarti adat kebiasaan. Kata ini menunjuk pada suatu kebiasaan, etiket, pola tingkah laku yang dianggap sebagai model.

Selama dua abad petama setelah kemunculan Islam, istilah adab membawa implikasi makna etika dan sosial. Kata dasar Ad mempunyai arti sesuatu yang mentakjubkan, atau persiapan atau pesta. Adab dalam pengertian ini sama dengan kata latin urbanitas, kesopanan, keramahan, kehalusan budi pekerti masyarakat kota sebagai kebalikan dari sikap kasar orang badui.

Dengan demikian adab sesuatu berarti sikap yang baik dari sesuatu tersebut. Bentuk jamaknya adalah Âdâb al-Islam, dengan begitu, berarti pola perilaku yang baik yang ditetapkan oleh Islam berdasarkan pada ajaran-ajarannya. Dalam pengertian seperti inilah kata adab.

Sumber Adab
Adat kebiasaan di dalam banyak kebudayaan selain kebudayaan Islam sangat ditentukan oleh kondisi-kondisi lokal dan oleh karena itu tunduk pada perubahan-perubahan yang terjadi di dalam kondisi-kondisi tersebut. Menurut W.G. Summer, dari berbagai kebutuhan yang timbul secara berulang-ulang pada satu waktu tertentu tumbuh kebiasaan-kebiasaan individual dan adat kebiasaan kelompok. Tetapi kebiasaan-kebiasaan yang muncul ini adalah konsekuensi-konsekuensi yang timbul secara tidak disadari, dan tidak diperkirakan lebih dulu atau tidak direncanakan.

Ahlak dan adab Islam tidaklah bersifat “tanpa sadar” seperti dalam pengertian di atas. Adab dan kebiasaan-kebiasaan Islam itu berasal dari dua sumber utama Islam, yaitu al-Qur’an dan Sunnah, perbuatan-perbuatan dan kata-kata Nabi serta perintah-perintahnya yang tidak langsung. Oleh karena itu akhlak Islam itu jelas berdasarkan pada wahyu Alloh SWT.

 

Dikutip dari Milis daarut-tauhiid

Umum, SHARING, REFLEKSI, ISLAM, WACANA 4:20 am

Ada beberapa persiapan harus dilakukan bagi para calon mempelai.
 Pertama,
soft ware-nya, yakni qolbu kita yang harus selalu yakin kepada Alloh.
Karena yang bisa menimbulkan orang stress, tidak menerima kenyataan,
sekali-kali bukan karena masalahnya. Melainkan karena keyakinan dia
yang lemah kepada Alloh. Kita harus sadar sesadar-sadarnya bahwa diri
kita ini milik alloh. Calon istri kita milik Alloh. Yang mengetahui
segala perasaan yang ada pada diri kita adalah Alloh. Yang
memerintahkan kita menikah adalah Alloh. Pernikahan terjadi juga dengan
ijin Alloh. Bahkan kebahagiaan yang kita raih pun adalah karena
pertolongan Alloh .

Jadi,
kuncinya adalah Alloh. Kalau kita tidak yakin kepada Alloh, kita tidak
akan mendapatkan kuncinya. Alloh-lah yang menjanjikan kita
berpasang-pasangan. Alloh-lah yang menyuruh kita menikah. Dan nikah itu
ibadah, sedang Alloh menyuruh kita ibadah. Kita tidak usah merasa
ragu-ragu lagi. Maka kembalikan segalanya kepada Alloh. Kita tidak
boleh suudzan . Sedikit pun. Tidak boleh merasa rendah diri karena
penampilan kita yang kurang menarik orang tua miskin, pendidikan
rendah. Kalau kita merasa demikian, berarti kita telah menghina Alloh,
sebab wajah kita bukan milik kita, semuanya milik Alloh.

 Kedua,tingkatkan
kepribadian kita supaya disukai Alloh. Perbaikilah apapun yang dapat
kita lakukan ; akhlak kita, perbuatan kita , tingkah laku kita. Jagalah
pandangan, bergaulah dengan lawan jenis dengan cara yang disukai Alloh.
Tidak usah sibuk dengan penampilan yang dibuat-buat seperti, mejeng dan ngeceng. Sebab,
sesungguhnya tidak ada yang luput dari pandangan Alloh. Apa pun yang
kita perbuat pastilah disaksikan-Nya.

Maka,meningkatkan kualitas diri
supaya disukai Alloh adalah hal paling penting.     
Kemudian
yang tidak kalah pentingnya, kita harus latihan meningkatkan
kedewasaan. Karena untuk membangun rumah tangga tidak cukup hanya
dengan keemauan, keinginan dan uang. Rumah tangga adalah samudera
masalah. Kadang-kadang kita merasa bahwa dialah yang paling cantik di
dunia. Tapi setelah menikah, tidak jarang orang merasa betapa dunia
banyak yang cantik, kecuali istrinya. Hal ini harus dikendalikan dengan
kedewasaan. Jangan sampai kita tergelincir dan jatuh ke jurang maksiat
hanya karena masalah seperti ini. Belum lagi dengan masalah lain yang
sangat berpotensi untuk menimbulkan sengketa.
Mertua kita, adik ipar
kita yang tinggal serumah dengan kita, bahkan anak kita sendiri yang
masih bayi, misalnya semua bisa berpotensi untuk bermasalah kalau kita
tidak dewasa dan arif menghadapinya. Hanya dengan kedewasaan dan
kearifanlah semua masalah bisa diselesaikan. Seorang suami yang tidak
matang tidak dewasa, tidak arif, ia lebih banyak menambah masalah
daripada menyelesaikan masalah.     

Ketiga, persiapan
ilmu, terutama ilmu agama, kita akan bisa beribadah dan beramal dengan
benar. Dan Alloh pun siap menolong kita, kalau kita beribadah dan
beramal dengan benar Ilmu agama penting dikuasai supaya kit tahu
standar yang benar. Kita pelajari rumah tangga Rasulullah SAW. Karena
memang hanya rumah tangga beliaulah yang menjadi acuan yang tepat
dalammenegakan menegakan keluarga Islami. Kita dapat bercermin dari
sejarah rumah tangga beliau. Ketika ia pulang ke rumah malam hari, lalu
ketika pintunya diketuk tidak ada juga yang menyahut karena istrinya
tertidur. Rasulullah tidak berani membangunkan. Akhirnya ia berbaring
di depan pintu. Kita mungkin belum bisa seperti itu. Tetapi paling
tidak kita memiliki standar yang jelas        

Keempat, belajarlah
ilmu umum, seperti ilmu kesehatan, ilmu merawat tubuh, cara memahami
wanita (bagi suami). Bagaimana menghadapi istri saat menjalani ngidam,
saat kehamilan, saat melahirkan dan lain sebagainya. Begitu pun istri
harus memahami bagaimana prilaku suami, bagaimana emosinya, bagaimana
karakternya. Maka, belajar ilmu psikologi yang banyak berkaitan dengan
hal-hal seperti ini sangat diperlukan.       

Kelima, persiapkan
dan tingkatkanlah keterampilan. Seperti keterampilan menata rumah,
mencari tambahan penghasilan, memasak, keterampilan menekan biaya hidup
dan lain-lain. Hal ini perlu sdilakukan baik oleh calon suami , maupun
oleh calon istri. Sebab setelah menikah bagi keduanya masingmasing
berpeluang berpisah. Suami harus berpikir misalnya bahwa ajal siap
datang menjemput kapan saja. Maka ketika istrinya meninggal duluan
jangan sampai kelabakan karean tidak bisa menggantikan peran istrinya.
Begitu pun bagi istri ia harus ditinggal suaminya. Maka ia harus siap
memberi nafkah keluarga dengan meningkatkan keterampilan menambah
penghasilan  

Begitulah
persiapan-persiapan yang harus ditempuh bagi kaum laki-laki dan
perempuan yang sudah berniat berumah tangga. Bagi mereka yang telah
maksimal mempersiapkannya, insya Alloh masalh apa pun yang dihadapi
tidak akan membuat mereka goyah. Mereka akan tetap tegar dan yakin
bahwa Alloh akan menolongnya. Ingat firman Alloh berikut ini : “ Dan
nikahkanlah orang-orang yang sendirian diantara kamu dan orang-orang
yang layak (nikah) dari hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika
mereka miskin, Alloh akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan
Alloh Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. An-Nuur
ayat 32). Nah, sudah seperti itulah persiapan anda. Wallahu a`lam.
sumber:cyberMQ.com
Jadikanlah Sabar dan Shalat Sebagai Penolongmu. Dan Sesungguhnya Yang Demikian itu Sungguh Berat, Kecuali Bagi Orang-Orang yang Khusyu [ Al Baqarah : 45 ]

Dikutip dari Milis daarut-tauhiid

Umum, SHARING, REFLEKSI, ISLAM, SELINGAN, PENDAPATJune 21, 2008 9:45 am



 
Mengawali tulisan ini saya akan mengutipkan pandangan seorang filosof Muslim-India, M. Iqbal (1877-1938) yang tidak populer kita ketahui, yaitu bahwa kisah Adam dalam Al-Qur’an bukanlah kisah nyata dalam sejarah umat Islam, dan kisah Adam itu bukanlah suatu peristiwa sejarah, melainkan ia hanya sebuah “legenda” semata. Pendapat Iqbal ini nampaknya seakan kontradiksi dengan pendapat yang umumnya diyakini umat Islam. Akan tetapi, sebenarnya Iqbal ingin menegaskan kalau pengirim Adam ke dunia itu bukanlah suatu “kejatuhan” melainkan suatu “kebangkitan” baru umat manusia yang sering terabaikan sebab watak semangat Al-Qur’an itu harus dipahami sebagai semangat kebangkitan, bukan “kejatuhan” tepatnya lagi kebangkitan umat manusia sebagai pemimpin di muka bumi ini.

Sesungguhnya, dapat dipahami apabila manusia pertama saja sudah mengalami “kejatuhan” tentu penerusnya akan mengalami kondisi yang lebih mengkuatirkan lagi. Oleh karena itu, interpretasi tentang Adam ini tidak lah harus seradikal Iqbal menolak ketokohan Adam, melainkan harus dilihat dalam perspektif baru bahwa itu semua merupakan suatu proses kebangkitan awal manusia menuju kehidupan yang lebih esensial sebab sesuatu yang awal akan sangat menentukan perkembangan selanjutnya. Selain itu, penempatan Adam sebagai gerak pertama kebangkitan sekaligus juga sebagai penolakan terhadap sebahagian anggapan bahwa Adam itu telah “mewariskan dosa” kepada generasi selanjutnya sehingga ia terusir dari surga.

Untuk ini lah sangat relevan mengemukakan tulisan ini sebagai upaya untuk mendudukkan kembali semangat-semangat kebangkitan yang dinafasi oleh Al-Qur’an yang memang kita butuhkan dalam mengatur tatanan kehidupan global. Sebab tanpa itu kita akan terus termarginalkan oleh “kekejaman” globalisasi yang tidak dapat dihindari sebagaimana yang pernah diramalkan futurolog Barat, John Naisbitt dan Patricia Aburdence, bahwa globalisasi akan menciptakan “ledakan” dahsyat dalam semua bidang kehidupan. Oleh sebab itu, di sini lah letak pentingnya memproyeksikan Al-Qur’an itu sebagai “kitab kebangkitan” untuk kembali menatap masa depan yang lebih cemerlang dari sebelumnya akibat dari “keterperangkapan” manusia dari kehidupan yang diciptakannya sendiri.

Spirit Al-Qur’an Tentang Kebangkitan
Tidak terlalu berlebihan kalau seandainya dikatakan kenapa umat Islam selalu saja terbelakang dalam segala hal di dunia ini, atau setidaknya ini pernah menjadi renungan dan pertanyaan besar bagi seorang pemikir asal Libanon, Syakib Arsalan (1869-1946) mengapa umat Islam itu terbelakang? Di antara salah satu penyebab utama keterbelakangan umat Islam yang disimpulkan Arsalan, yaitu bahwa umat Islam telah lama “menelantarkan” Al-Qur’an dengan mengabaikan semangat kebangkitan yang terkandung dalam inti ajarannya.

Padahal, sesungguhnya semangat kebangkitan itu merupakan suatu bagian dari entitas Al-Qur’an yang tidak hanya dapat membangkitkan masyarakat Arabia semata, melainkan seluruh pelosok penjuru bumi yang pernah bersentuhan dengan ide-ide kebangkitan yang terkandung di dalamnya. Di antara bentuk kebangkitan yang disuarakan Al-Qur’an itu ialah kebangkitan atas perbudakan mempertuhankan benda-benda yang tidak lebih baik dari manusia itu sendiri yang kita kenal dalam sejarah umat Islam dengan istilah paganisme (penyembah arca-arca) sebagaimana yang pernah ada dalam tradisi masyarakat Arab pra Islam (Lihat Q.S. 7:71, 22:71, 26:71, dan lainnya).

Selain itu, semangat kebangkitan lain yang dipolopori Al-Qur’an itu kebangkitan untuk membebaskan manusia dari segala bentuk perbudakan sesama manusia karena memang Al-Qur’an secara tegas menolak perbudakan atas manusia dengan mengedepankan semangat bahwa manusia itu tidak ada yang lebih baik dari yang lainnya kecuali hanya berdasarkan kepatuhan dan penyembahan yang total kepada Tuhan (Q.S. 2:21; 63; 177, dan lainnya).

Kemudian, semangat kebangkitan lain yang disuarakan Al-Qur’an itu dapat dilihat dari substansi ajarannya yang selalu menginginkan perbaikan dari dalam sistem kehidupan umat manusia yang merupakan inti dari kebangkitan yang sesungguhnya sebab suatu kebangkitan yang tidak didasari oleh hati nurani yang ingin bangkit hanya akan menghasilkan “kebangkitan semu” (Q.S. 13:11). Sesungguhnya, penyebab utama kenapa kebangkitan yang digerakkan oleh anak-anak bangsa ini tidak dapat bertahan lama sangat mungkin sekali didasari oleh bukan oleh dorongan hati nurani secara total, sebut saja umpamanya gerakan reformasi tanpa bermaksud mengecilkannya tidak mampu membawa perubahan signifikan dalam kehidupan berbangsa kita.

Untuk itu lah sangat tepat sekali mengaitkan semangat kebangkitan Al-Qur’an ini dengan konteks kekinian dan kedisinian bahwa sebenarnya disadari atau tidak bahwa inspirasi kebangkitan bermoral yang dulang Al-Qur’an tentang ilmu pengetahun telah mampu merubah jalan sejarah umat manusia yang seharusnya dapat ditangkap secara baik dalam mengisi kebangkitan bangsa. Oleh karena itu, tidak mengherankan kebangkitan yang diteriakkan para pembaharu selalu saja menempatkan pengembangan ilmu pengetahuan sebagai syarat utama dari proses kebangkitan yang tidak boleh diabaikan dalam mensiasati kebangkitan dan semangat cinta ilmu pengetahuan ini oleh Al-Qur’an sejak dini telah diingatkan peran dan pentingnya dalam menyusun kehidupan yang sesungguhnya.

Menurut saya menjadikan Al-Qur’an sebagai “kitab kebangkitan” sebenarnya tentunya harus dimulai dengan semangat kembali pada Al-Qur’an dalam artian yang sesungguhnya sebab menyuarakan kembali pada Al-Qur’an tanpa proyeksi praktis tetap saja menjadikannya tetap melangit dan belum membumi makanya tidak mengherankan tradisi yang kita lakukan dalam upaya mengapresiasi Al-Qur’an seperti melakukan kompetisi dalam segala aspeknya tidak mampu membawa perubahan berarti dalam tataran pengamalannya. Pada dasarnya, kembali pada Al-Qur’an tentulah mengembalikan semua persoalan hidup dalam suatu tuntunannya secara maksimal sebab harus diakui semangat yang terkandung dalam Al-Qur’an tidak akan pernah kering untuk terus ditimba sebab kandungan ayatnya itu semakin ditimba semakin banyak mengalir deras membajiri kehidupan.

Dimaksudkan kembali pada Al-Qur’an ialah upaya serius untuk terus belajar dan mengamalkan apa-apa saja yang dapat ditangkap dari pesan-pesannya terutama semangat kebangkitan yang kerap kita abaikan saat berinteraksi dengan Al-Qur’an yang sejati telah dibuktikan dalam oleh generasi awal bahwa ternyata Al-Qur’an mengajarkan kebangkitan yang spektakuler yang tidak dapat ditandingi oleh kebangkitan yang pernah dikenal dalam dunia ini. Karena itu, memang Al-Qur’an selain mengajarkan kebangkitan juga mengajarkan cara mengisi kebangkitan itu dengan langkah-langkah yang dapat menjadikan kebangkitan itu membawa perubahan yang berarti dalam menata kehidupan sebagaimana yang terlampir dalam pesan-pesan universalnya untuk menjaga dan mengatur alam semesta.

Dengan kata lain, sejatinyalah kebangkitan ini harus dimulai dari kebangkitan yang disemangati Al-Qur’an tanpa itu semua kebangkitan itu tidak akan pernah berdaya guna yang maksimal dalam mengisi kehidupan sebab selain posisi Al-Qur’an yang telah teruji oleh sejarah juga tuntunan ajaranya yang selalu sesuai dengan segala suasana termasuk dalam kehidupan yang kita dimonopoli oleh kekuasan sains dan teknologi karena tanpa adanya bimbingan Al-Qur’an dalam menghadapi kenyataan ini bukan lah mustahil itu semua dapat menjadi “mesin pemusnah” bagi kehidupan manusia itu seperti kata Alfin Toffler, di sinilah letak pentingnya menjadikan Al-Qur’an sebagai “kitab kebangkitan” menuju kebangkitan yang sesungguhnya dalam menatap kehidupan kontemporer.
 
 
Sumber: http://www.waspada.co.id/Mimbar-Jumat/Artikel-Jumat/Menjadikan-Al-Qur-an-Sebagai-Kitab-Kebangkitan.html 
 

Umum, SHARING, REFLEKSI, keseharian, ISLAM, WACANA 9:43 am


imageMenarik beberapa peristiwa yang terjadi pada minggu2 ini, dimana rakyat Indonesia akan menyelenggarakan pemilihan presiden secara langsung, ditetapkannya Ustadz Abu Bakar Ba’asyir sebagai tersangka bom bali dan bom2 lainnya yang terjadi di Indonesia oleh POLRI setelah keputusan pengadilan membebaskannya dari segala tuduhan2 terorisme.

Ditolaknya mentah2 kemauan Amerika Serikat untuk menjerat Ustadz Abu Bakar Ba’asyir ke penjara selama-lamanya melalui ketua umum Muhamadiyah Syamsul Ma’arif, tuduhan Amerika dan PBB mengenai kasus Haramain yang melibatkan Ust. Hidayat Nur Wahid yang salah alamat, dan ketidak tundukan Ketua Umum NU Hasyim Muzadi terhadap dikte2 Amerika Serikat.

Saya agak tersenyum gembira melihat fenomena tersebut karena ternyata tidak semua ulama2 yang ada di Indonesia dapat dipengaruhi oleh kekayaan, kekuasaan dan jabatan dan saya berharap pula semoga di masa depan bangsa ini akan memunculkan ulama2 seperti beliau2 diatas lebih banyak lagi sehingga dapat mengantarkan bangsa ini menuju masa keemasannya dibawah naungan Al- Quran dan hadist.

Tulisan dibawah ini hanya merupakan gagasan dari pemikiran penulis belaka, bukan bermaksud mengurui, karena kebenaran itu hanya datang dari Allah SWT, maka apabila ada kebenaran dalam tulisan ini maka itu mutlak milik Allah SWT, dan jika ada kesalahan dan kebodohan maka itu 100% dari kebodohan penulis.

Kita sekarang ini banyak membicarakan mengenai pemilihan umum dengan fokus penekanannya terdapat pada tahap pemilihan Presiden dan wakil presiden, seharusnya umat Islam yang terdapat di berbagai partai (baik partai Islam mapun nasionalis) tidak hanya mencurahkan semua tenaganya pada penekanan siapa yang akan menjadi pemimpin nasional. Tetapi tenaga itu seharusnya juga difokuskan kepada pembinaan umat supaya mereka lebih mengetahui lebih banyak lagi mengenai agamanya sehingga tercipta seorang muslim yang mempunyai hati dan akhlak yang luhur, serta kepintaran dan wawasan yang luas mengenai keilmuan dan keteknologian. Sebagian energi tersebut seharusnyalah difokuskan pula secara proporsional untuk memunculkan ulama-ulama yang bersih sebagaimana dicontohkan para ulama-ulama bersih sebelumnya (baik yang ada sekarang maupun yang ada di masa lalu, baik yang ada di Indonesia maupun luar Indonesia) yang berjuang dengan gagah berani menjalankan amar ma’ruf dan nahi munkar, tanpa takut akan celaan dan cacian tanpa takut kehilangan jabatan dan kekayaan, tanpa takut penyiksaan dan penjara bahkan kematian karena hidup mereka hanya untuk mengapai ridho Allah SWT.

Belajar dari kejayaan dan keruntuhan Khalifah Ustmaniyah di Turki, maka kita dapat memperhatikan pelajaran, bahwa kejayaan Islam dan kejatuhannya ternyata ditentukan oleh tiga komponen penggeraknya yaitu,

1 para ulama bersih
2. para pemimpin yang tidak berbuat maksiat kepada Rabbnya dan
3. rakyat/umatnya yang mayoritasnya mempunyai kualitas keimanan yang tinggi.

Ketika Muhammad Al-Fatih menaklukkan Konstantinopel yang merupakan wilayah kekuasaan dari Romawi. Kita melihat bahwa kondisi umat Islam dewasa itu ditopang oleh tiga pilar kekuatan utama yaitu ulama bersih yang menegakkan amar maruf dan nahi mungkar sesuai sebagaimana ditentukan oleh syariat Islam, pemimpin yang adil dan bersendikan keikhlasan dan tidak berbuat maksiat dalam kehidupan sehari-harinya ditopang dengan rakyat yang sebagian besarnya merupakan kalangan muslim dengan kualitas keimanan yang tinggi. Mereka secara bersinergi menjalankan syariat Islam dengan benar dan hasilnya adalah kekuatan yang besar dan menentukan yang disegani oleh semua orang kala itu.

Selanjutnya setelah beberapa ratus tahun berlalu, kita melihat bahwa pada akhirnya ketiga pilar tersebut pelan-pelan mengalami penurunan dalam kualitasnya, para ulama mereka banyak yang melacurkan diri kepada kekuasaan yang ada, menjual ayat-ayat quran dengan imbalan materi dan tidak menjalankan mekanisme amar maruf dan nahi mungkar sebagaimana yang digariskan oleh Quran dan Sunnah. Para pemimpin hanya memikirkan mempertahankan kekuasaan dan banyak berbuat kemaksiatan dan kedzoliman dalam kesehariannya, sementara rakyat sebagian besarnya mulai meninggalkan keIslamannya karena dianggap kuno dan ketinggalan sehingga kekhalifahan Turki Ustmani dewasa itu berada dalam masa kemunduran dan ujung-ujungnya adalah kekalahan dan keruntuhannya pada tahun 1924.

Di abad ke-21 ini kita berada di masa kejahiliyyah mencapai tahtanya menggurita ke seluruh sendi kehidupan dan sendi ketata hubungan seluruh masyarakat.

Dunia diliputi oleh kegelapan dengan dicampakkanya sumber penerangan utama Islam Quran dan hadist. Umat kebanyakan terlena oleh kegemerlapannya kehidupan duniawi yang semu, yang dibawa oleh peradaban imperialisme materialis dan mengira mereka bahwa mereka dapat meneguk kebahagiaan dengan mengikuti peradaban batil tersebut.

Keruntuhan kekhalifahan Turki Ustmani merupakan bencana besar bagi umat Islam, karena umat pada waktu itu dan juga pada dewasa ini tidak mempunyai payung untuk melindunginya dari intaian dan serangan musuh-musuhnya. Umat Islam terpecah dan terkotak-kotak dalam beberapa negara di tengah-tengah pemimpin mereka yang hanya memikirkan kekuasaan dan bergelimpangan dengan kemaksiatan. Umat Islam dewasa ini laksana buih di pantai yang di bawa angin tak menentu arah dan tidak mempunyai peranan untuk memperbaiki dunia sebagaimana diisyaratkan oleh Nabi Muhamad Saw dalam hadistnya :

“ Suatu waktu kelak umat Islam akan diperebutkan oleh umat-umat lainnya sebagaimana orang-orang yang rakus sedang memperebutkan suatu hidangan. Apakah kita waktu itu sedikit jumlahnya wahai Rasulullah? (ujar seorang sahabat). Tidak, jawab beliau, Bahkan kamu waktu itu banyak sekali, tapi hanya ibarat buih di pantai saja”

Apa yang di prediksikan oleh Rasulullah tersebut sepertinya identik dengan kondisi umat Islam dewasa ini, dimana jumlah mereka banyak tetapi peranannya dalam politik internasional hanya menjadi buih yang selalu mengikuti kemana arah USA dan PBB menginginkannya. Mereka laksana santapan yang diperebutkan oleh negara-negara kapitalis untuk mengisi kantong ekonominya, sebagaimana kita lihat negara-negara Arab khususnya dan negara-negara berpenduduk Islam umumnya dewasa ini.

Memang menyedihkan bahwa umat Islam ini berjumlah 1 milyar lebih bertebaran di berbagai negara di dunia ini, tetapi keterwakilannya di dalam Dewan Keamanan PBB paling penting adalah hanya sebagai anggota tidak tetap yang tidak mempunyai hak veto. Sedangkan posisi Anggota Tetap PBB diharamkan negara Islam mendudukinya.

Belajar dari kemunduran-kemunduran tersebut diatas, seyogyanya umat Islam mengambil hikmah dari kemunduran-kemunduran tersebut diatas, dan mulai lagi menata kehidupan mereka hanya untuk satu ideologi yang jelas dan memulai lagi pembinaan sebagaimana nabi Muhammad SAW mempraktekkannya pada awal da’wah beliau di kota Mekkah :

1.dari pribadi jahiliyyah menjadi pribadi Islami dengan memahami Islam sebagai ajaran yang syamil (menyeluruh) yang meliputi semua lingkup kehidupan.

2.dari keluargan yang jahilliyyah menuju keluarga yang Islami dengan mendakwahkan suam/istri, anak, orang tua, adik, kakak, dan keluarga dekat tentang ketiinggian dan kemuliaan dinul Islam.

3.dari masyarakat jahiliyyah menuju masyarakat Islami

4.dari tatanan kenegaraan jahiliyyah menuju tatanan kenegaraan Islami

Selain itu umat Islam harus dapat memunculkan ulama-ulama yang bersih yang tidak mudah tergoda oleh godaan jabatan dan kekayaan yang bertujuan satu meluruskan hukum Islam sesuai rel syariah yang ada yang menjalankan amar maruf dan nahi munkar kepada siapa pun tanpa memandang apakah ia penguasa atau rakyat jelata tanpa harus takut akan intimidasi, hukuman penjara bahkan ancaman pembunuhan sekalipun sebagaimana dicontohkan Imam Ahmad di masa Kekhalifahan Sultan Mahmud dan Pangeran Diponegoro, Imam Bonjol menentang penjajahan Belanda serta banyak ulama bersih lainnya di masa dahulu maupun masa sekarang.

Setelah umat sebagian besarnya sudah memahami dan tercerahkan oleh Islam serta melepaskan idelogi-idelogi lain selain Islam ditambah lagi dengan bermunculannya ulama-ulama yang bersih, maka tiba saatnya bagi umat Islam untuk memunculkan pemimpin yang bersih yang tidak berbuat maksiat kepada Allah sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah dan khalifah-khalifah generasi awal dan generasi selanjutnya yang memegang amanah kepemimpinan sesuai dengan apa yang digariskan oleh syariah Islam. Sehingga pada akhirnya ketiga pilar ideal tersebut akan bersinergi dan membentuk kekuatan yang besar yang mampu menerjang semua kebatilan yang ada didepannya dan menyebarkan sinar kebenaran dan kesejahteraan keseluruh penjuru bumi.

Itulah sekelumit gambaran dari penulis mengenai tiga pilar kebangkitan Islam. Akhirnya kesemuanya dikembalikan kepada Kekuasaan dan Iradah Allah SWT, Kita sebagai manusia hanya bisa berusaha dan berdo’a dengan dibarengi dengan niat karena mengharapkan ridho Allah dalam bingkai keikhlasan kepada-NYA.
 
Sumber: http://swaramuslim.net/more.php?id=A1758_0_1_0_M 
 

Umum, SHARING, REFLEKSI, keseharian, ISLAM, PENDAPAT, inspirasi 9:39 am

Baru semalam aku terdengar cerita dr imam di masjid..minggu ni sahaja dia telah membantu 3 org melafazkan kalimah syahadah. MasyaAllah. Gembira mendengar berita baik tu. Semoga 3 org saudara-saudara baru kita itu thabat di jalan yg telah mereka pilih dan semoga Allah membantu mereka menempuh hidup yg penuh dgn onak dan duri especially di US ni.

Lebih mengharukan lagi bile aku dgr sorg pompuan antara yg tiga org tu tutup kemas dgn hijab dan pakaian yg sesuai dgn pakaian seorg muslimah bila sampai ke masjid dimalam harinya. MasyaAllah. Begitu mudah Allah membuka hati manusia untuk terus mengamalkan ajaran Islam sebaik selepas melafaz syahadah.
Aku gembira tapi pada masa sedih.

Sedih kerana byk muslimah dikalangan kita yg bergelar Islam sejak lahir tetapi masih ada doubt dalam hati untuk mengamalkan apa yg telah digariskan Islam. Sayang seribu kali sayang. Bila ditanya mengapa tidak mahu memakai hijab atau menutup aurat dgn elok, jawapan yg diterima, itu adalah pilihan masing-masing. Iya hidup ini sentiasa penuh dgn pilihan. Dan dalam kes ini pilihannya samada untuk taat dgn perintah atau tidak? Dosa atau pahala?

Pilihan itu ditangan anda! Dan ketahuilah akibat dr pilihan yg anda pilih jua akan anda tanggung sendiri! Marilah kita mendalami lagi ilmu Islam dan bersama-sama cuba sedaya upaya mengamalkan semua yg telah digariskan dlm syariat, insyaAllah.

[256] Tidak ada paksaan dalam agama (Islam) kerana sesungguhnya telah nyata kebenaran (Islam) dari kesesatan (kufur). Oleh itu, sesiapa yang tidak percayakan Taghut dan dia pula beriman kepada Allah, maka sesungguhnya dia telah berpegang kepada simpulan (tali agama) yang teguh yang tidak akan putus dan (ingatlah), Allah Maha Mendengar, lagi Maha Mengetahui. [257] Allah Pelindung (Yang mengawal dan menolong) orang-orang yang beriman. Ia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kufur) kepada cahaya (iman) dan orang-orang yang kafir, penolong-penolong mereka ialah Taghut yang mengeluarkan mereka dari cahaya (iman) kepada kegelapan (kufur). Mereka itulah ahli Neraka, mereka kekal di dalamnya. (Al-Baqarah)

wallahu’alam.

 

Sumber: http://usrah.kakiblog.com/2008/05/22/hidayah-itu-milik-allah/ 

Umum, SHARING, MUSIK, REFLEKSIJune 4, 2008 9:47 am

Hidayatullah.com—Majma’ Al Buhut Al Islamiyah, institusi keilmuan tertinggi di Al Azhar mengeluarkan keputusan larangan buku liberalis Mesir, Jamal Al Banna yang berjudul, “Al Mar’ah Al Muslimah baina Tahrir Al Qur’an wa Taqyid Al Fuqaha” (Wanita Muslimah, antara Pembebasan Al-Quran dan Pengekangan Fuqaha). Dalam buku itu, Al Banna menyebutkan bahwa menutup dada sudah termasuk wilayah hijab yang diperintahkan Islam, dan tidak perlu begi wanita untuk mengenakan hijab.

Keputusan ini menyebabkan batalnya pengiriman buku ini ke Kuwait, setelah salah satu perusahaan ekspedisi memohon izin untuk pengirimannya.

Seperti inilah budaya hukum yang berlaku di Mesir, lebih-lebih menyangkut buku-buku yang berhubungan dengan agama, yang hendak di publikasikan di luar negeri.

Dr. Muhammad Abdul Mu’thi Bayumi, anggota Al Majma’ menyatakan,”Al Banna menyikapi bahwa masalah itu (hijab) sebagai pembahasan ilmiah dan ia menilai bahwa pembahasannya itu bukanlah pendapat pribadi. Ini adalah kesalahan yang tidak bisa kita diamkan. Tugas kami dari awal hingga akhir adalah menjaga pengetahuan Islam dan menjauhkan pembelokan makna, baik terhadap Al-Quran maupun As Sunnah”.

Salah satu ulama Al Azhar ini juga menyatakan bahwa pihaknya pernah melakukan perdebatan dengan Al Banna, tetapi yang bersangkutan tak pernah berubah.

”Kami telah duduk bersama Al Banna, dan kami telah melakukan kritik terhadap pendapat-pendapat yang telah ia tulis dan publikasikan. Akan tetapi ia tidak bisa menjawab kritikan kami, lalu ia mulai menggunakan takwil-takwil yang salah.”

Kitab Al Banna yang berjudul “Mas’uliyah Fashl Ad Daulah Al Islamiyah” (Tanggung Jawab Atas Gagalnya Daulah Islamiyah), juga termasuk buku yang dilarang oleh Ma’jma Al Buhuts Al Islamiyah.

Disamping menentang jilbab, liberalis Mesir yang lahir pada 15 Desember 1920 ini juga pernah memberikan statemen bahwa Yahudi dan Nashrani bukanlah termasuk kafir. Dan hingga kini buku-bukunya banyak diterjemahkan, dirujuk dan seperti dijadilan ‘buku wajib’ kaum liberalis Indonesia. Tidak hanya dirujuk, ia juga diberi gelar sebagai “pembaharu Islam”.

Selain buku-buku Al Banna, beberapa buku lain juga dilarang oleh Ma’jma adalah “Thariqah Al Faridah fi Tatsbit Al Aqidah” (Metode Unik untuk Menguatkan Aqidah) yang berbicara tentang kemukjizatan Al-Quran, dari angka-angka, salah satunya adalah angka 19. Begitu pulan buku yang ditulis oleh Abdul Fatah Al Tukhi “Sihr Barnukh” yang menyatakan bahwa praktik sihir dibolehkan dalam Islam.

Buku Bahasa Inggris yang juga dilarang adalah buku yang ditulis oleh penulis Israel David Bokey, yang dalam edisi Arab buku ini berjudul “Min Muhammad Ali ila Bin Laden” (Dari Muhammad Ali hingga Bin Laden).

Buku lain yang dilarang adalah buku “Al Masihiyyah wa Al Islam wa As Siyasat Al Brithaniyah” (Masehi, Islam, dan Politik Inggris), yang ditulis oleh Alan Cliford, salah satu penulis Inggris, yang isinya terang-terangan menghina Islam.

Al Bayumi menyatakan bahwa semua buku itu menisbatkan hal-hal di luar Islam kepada ajaran Islam, serta terang-terangan menghina Rasulullah, dan sengaja memalsukan makna Al-Quran.

Menanggapi kecaman dari mereka yang tidak suka dengan keputusan Al Maj’ma yang menyangkut pelarang buku-buku, Al Bayumi menyatakan,”Kami menghargai kebebasan berfikir dan ekspresi, selama tidak bertentangan dengan hukum-hukum syar’i”.

Jamal al Banna adalah adik kandung pendiri al-Ikhwan al-Muslimun, Syeikh Hasan Al Banna. Dari segi pemikiran, Jamal hamir memiliki kemiripan dengan Mohamad Al-Thalabi, Abd Majid Al-Syarafi, Hasan Hanafi, Mohamad Arkoun, Mohamad Abid Al-Jabiri, Abd Karim Shoroush, yang kesemuanya adalah pemikir liberal yang tidak banyak diterima para ulama Islam. Namun pemerikiran mereka mendapat dukungan Barat (terutama Amerika) yang kelak melahirkan generasi berikutnya yang kemudian dikenal penganut paham liberal.

Buku jalam berjudul, “Nahwa Fiqh al-Jadid” (1999), sebuah rumusan fikih bergaya liberal amat berbeda 180 derajat dengan pandangan kakaknya, Syeikh Hasan Al Banna yang dikenal taat pada prinsip syariah. [Al Arabiya/thoriq/www.hidayatullah.com]

Umum, TIPS DAN TRIK, SHARING, MUSIK, REFLEKSI 9:45 am

Nama Soekarno mempunyai magnet yang besar, pidato – pidatonya begitu menggelegar dan menggelorakan semangat nasionalisme dan kini para soekarnois masih mempercayai bahwa bung karno yang kharismatik adalah pemimpin besar yang tak akan pernah tergantikan, benarkah ???

Bung Karno sebagai Icon Nasionalis tidak perlu diragukan lagi, dari barat hingga ke timur negeri ini seolah meng-amini namun sisi lain bung karno sebagai sosok guru bangsa yang juga memiliki sisi – sisi islamis tentu tak banyak orang yang mengetahuinya terlebih di masa kepemimpinannya diwarnai dengan benturan – benturan politik dengan kalangan islamis dan polemik yang menajam seputar dasar negara dengan tokoh paling terkemuka kalangan Islam saat itu, Mr. Mohammad Natsir. Perlu untuk digarisbawahi bahwa kecintaan kalangan Islam kepada bung karno diekspresikan dengan sikap kritis dan upaya – upaya koreksi atas sikap dan langkah politik bung karno bukan dengan sikap selalu manis apalagi meng-kultuskan-nya, sebuah sikap yang dianggap oleh sebagian kalangan soekarnois sebagai sikap kontra revolusioner, padahal sepanjang sejarah kekuatan politik Islam yang dipresentasikan oleh Masyumi justru senantiasa bersikap sebagai kekuatan penyeimbang (oposisi) yang senantiasa “loyal”, pengkhianatan itu akhirnya justru datang dari Partai Komunis Indonesia (PKI) koalisi strategis pemerintah bung karno yang tergabung dalam Nasakom yang selalu berusaha mentahbiskan dirinya sebagai kekuatan yang proggresive revolusioner.

Nama Bung Karno yang dikenal sebagai Putra Sang Fajar tidak bisa dilepaskan dari tokoh – tokoh Pergerakan Islam yang Istiqomah berjuang demi cita – cita besar Kemerdekaan Indonesia, pemuda Soekarno pernah mondok di rumah tokoh Haji Oemar Said Cokroaminoto, tokoh terkemuka Sjarikat Islam, selain belajar filsafat dan pemikiran Islam pemuda soekarno juga belajar tentang pergerakan kepada orang yang tepat, bung karno sangat menikmati ceramah dan orasi cokroaminoto yang penuh energi perjuangan meski berada dalam pengawasan pihak belanda, gaya orasi sang guru turut membentuk gaya kepemimpinan bung karno dengan ciri khas pidato – pidatonya yang lantang dan berapi – api, Islamisme Cokroaminoto yang dijuluki oleh belanda sebagai “raja jawa tanpa mahkota” sedikit banyak terserap oleh pemuda soekarno, meski bung karno akhirnya memilih jalannya sendiri dengan hijrah ke Bandung dan kemudian mendirikan Partai Nasionalis Indonesia.

Tatkala berada dalam pengasingan belanda bung karno senantiasa berkorespondesi dengan Kyai Haji Mas Mansur, tokoh pergerakan dan ulama berpengaruh asal Surabaya yang dekat dengan kalangan NU, kelak KH Mas Mansur dipercaya menjadi Pengurus Besar Pesyarikatan Muhammadiyah dan pada masa pendudukan jepang mendirikan Pusat Tenaga Rakyat (PUTERA) dan terlibat dalam perjuangan bersama Bung Karno dalam Empat Serangkai.

Dengan Mas Mansur Bung Karno sering bertukar pikiran tentang Dinamika Islam dan langkah – langkah untuk me-mudakan pengertian Islam, beliau mengutarakan ketidaksetujuannya dengan sikap taklid bahkan secara tegas mengkritisi tentang “hijab” atau pembatas antara jamaah pria dan jamaah wanita, dan banyak kegelisahan – kegelisahan bung karno tentang permasalahan keislaman yang kesemuanya itu menunjukkan semangat dan harapan seorang soekarno agar Syiar Islam tidak jalan ditempat.

Selain dengan KH Mas Mansur, Bung Karno juga seringkali berkirim surat kepada Tuanku A. Hassan, Tokoh Islam Pendiri Persis di Bandung, Dalam Buku “Di Bawah Bendera Revolusi” surat – surat itu turut didokumentasikan, Bung Karno tidak segan – segan meminta “dikirimi” Literatur Islam tatkala berada dalam pengasingan.

Disisi lain Fatmawati, Isteri Bung Karno dikenal sangat agamis, dalam sebuah catatan terungkap bahwa pada saat rapat raksasa di Lapangan Ikada yang kini dikenal sebagai Gelora Bung Karno, fatmawati mengumandangkan ayat – ayat suci Al Qur’an. Latar belakang Fatmawati yang Agamis dinilai juga membawa pengaruh yang besar terhadap karir politik dan perjalanan hidup bung karno hingga akhir hayatnya.

Tentu masih banyak sisi menarik dan sisi islamis bung Karno yang belum terungkapkan…anda ingin menambahkan ???…(Ditunggu masukan dan komentar – komentarnya …)

 

 Sumber: http://dunia.pelajar-islam.or.id/?cat=134

 

Umum, TIPS DAN TRIK, SHARING, REFLEKSI, keseharian 4:58 am

Komisi Nasional (Komnas) HAM mengecam insiden pemukulan yang dilakukan oleh puluhan orang dari massa yang mengenakan atribut Front Pembela Islam (FPI) di Monumen Nasional (Monas) Jakarta terhadap Aliansi Kebangsaan dan Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB).

“Komnas HAM mengecam kekerasan tersebut,” kata subkomisi pengkajian dan penelitian Komnas HAM, Ahmad Baso, seperti dilansir okezone.com, Senin (2/6).

Dia menambahkan, Komnas juga menyesalkan terlambatnya tindakan aparat kepolisian.

“Kami juga menyayangkan tindakan aparat karena membiarkan kekerasan terjadi. Mereka (para polisi) baru datang saat mereka (massa AKKBB) sudah luka-luka, sehingga terkesan adanya pembiaran,” tandasnya.

Oleh karena itu, lanjutnya, Komnas mendesak agar aparat kepolisian bertindak tegas. “Aparat harus bersikap tegas untuk menangkap pelaku peganiayaan, dan meminta polisi untuk koreksi dalam hal mendukung adanya upaya hukum,” imbuhnya.

PLBHM Kutuk Tindakan Anarkis FPI

Perkumpulan Lembaga Bantuan Hukum Masyarakat (PLBHM) mengutuk keras tindakan penyerangan yang dilakukan Front Pembela Islam (FPI) terhadap Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB), saat melakukan apel besar Satu Indonesia untuk Semua, bersama tokoh lintas agama dan tokoh nasional, pada Minggu siang (1/6) di Monas, Jakarta.

“Insiden ini merupakan tragedi bangsa, dimana FPI dan para pendukungnya menjawab perbedaan dengan tindakan kekerasan, dan hal itu tidak dapat ditolerir,” kata Ketua Dewan Pengurus PLBHM, Taufik Basari, Senin (2/6/2008).

Oleh karenanya, PLBHM mengajak seluruh komponen untuk bersikap tegas dalam menyikapi insiden tersebut. Pihaknya meminta, kepolisian, politikus, anggota dewan, dan presiden mengeluarkan pernyataan resmi mengecam serta mengutuk keras peristiwa penyerangan yang dilakukan oleh sejumlah massa dari FPI.

“Karena tindakan tersebut sama saja menciptakan kematian demokrasi,” tandasnya.

Selain itu, PLBHM juga mendesak pihak kepolisian untuk segera menangkap, memproses, dan mengadili secara hukum pihak-pihak yang terlibat akan tindakan anarkis tersebut.

Sumber: http://mahasiswa.com/?ar_id=7535

Umum, TIPS DAN TRIK, SHARING, REFLEKSI, PENDAPAT, inspirasi 4:55 am

Tahun 2001

* 27 Agustus Ratusan massa yang tergabung dalam Front Pembela Islam (FPI) berunjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR. Mereka menuntut MPR/DPR untuk mengembalikan Pancasila sesuai dengan Piagam Jakarta – 09 Oktober FPI membuat keributan dalam aksi demonstrasi di depan Kedutaan Amerika Serikat dengan merobohkan barikade kawat berduri dan aparat keamanan menembakkan gas air mata serta meriam air. * 15 Oktober Polda Metro Jaya menurunkan sekitar seribu petugas dari empat batalyon di kepolisian mengepung kantor Front Pembela Islam (FPI) di Jalan Petamburan III Jakarta Barat dan terjadi bentrokan. * 07 November Bentrokan terjadi antara laskar Jihad Ahlusunnah dan Laskar FPI dengan mahasiswa pendukung terdakwa Mixilmina Munir di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan. Dua orang mahasiswa terluka akibat dikeroyok puluhan laskar.

Tahun 2002

* 15 Maret Panglima Laskar Front Pembela Islam (FPI), Tubagus Muhammad Sidik menegaskan, aksi sweeping terhadap tempat-tempat hiburan yang terbukti melakukan kemaksiatan, merupakan hak dari masyarakat. * 15 Maret Satu truk massa FPI (Front Pembela Islam) mendatangi diskotik di Plaza Hayam Wuruk. * 15 Maret sekitar 300 masa FPI merusak sebuah tempat hiburan, Mekar Jaya Billiard, di Jl. Prof Dr. Satrio No.241, Karet, Jakarta. * 24 Maret Sekitar 50 anggota Front Pembela Islam (FPI) mendatangi diskotek New Star di Jl. Raya Ciputat. FPI menuntut agar diskotek menutup aktivitasnya. * 24 Mei Puluhan massa dari Front Pembela Islam (FPI) di bawah pimpinan Tubagus Sidiq menggrebek sebuah gudang minuman di Jalan Petamburan VI, Tanah Abang, Jakarta Pusat. * 26 Juni Usai berunjuk rasa menolak Sutiyoso di Gedung DPRD DKI, massa Front Pembela Islam (FPI) merusak sejumlah kafe di Jalan Jaksa yang tak jauh letaknya dari tempat berunjuk rasa. Dengan tongkat bambu, sebagian dari mereka merusak diantaranya Pappa Kafe, Allis Kafe, Kafe Betawi dan Margot Kafe. * 4 Oktober 2002 Sweeping ke tempat-tempat hiburan â??Riziq dipenjara selama tujuh bulan. * 14 Oktober 2002 Sekitar 300 orang pekerja beberapa tempat hiburan di Jakarta melakukan aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD DKI. Mereka menuntut pembubaran Front Pembela Islam (FPI) yang mereka anggap telah melakukan aksi main hakim sendiri terhadap tempat hiburan. * 16 Oktober Habib Rizieq diperiksa pihak kepolisian di Mapolda Metro Jaya. * 06 November Lewat rapat singkat yang dihadiri oleh sesepuh Front Pembela Islam (FPI), maka Dewan Pimpinan Pusat FPI, mengeluarkan maklumat pembekuan kelaskaran FPI di seluruh Indonesia untuk jangka waktu yang tidak ditentukan. * Desember FPI diaktifkan kembali.

Tahun 2003

* 20 April Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab ditahan di Markas Polda Metro Jaya Jakarta setelah dijemput paksa dari bandara. * 08 Mei Habib Muhammad Rizieq mulai diadili di PN Jakarta. * 22 Mei 2003 Koordinator lapangan laskar Front Pembela Islam (FPI) Tubagus Sidik bersama sepuluh anggota laskar FPI menganiaya seorang pria di jalan tol, dan mereka ditangkap 23 Mei. * 1 Juli 2003 Rizieq menyesal dan berjanji akan menindak anggota FPI yang melanggar hukum negara di PN Jakarta Pusat. * 11 Agustus Majelis hakim memvonis Habib Rizieq dengan hukuman tujuh bulan penjara. * 19 November Ketua FPI Habib Rizieq bebas. * 18 Desember menurut Ahmad Sobri Lubis, Sekretaris Jenderal FPI, usai bertemu Wakil Presiden Hamzah Haz di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Front Pembela Islam (FPI) akan mengubah paradigma perjuangannya, tidak lagi menekankan pada metode perjuangan melalui gerakan massa dan kelaskaran. Perjuangan lebih ditekankan lewat pembangunan ekonomi, pengembangan pendidikan dan pemberantasan maksiat melalui jalur hukum.

Tahun 2004

* 03 Oktober FPI menyerbu pekarangan Sekolah Sang Timur sambil mengacung-acungkan senjata dan memerintahkan para suster agar menutup gereja dan sekolah Sang Timur. Front Pembela Islam( FPI) menuduh orang-orang Katolik menyebarkan agama Katolik karena mereka mempergunakan ruang olahraga sekolah sebagai gereja sementara sudah selama sepuluh tahun. * 11 Oktober FPI Depok Ancam Razia Tempat Hiburan. * 22 Oktober FPI melakukan pengrusakan kafe dan keributan dengan warga di Kemang. * 24 Oktober 2004 Front Pembela Islam melalui Ketua Badan Investigasi Front FPI Alwi meminta maaf kepada Kapolda Metro Jaya bila aksi sweeping yang dilakukannya beberapa waktu lalu dianggap melecehkan aparat hukum. * 25 Oktober 2004 Ketua MPR yang juga mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Hidayat Nurwahid dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengecam cara-cara kekerasan yang dilakukan Front Pembela Islam (FPI) dalam menindak tempat hiburan yang buka selama Bulan Ramadhan. * 28 Oktober Meski menuai protes dari berbagai kalangan, Front Pembela Islam (FPI) tetap meneruskan aksi sweeping di bulan Ramadhan menurut Sekretaris Jenderal FPI Farid Syafi’i. * 28 Oktober 2004 Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah Ahmad Syafi’I Ma’arif meminta aksi-aksi sepihak yang dilakukan Front Pembela Islam (FPI) terhadap kafe-kafe di Jakarta dihentikan. Dia menilai, apa yang dilakukan FPI merupakan wewenang pemerintah daerah dan kepolisian. * 23 Desember Sekitar 150 orang anggota Front Pembela Islam terlibat bentrok dengan petugas satuan pengaman JCT (Jakarta International Container Terminal)

Tahun 2005

* 27 Juni FPI menyerang Kontes Miss Waria di Gedung Sarinah Jakarta. * 05 Agustus FPI dan FUI mengancam akan menyerang Jaringan Islam Liberal (JIL) di Utan Kayu. * 02 Agustus Dewan Pimpinan Wilayah Front Pembela Isalam (FPI) Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, meminta pengelola Taman Kanak-kanak Tunas Pertiwi, di Jalan Raya Bungursari, menghentikan kebaktian sekaligus membongkar bangunannya. Jika tidak, FPI mengancam akan menghentikan dan membongkar paksa bangunan. * 23 Agustus Tokoh Nahdlatul Ulama (NU) Abdurrahman Wahid meminta pimpinan tertinggi Front Pembela Islam (FPI) menghentikan aksi penutupan paksa rumah-rumah peribadatan (gereja) milik jemaat beberapa gereja di Bandung. Pernyataan itu disampaikan Wahid untuk menyikapi penutupan paksa 23 gereja di Bandung, Cimahi, dan Garut yang berlangsung sejak akhir 2002 sampai kasus terakhir penutupan Gereja Kristen Pasundan Dayeuhkolot, Bandung pada 22 Agustus 2005 lalu. * 05 September, Ketua Umum PBNU Hasyim Muzadi mengecam tindakan kekerasan yang dilakukan oleh FPI. * 22 September FPI memaksa agar pemeran foto bertajuk Urban/Culture di Museum Bank Indonesia, Jakarta agar ditutup. * 16 Oktober FPI mengusir Jamaat yang akan melakukan kebaktian di Jatimulya Bekasi Timur. * 23 Oktober FPI kembali menghalangi jamaat yang akan melaksanakan kebaktian dan terjadi dorong mendorong, aparat keamanan hanya menyaksikan saja. * 18 Oktober Anggota Front Pembela Islam (FPI) membawa senjata tajam saat berdemo di Polres Metro Jakarta Barat. * 19 September FPI diduga di balik ribuan orang yang menyerbu Pemukiman Jamaah Ahmadiyah di Kampung Neglasari, Desa Sukadana, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur.

Tahun 2006

* 19 Pebruari Ratusan massa Front Pembela Islam berunjuk rasa ke kantor Kedutaan Besar Amerika Serika dan melakukan kekerasan. * 14 Maret FPI membuat ricuh di Pendopo Kabupaten Sukoharjo. * 12 April FPI menyerang dan merusak Kantor Majalah Playboy. * 20 Mei, anggota FPI menggerebek 11 lokasi yang dinilai sebagai tempat maksiat di Kampung Kresek, Jalan Masjid At-Taqwa Rt 2/6, Jati Sampurna, Pondok Gede. * 21 FPI, MMI dan HTI menyegel kantor Fahmina Institute di Cirebon. * 23 FPI, MMI, HTI, dan FUI mengusir KH Abdurrahman Wahid dari forum Dialog Lintas Etnis dan Agama di Purwakarta Jawa Barat, dan sempat memaki “kiai anjing”. * 25 Mei Front Pembela Islam (FPI) cabang Bekasi, mengepung kantor Polres Metro Bekasi.

Sumber:Milis Nasionalis. Pengirim: Mira Wijaya Kusuma

Sumber: http://rumahkiri.net/index.php?option=com_content&task=view&id=979&Itemid=283